Wednesday, April 16, 2014

Giveaway Mendongeng ala Ibu Ophi

http://mamahtira.blogspot.com/2014/03/giveaway-semua-tentang-dongeng-anak.html

Mendongeng? Jujur saya awalnya merasa kurang jago. Walaupun sebenarnya saya cukup ekspresif dan atraktif saat sedang mendongeng, tapi kesulitan saya adalah menemukan ide cerita atau dongengnya. Saya lebih sering membacakan cerita atau dongeng dari buku, majalah atau bahkan dari blog-blog yang berisi kumpulan cerita atau dongeng untuk anak.



Tetapi kesulitan ini tidak membuat saya berhenti belajar mendongeng. Kesulitan mendapatkan ide dan mengarang cerita saya atasi dengan banyak membaca cerita atau dongeng. Hmm sebetulnya malah membacakan. Jadi secara langsung membacakan cerita kepada anak-anak.

Saya mulai giat mengumpulkan buku-buku cerita anak sejak saya hamil anak pertama. Saat itu saya sedang studi di Melbourne. Setiap weekend saya dengan beberapa mahasiswa dari Indonesia berburu garage sale. Saya sejujurnya fokus berburu buku anak ketimbang barang lain. Buku-buku anak yang saya dapatkan biasanya secara fisik masih sangat bagus. Tampak masih rapih, halaman masih lengkap dan jarang yang dicoret-coret. Biasanya buku-buku tersebut menggunakan cover dari hard paper sehingga lebih kuat. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan kertas hard paper secara keseluruhan. Selain buku-buku cerita versi Walt Disney, saya memilih buku pendidikan untuk anak preschool belajar mengenal huruf, mengenal nama benda, mengenal angka dan sejenisnya. Sampai kemudian anak saya lahir dan kami harus kembali ke Jakarta saat usianya 3 bulan, buku-buku inilah yang memenuhi paket cargo yang kami kirim ke Jakarta. Buku-buku yang kalau beli baru harganya pasti mahal karena kualitas dari kertas dan covernya yang bagus umumnya saya beli hanya dengan AUS$ 2 saja. Lumayan banget kan?

Sejak berusia 3 bulan saya sudah membacakan buku-buku tersebut pada anak saya. Saya lebih senang membacakan karena saya bisa berimprovisasi dan membawakan cerita secara lebih seru tanpa kehabisan Ide. Toh ceritanya sudah ada di buku. :) buku "Finding Nemo", misalnya jadi Favorit Ka Al (putri pertama) sejak dia masih 6 bulanan. Bukunya dibolak balik, sambil melihat gambarnya yang sangat menarik. 

Koleksi buku cerita saya kemudian bertambah dengan buku-buku cerita anak dari dalam negeri. Biasanya saya sengaja memilih buku dengan cover hard paper, kalau bisa juga kertas di dalamnya hard cover. Saya pikir itu pilihan yang tepat, supaya buku bisa dibaca sampai waktu yang lama dengan kondisi yang masih bagus. Anak-anak pastinya sulit untuk diminta menjaga buku, selain kemungkinan robek mereka juga sering mencoret-coret buku. Harganya memang sedikit lebih mahal. Tapi sekali lagi pada akhirnya menjadi lebih menguntungkan. Buku-buku dengan kertas dan cover tebal itu kemudian bisa turun temurun dipakai dan dibaca oleh anak saya yang ketiga. Iya alhamdulillah jarak usia tiga anak saya memang relatif berdekatan. Jadi untuk soal buku ini saya merasa beruntung membeli buku-buku cerita yang bisa dipakai oleh mereka bertiga secara bergantian. Hampir setiap ada event Book Fair kami berburu buku, selain buku untuk saya dan ayahnya pastinya buku-buku cerita untuk 3 krucils.
Sumber gambar dari sini

Salah satu buku cerita Favorit anak-anak adalah serial Hallo Balita dari DAR Mizan yang bercerita tentang kakak beradik Sali dan Saliha, yang juga dilengkapi dengan boneka karakter kedua kakak beradik tersebut lengkap dengan kucing piaraan mereka Mio. Selain menjadi sarana saya bercerita atau mendongeng pada anak-anak, isi buku yang berisi materi pendidikan dini dengan cara yang menyenangkan ini membuat anak-anak suka sekali dan menjadikan tokoh ceritanya sebagai role model. Misalnya salah satu serinya yang berjudul "Aku Berani Mandi Sendiri", setiap mandi si bungsu dek Paksi, selalu menyebutkan bahwa dia akan pintar dengan mau menggosok gigi sendiri seperti Sali. Buku cerita seperti membantu saya mengedukasi anak-anak dengan cara menyenangkan.


dek Paksi dan Sali tokoh dari buku serial Hallo Balita berpose di Book Fair

Sekarang si sulung Ka Al (6,5) sudah bisa membaca dengan lancar sejak usia 5 tahun. Buku cerita dan dongengnyapun sudah mulai saya sesuaikan dengan usianya. Meskipun sudah bisa membaca sendiri, namun untuk cerita atau dongeng yang panjang dia meminta saya yang membacakan. Dia masih kesulitan menangkap isi cerita untuk cerita yang panjang jika harus membaca sendiri. Saya juga membelikan buku cerita atau novel anak dengan tema anak-anak. Misalnya dua buku cerita anak terakhir kami baca berjudul "Aliska dan Serbuk Ajaib" dan "Kelas Paling Ajaib", setiap buku tampak berkesan untuknya dan si tengah Ka Zaha yang selalu ikut nimbrung saat membacakan buku-buku tersebut. Saya tidak membacakan secara sekaligus, biasanya satu malam satu atau dua bab. Besoknya dilanjut ke bab berikutnya, begitu sampai tamat.

Selain menjelang tidur saya biasanya membacakan buku cerita atau dongeng saat anak-anak sedang berkumpul di hari libur misalnya. Untuk buku cerita yang berseri mereka biasanya yang menagih kelanjutan ceritanya. Sekarang bahkan saya sering meminta Ka Al, untuk membacakan cerita dari buku-buku cerita yang sederhana untuk adik-adiknya.


Selain dari buku, saya juga menginstall aplikasi beberapa cerita atau dongeng di Ipad. Misalnya Cerita Snow White and Seven Dwarfs yang jadi favorit anak-anak. Meskipun aplikasi ini menyediakan pilihan untuk dibacakan atau bahkan auto play, anak-anak tetap minta mendengar versi bahasa Indonesia dari Ibunya. Selain itu saya juga menyimpan alamat beberapa blog dongeng atau cerita anak. Jadi saya tetap bisa membacakannya dari gadget saya sekalipun. Cara ini juga termasuk efektif menurut saya. Jika di dalam blog dilengkapi gambar anak-anak semakin tertarik.



Tapi sumber cerita andalan utama saya mendongeng sebetulnya adalah cerita tentang masa kanak-kanak saya atau ayah mereka. Terbukti cerita ini menjadi favorit mereka juga sekaligus mereka bisa lebih mengenal sejarah Ibu dan ayahnya hahaha. Iya, saya yang kebetulan lahir dan besar di kampung yang masih memiliki pemandangan sawah, gunung dan sungai-sungai di perbatasan Cirebon, Kuningan dan Majalengka (Jawa Barat) ini memiliki masa kecil dengan cerita yang lebih berwarna dibanding anak-anak saya yang tinggal di Kota.

Salah satu cerita favorit anak-anak yang sering dimintakan kepada saya mendongengkannya adalah kisah Ibu waktu kecil bermain dengan Adik Ibu di kebun melinjo samping rumah. Kemudian saat main rumah-rumahan dan menjadikan salah satu dahan besar sebagai loteng (lantai 2) di mana kamar tidur terletak di sana, Ibu terjatuh dari dahan pohon tersebut. Ibu menangis memanggil-manggil Mide (sebutan untuk neneknya anak-anak) padahal Mide sedang tidak ada di rumah, sedang berjualan. Selain itu cerita Ibu menangkap belalang dan capung di sawah, mandi di kali yang jernih, mencari jamur jerami dan buah cengkeh di pematang sawah, menunggu kumpulan kerbau pulang kandang di sore hari sambil berangkat menuju masjid, serta banyak lagi cerita seru masa kecil Ibunya ini yang sering mereka minta diceritakan ulang.

Kalau versi masa kecil ayah yang kebetulan lahir dan besar di Jakarta, tak sebanyak dan seseru Ibu yang "orang kampung" hihihi. Yang paling terfavorit adalah cerita ayah waktu kecil digigit anjing tetangga, karena iseng mengganggu anjing tersebut. Ayah kecil harus dibawa ke rumah sakit Fatmawati dan mendapat beberapa jahitan di kakinya.

Mendongeng dan bercerita merupakan salah satu sarana komunikasi efektif bagi anak-anak. Selain memberikan edukasi dari isi cerita atau dongeng. Mendongeng mendekatkan hubungan antar anggota keluarga. Terasa kehangatan saat anak-anak berkumpul mendengarkan di samping kita. Mendongeng saya usahakan menjadi bagian dari komunikasi untuk mempererat tali kasih sayang di antara kami. Mari budayakan mendongeng dari rumah, tak punya ide?? Baca cerita dari buku atau media online atau ceritakan kisah seru masa kecil kita.

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Semua Tentang Dongeng Anak

2 comments:

  1. Kalo hard paper tahan lama ya Mak. Meski dicoret2 sama anak2 masih bagus juga.
    Moga sukses ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mak, jadi bisa diwariskan ke adek2nya, lebih irit juga tuh :). makasih mak sudah mampir

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.