Friday, May 2, 2014

Tujuh Tahun Lalu di Philip Island #CeritaLama

Saat mendengar nama Philip Island, perhatian kita akan tertuju pada acara Motor Grand Prix, karena memang salah satu yang paling terkenal dari pulau kecil di selatan - tenggara Melbourne ini adalah arena circuit grand prix tersebut. Beberapa teman yang sedang study di Melbourne mungkin menjadikan acara ini sebagai salah satu tujuan yang harus dikunjungi selama mereka study di sana.

Tujuh tahun lalu, saya ingat saat itu 14 April 2007. Pastinya ingat karena itu hari ualng tahun sekaligus ulang tahun pertama perkawinan, saya dan suami menyebrangi jembatan yang menghubungkan Philip Island dengan daratan besar Australia. Tidak berdua, tapi dengan rombongan  mahasiswa asing Melbourne Uni dan keluarganya  penerima beasiswa dari Ausaid. Saya sedang mabuk berat saat itu dengan kehamilan memasuki usia 4 bulan. Perjalanan dari Melbourne ke Philip Island sekitar 1,5 Jam menempuh sekitar 140km.

Kami menikmati semilir angin pantai di The Nobbiest, memberi makan Kanguru dan Koala di Maru Koala and Animal Park, dan tentu saja menyaksikan Pinguin kembali ke laut di senja hari di Penguin Parade.

The Nobbiest.

Selayaknya pantai di wilayah selatan, the Nobbiest ini merupakan kawasan pantai yang tidak landai. Ditata sedemikian rupa dengan trotoar kayu, sehingga menjadi tempat yang cozy untuk melihat pemandangan laut nan biru, melihat burung-burung laut beterbangan menuju taman burung dan jika beruntung melihat para anjing laut berbulu (Fur Seal) pulang bersembunyi di bebatuan si Seal Rocks, yang letaknya sekitar 1,5 km ke arah laut. Seal Roks, karena bebatuan ini merupakan rumah dari koloni terbesar anjing laut berbulu dari Australia. Kami kurang beruntung karena tak bisa melihat binatang lucu ini. Tersedia teropong jarak jauh yang bisa membantu kita mengamati dari jauh.


Maru Koala and Animal Park

Bukan hanya Koala yang bisa kita temui di sini. Beberapa jenis hewan khas Australia bisa kita temukan. Mereka bebas berkeliaran dan kita tentu saja dapat bercengkrama. Koala tampaknya memang pemals, mereka lebih suka tidur di pohon kayu putih sambil mengunyah daunnya. Ngendon manja di atas pohon dan enggan berinteraksi dengan pengunjung. Kanguru justru lebih banyak berkeliaran dan berbaur dengan pengunjung. Kita bisa mencoba memberi mereka makan. Mereka lebih ramah. Yang juga tidak boleh kita lewatkana dalah Wombat, sejenis tikus raksasa khas Australia. Larinya sangat cepat. tapi saat ditangkap oleh penjaga dan diajak berbincang dengan kita, dia tampak malu-malu. Ada juga Tasmanian Devil, beberapa jenis burung danhewan lain yang saya tak hapal namanya. :)

Penguin Parade.

Ini yang tak boleh dilewatkan. Melihat gerombolan penguin mungil nan lucu kembali ke laut. Sayangnya kami tak boleh mengabadikan gambar, karena flash camera akan mengganggu penguin lucu itu. Bahkan petugas penguin parade yang over shooting dan mengganggu mereka dikenai hukuman pidana lho (berita bisa dibaca disumber gambar penguin dibawah yaa).  Kami duduk di tempat yang telah disedikan dengan jarak sekitar 20 meter dari pantai. No sound, No light... Kalau kita berisik mereka gak mau keluar dari rumahnya diantara bebatuan di pinggir pantai. Cukup lama menunggu, hari sudah benar-benar gelap saat makhluk imut itu, bergerombol bergerak menuju laut. Saya tidak paham nama spesies atau jenisnya, tapi penguin di sini katanya penguin dengan ukuran terkecil dibandingkan penguin di belahan dunia lain. Rasanya gemas melihat makhluk mungil ini berjalan pelan dengan goyangan badannya yang khas menuju pantai. Mereka terlihat sangat santai, kadang berhenti di tengah jalan...membuat kami makin gemas.


Photo ini diambil dari sini

2 comments:

  1. Postingannya lengkap, bikin yang baca jadi ingin ke sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sudah mampir Makpuh... mudah2an bs kesana :)

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.