Thursday, November 7, 2013

Kita Berbeda, Kita Sama = Belajar dari Teman Korut. #Oleh2Swedia

Saya banyak belajar dari short course ini, tentu saja selain bagaimana managemen pelayanan publik dijalankan di Swedia dalam berbagai aspeknya, mulai dari pelimpahan kewenangan kepada daerah dalam mengelola bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya, belajar bagaimana perusahan daerah/BUMD mengelola management perusahaan mereka sekaligus melihat langsung ke lokasi BUMD di bidang pengeolahan air bersih, penanganan sampah dan pemanas ruangan. kami juga bahkan mengunjungi dan belajar dari pemilik peternakan sapi yang hanya memiliki 4 orang karyawan (2 diantaranya sepasang suami isteri yang juga ikut "bekerja" di peternakan tersebut) dan 4 buah mesin/robot pemerah susu sapi menangani sekitar 200 ekor sapi.

Me and Kang from North Korea
Saya juga banyak belajar dari peserta lain dari beberapa negara di Asia ini. Kalau sebelumnya saya cerita soal lesson learned dari seorang Bapak (pejabat) dr Bangladesh, kali ini saya mau berbagi tentang bagaimana pertemanan saya dengan teman baru dari Korea Utara (Korut) yang langsung nge-Klik. sengaja saya singkat hehe, sebetulnya yang bersangkutan tidak akan tahu, karena dia tidak punya akun FB dan media sosial sejenisnya, karena itu terlarang di negaranya bahkan akun emailpun dia harus menggunakan akun bersama milik kantornya, sebuah komisi di bidang investasi dan joint venture.

Training kali ini memang berbeda dari sebelumnya, begitu yang selalu disampaikan penyelenggara, antara lain karena untuk pertama kalinya ada peserta dari Korut dan Myanmar. dan saya beruntung saya bisa kenal dan lumayan dekat dengan salah dua dari peserta dari kedua negara tersebut (masing-masing ada 2 peserta), karena kebetulan di 2 minggu pertama kami berada dalam group yang sama.

Awalnya saya sedang sharing dengan antusias bagaimana terkagum-kagumnya saya dengan sistem pendidikan di Swedia, terutama bahwa semuanya FREE, ditanggung dan dibayar Negara dari Pajak, serta bagaimana Pemerintah Daerah bisa mengelola amanat Pemerintah Pusat di bidang pendidikan dengan berlomba memberikan yang terbaik bagi penduduk di daerahnya. Teman saya dari Korut ini kemudian balik bertanya kepada saya tentang sistem pendidikan di Indonesia, dengan sedikit agak malu saya ceritakan bagaimana idealnya sistem pendidikan kita di atas kertas, bahwa kita-pun punya sistem semacam itu, 9 tahun pendidikan GRATIS dan 20% APBN kita adalah untuk sektor pendidikan, walaupun pada praktiknya pendidikan serasa makin mahal dan korupsi di sektor pendidikan juga semakin besar mengimbangi alokasi APBN/D yang juga membesar untuk sektor ini.

Lalu dengan polos saya bertanya balik kepadanya, dan saya agak tercengang (karena pengetahuan saya yang minim tentang sistem negara ini dan yang saya tahu soal mereka hanyalah bahwa negara mereka sangat tertutup, memiliki pemimpin yang sangat otoriter, mereka tidak akur dengan tetangganya di Selatan dan mereka punya senjata Kimia/Nuklir, dan mostly itulah yang banyak disebutkan di media, sehingga itulah yang terekam di kepala saya), saat menerima jawaban bahwa pendidikan gratis di negaranya utk 12 Tahun Pendidikan Dasar Wajib, jika mereka ingin melanjutkan ke tingat Universitas, Negara juga siap membayari.

Untuk sektor kesehatan, mereka juga GRATIS menerima fasilitas kesehatan dan itu berlaku bagi semua warna negara tanpa kenal kelas. Belum sampai disitu, teman saya bilang bahwa untuk mendapatkan Rumahpun mereka GRATIS, tentunya Rumah/Apartemen dengan standar kelayakan yang sama. Jika ingin lebih mewah tentu saja boleh asal punya uang katanya. Memang negara2 sosialis di satu sisi memiliki kekurangan tapi di sisi lain juga punya kelebihan.  dan kita harus jujur mengakuinya. Sepetember tahun ini, Pemerintah Korut mulai membuka dan memberikan keleluasaan sektor private dalam menjalankan dan mengelola usahanya dalam hal tingkat produksi dan sistem penggajian pegawai.

Dalam hal bersosialisasi mereka tidak setertutup yang saya bayangkan semula, dalam waktu tidak lama, mereka mampu berbaur. Dan saya sampai lumayan dekat dengan salah satunya, sering sharing dan berbagi banyak hal termasuk masalah yang bersifat personal/pribadi. Saya rasa dia mau berbagi hal tersebut karena dia percaya pada saya, seperti saya percaya padanya. Bedanya mereka tampaknya biasa berbicara sangat lemah lembut dan suara yang pelan, tentu saja sangat kentara berbeda dengan peserta dari negara lain seperti Bangladesh, Sri Lanka, Cambodia, China, Myanmar, dan Indonesia serta Vietnam yang relatively sangat NYablak, Nyablak dan lumayan Nyablak :D...

Saat berdiskusi tentang Change Project misalnya saat saya memberikan banyak masukan pada project yang dirancangnya dan ternyata pendapat saya sama seperti pendapat mentornya, dia bilang kamu benar Ophi, apa yang kamu bilang sebelumnya pada saya sama seperti yang mentor saya sampaikan pada saya, harusnya kamu memtor saya, atau kamu jd consultant saya saja hahaha...sejak itu saya perhatikan dia banyak bertanya (untuk belajar) terkait dg praktik di negara kita dalam bidang kerjanya.

Mereka tampaknya sangat menghormati dan mengagumi Presiden mereka, menyematkan pin kecil bergambar sang Presiden di baju mereka, saat saya tanya, apakah itu suatu kewajiban? teman saya menjawab bukan, tapi ini semacam tradisi, penghormatan terhadap sang presiden. Hmm, saya bilang dia masih muda sekali ya? memangnya diwariskan yaa kepresidenannya (hahaha..saya dengan lagi2 polos) mempertanyakan hal tersebut. Teman saya ini tidak marah, dan menjelaskan bahwa tidak diwariskan, tapi memang kami rakyat Korut memilih dia menggantikan kakeknya, hmmmm sebuah pembelaan yang mengagumkan :).

Diskusi kami selain seputar negara masing-masing memang banyak diwarnai kepolosan kepolosan kedua belah pihak, hahaha...Dia sangat tertarik dengan saya dan jilbab saya, dengan Islam Indonesia saya, keseharian saya dan anak2, mendiskusikan hal-hal yang tidak saya sangka akan dia tanyakan, dan saya tidak merasa risih menjawabnya karena tampaknya seperti itu juga yang saya lakukan padanya :)..

Teman saya cerita bahwa hubungan mereka dengan Korsel mengalami pasang surut, karena walaupun lebih sering bersitegang mereka pernah juga mengalami masa damai dan bekerja sama termasuk ketika membangun zona ekonomi Kaesong. Beberapa pertanyaan yang sebetulnya mungkin sangat sensitive tetapi dengan "polos"nya saya mintakan pendapatnya antara lain saat saya tanyakan padanya.

Sy: Kenapa sih negaramu kok sering bersitegang dengan negera tetangga terdekat?
Teman saya menjawab: hmmm mungkin karena senjata nuklir kami,
Sy: ooh Korsel tidak suka yaa?
Tmn SY: iya kelihatannya begitu, begitu jawabnya.
 Pertanyaan polos berikutnya adalah:
Sy: kenapa sih negara kamu memproduksi senjata nuklir?  (hahaha....tidak kalah polos, dia menjawab:)
Tmn sy: untuk mengantisipasi diri dan jaga diri jika ada serangan,
Sy: "ooh memang siapa yang mau menyerang negaramu?
Tmn Sy: Bisa jadi Amerika, mereka kan tidak suka pada kami.
Sy: cuma bisa senyum2 dan angguk2, tidak berani melanjutkan pertanyaan selanjutnya.

Takut dibilang Dodol hahaha...

Tapi sebetulnya yang ingin saya bagi dari Curhat kali ini adalah bahwa saat kita saling percaya dan kita saling menghargai satu sama lain, sesungguhnya perbedaan tidak akan menjadi penghalang untuk membangun persahabatan dan komunikasi, karena kita saling percaya bahwa kita berbeda sekaligus bahwa kita sama.

Semoga selepas training ini pertemanan kami tetap berlanjut meskipun satu-satunya cara berkomunikasi dengannya adalah melalui email kantornya dan pasti harus melalui sensor atasannya, hmm berarti saya tidak boleh mempertanyakan hal-hal polos dan sensitive semacam itu lagi hahahaha.....

Saat ada tour of duty ke China pertengahan November, Kang mengirim email kepada saya melalui akun gmail yang dibuatkan oleh salah satu teman kami. Segera setelah dia akan kembali ke Korea Utara, dia mengemail saya bahwa tak lama lagi dia tidak bisa dihubungi lewat email tersebut dan mengirimkan alamat email kantornya. ...

Dalam emailnya dia menanyakan kabar anak-anak saya, dan hasil  UTS anak saya. Rupanya dia mengingat semua percakapan kami. Hmmm waiting for our next meeting Kang, see you soon my Beautiful and lovely girl ...

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.