Monday, November 10, 2014

#TakBisaKeLainHati

“Pastinya dek @melati07, sampai kapan dia mau bertahan. Anakku sudah mau tiga sekarang”

“Hahaha bang @abrahamduo, laki-laki kayak abangku @irhasibuan kan sudah langka, satu di antara seribu”

“Makanya, layaknya dia itu dimasukkan ke museum saja dik @melati07”

“Baiklah aku perhatikan betul wejanganmu bro @abrahamduo, tapi jangan musemkan aku dik @melati07 haha”

Masih bisa tertawa, walau terasa seperti sebuah dusta

“Segeralah eksekusi bang @irhasibuan, pilih satu fans-mu. Kami mensupport siapapun pilihanmu, begitu bukan bang @abrahamduo?

Sangat ingin aku melangkah, bukan tak ada kesadaran itu. Tak satupun yang menjadi luar biasa untuk menggantikannya di hatiku. Kalian sangat tahu itu. Aku tak pernah percaya bahwa cinta pertama tak akan mati. Tapi tak bisa kusangkal, hanya dia yang meninggalkan jejak cinta di hatiku, cinta pertama. Kepergiannya tak serta merta membawa rasa itu pergi. Aku tak jua bisa pindah ke lain hati. Entah sampai kapan harus ku ayun sendiri langkah-langkah sepi ini.

Depok, Awal Desember yang basah di 2013

*FlashFiction ini pernah diikutkan dalam suatu contest "project tentang kita" di RedCarra.com tapi belum menang hehe...

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.