Friday, April 25, 2014

Taby Kyrka: The Old Cruch of Taby #Oleh2Swedia

dengan latar belakang jendela gereja yang unik dengan hiasan kapal viking- poto koleksi pribadi
Salah satu cerita yang cukup menarik seputar kunjungan saya ke Swedia Oktober 2013 lalu adalah kunjungan ke sebuah gereja tua di Kota Taby. Pada hari kedua program, kami memang satu hari penuh mengunjungi satu municipal untuk belajar tentang praktik desentralisasi pendidikan di sana. Panitia melengkapi study visit hari itu , yang insyaAllah ceritanya juga bakal saya share dalam satu tulisan tersendiri , *janji2 mulu, *toyor diri sendiri* dengan mengunjungi salah satu gereja tua di daerah Taby Municipal ini.

Gereja Taby atau dalam bahasa Swedianya Täby kyrka adalah sebuah gereja abad pertengahan yang terletak di kota Taby, di profinsi Uppland, utara kota Stockholm. Gereja tua ini terkenal karena dinding dan langit-langitnya dilukis oleh seorang pelukis Swedia ternama Albertus Pictor. Kami mendapat penjelasan dan sejarah dari seorang guide yang bernama Mr Goran Nilsson.
Hall/aula geraja- poto koleksi pribadi

hall/aula gereja poto koleksi pribadi

Gereja dibangun pada pertengahan abad ke 13. Dibangun pertama kali berbentuk aula segi empat, atau dikenal sebagai a square hall church. Pada pertengahan abad ke 14 pengikut gereja bertambah dan sekitar 100 tahun kemudian beranda gereja dibangun. Selama pertengahan kedua abad ke 15, langit-langit kayunya yang datar diganti dengan langit-langit yang berbentuk kubah. Sedangkan altarnya sendiri dibangun sejak tahun 1470an. Sebuah batu dengan tulisan dari era viking sebagai pertanda tertentu dibangun di beranda gereja.
jendela gereja yang unik dengan hiasan kapal viking dan lukisan di dinding
Gereja ini terkenal sebagai salah satu gereja dengan lukisan mural oleh Albertus Pictor yang meninggal tahun 1511. Lukisan dinding dan langit-langit dibuat sejak tahun 1480an. Tidak seperti banyak karyanya yang lain, karyanya kali ini bercat putih di atasnya. Lukisan di dinding dan langit-langit ini melukiskan suatu rangkaian peristiwa yang ada di alkitab. Yang unik dan jarang ada dalam lukisan dimanapun dan menjadi ciri khas gereja ini adalah gambar seorang laki-laki bermain catur dengan si "Death", sosok kematian. Motif yang terinspirasi Ingmar Bergman, adegan terkenal dalam film The Seventh Seal. Motif ini sangat tidak biasa. Inspirasi utama untuk lukisan adalah Biblia Pauperum, koleksi peristiwa dari Alkitab. Gereja dan lukisan dinding serta langit-langitnya dilakukan restorasi secara komprehensif pada tahun 1994.

podium tempat pendeta berkhutbah, untuk naik ke atas terdapat tangga dibelakangnya - poto koleksi pribadi

bagian atas/loteng yang terbuka di bagian hall/aula gereka- poto koleksi pribadi


lukisan di langit-langit menceritakan peristiwa dari alkitab - poto koleksi pribadi

Selain melihat lukisan dan menikmati arsitektuh khas adab pertengahan, kami diajak guide untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang dulunya adalah ruangan rahasia/tersembunyi. ruangan ini dulunya dipakai untuk menyembunyikan keluarga dari sasaran kejahatan/perang. pintu besar dari kayu dengan palang yang tak kalah besar masih tetap diabadikan dari bagian dalam. 

ruang rahasia - poto koleksi pribadi
Kami juga diajak melihat ke loteng bagian atas melihat dari dekat lukisan di langit-langit. Saya sempat mengamati dan menebak-nebak ceritanya. Yang paling mudah saya tebak adalah cerita Ibrahim menyembelih Ismail, kemudian Tuhan menggantikan Ismail dengan seekor domba. Memang seperti demikian juga kemudian sang guide menjelaskan pada kami. Rangkaian cerita ini memang diambil dari peristiwa-peristiwa dalam al-kitab. Sebagai agama dengan rumpun yang sama, saya sebagai muslim juga mengenali cerita-cerita tersebut meski dengan beberapa versi yang berbeda. Ruang dalam gereja memang sangat unik dan menunjukkan usia dari gereja ini, namun jika dilihat dari luar bangunan tampak sangat sederhana sebagai sebuah gereja tua yang bersejarah. 
gerbang masuk gereja - poto koleksi pribadi

gereja tampak dari luar - poto koleksi pribadi

3 comments:

  1. Keren ya gerejanya. Serasa balik ke abad pertengahan.

    ReplyDelete
  2. Aku pasti histeris deh kalo diajal kesini mbak. Aku kan suka banget gedung2 tua kaya gini. Mupeng :(

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.