Friday, November 8, 2013

Importerad Skaning #Oleh2Swedia


Mas-mas dari Suku Kurdi Irak dengan Ïmporterad Skanning -shirtnya
Selama 4 minggu training di Swedia, 3 minggu dilaksanakan di Stockholm (minggu ke 1, 2, 4) dan 1 minggu (minggu ke 3), training dijalankan di Hassleholm salah satu kota di Selatan Swedia. Dalam jadwal seminggu di Hasslehom tersebut ada sesi materi yang diberikan oleh salah satu Pakar Administrasi Publik dari Malmo University. So selama 1 hari kami menghabiskan hari di Malmo, salah satu kota terbesar juga di Swedia yang bisa ditempuh sekitar 45 menit saja dari Hassleholm dengan Train. Kalau Stockholm ada di  bagian tengah Negara Swedia terhitung bagian utara, maka Hassleholm dan Malmo ada di Selatan, yang dalam peta terletak di bagian bawah tentunya.




Saat ada jeda sekitar 1 jam di Malmo City , saya jalan2 seputaran small square di sana dan ketemu penjual buah dan sayuran, di kaki lima, agak susah kayaknya untuk bisa menemukan pedagang kaki lima atau semacam open market, ini semacam pasar tradisional atau pasar kaget yang tidak permanen. Saya jadi teringat dengan Victoria Market di Melbourne dulu. Salah satu tourist destination yang dibanggakan Melbourne, pasar tradisional yang apik dan unik.  I was so excited with those fruits which looks so tempting ... warnanya cantik-cantik sekali buah-buahan dan sayur-sayuranya

 Mas yang jualannya tiba-tiba mengucapkan salam, "assalamu'alaikum" dan beberapa kalimat sapaan dalam bahasa arab, saya jawab salamnya lalu saya bilang, saya cuma bisa sepatah dua patah kata saja, lalu dia bilang begitu juga saya, dia tanya saya dari mana? seperti biasa mostly orang menyangka saya dari Malaysia atau Singapore. Saya bilang saya dari Indonesia, teman saya juga dari Indonesia dan satu lagi dari Cambodia.


Dia cerita bahwa dia sendiri orang Irak, suku Kurdi, dan sudah 13 tahun jadi warga negara Swedia. hmmm saya bilang gimana perasaan dan pendapatnya for being a citizen of Sweden. Dan dia bilang Nothing... Nothing special unless he has a "good life", however it is hard still to live here, it not easy at all... keluarganya masih di Irak, ayah/ibunya (saya lupa persisnya yang mana) meninggal beberapa tahun lalu ibu/ayah dan 6 saudaranya masih tinggal di Irak dan ada saudaranya yang lain tinggal di negara Eropa lain (atau di Inggris yaa?? hehe saya lupaa juga di mana persisnya).

That's why I am a citizen of Sweden but I am not a Swedish, I am Kurdish... seperti tertulis di shirtnya "Importerad Skaning" yang kalau terjemah bebasnya mungkin artinya Bangsa Skania Import hehehe..*keren yaaaks.

Lesson learned-nya : You may live anywhere in this global worlds for any reasons, however your identity is still there, in your mother land ...

Masih ada Garuda deh di dadaku, kalo bahasa kita nya sich... :)


4 comments:

  1. aku juga masih ada garuda. Lebih enakan tinggal di negara sendiri hehehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.