Friday, December 11, 2015

[ Book Review & Mini Giveaway ] Jelajah Ujung Barat Indonesia: Banda Aceh - Sabang



Judul:  Jelajah Ujung Barat Indonesia: Banda Aceh - Sabang
Penulis: Muna Sungkar
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Halaman: 170  halaman
Kategori: Traveling
Tahun terbit: 2015


Pertama mau mengucapkan selamat untuk buku solo kedua, sahabat blogger berdarah Aceh nan manis ini. Selamat ya Maksay Muna Sungkar! Semoga lancar jaya ke buku solo berikutnya. Doain daku yaa *nyumput di belakang pintu. Hadeh ini mau mereview apa mau numpang galau sih. Baiklah, stop dramanya dan jeng jeeeng.

Buku ini saya rasa pas menjadi buku panduan perjalanan bagi anda yang ingin menjelajah ujung barat Indonesia. Yes, buku ini mengulas dengan lengkap tentang travelling ke Aceh dan Sabang (Pulau Weh). Traveling di dalam negeri sebetulnya tidak kalah seksi dengan traveling ke negara orang. Salah satu destinasi terbaik yang dimiliki Indonesia adalah Nangroe Aceh Darussalam. Potensi wisatanya luar biasa kaya. Meski sempat tenggelam karena konflik berkepanjangan dan bencana tsunami pada tahun 2004. Aceh telah bangkit dan mulai membenahi diri termasuk dalam hal pariwisata.

Setelah sekilas memberikan gambaran singkat sejarah Aceh, kita akan langsung bersiap berangkat ke Aceh. Apapun jalur dan moda transportasi yang dipilih, Aceh bisa dijangkau oleh semua jenis transportasi. Buku ini bahkan memberikan informasi lengkap armada, jadwal pemerangkatan, bahkan harga tiket bus misalnya.

Banda Aceh

Saya baru sekali ke Banda Aceh. Puas?? tentu belum. Maklum saya ke sana bukan fully untuk traveling tapi memang tugas kantor. Pastinya dalam sempitnya waktu saya sudah menyempatkan diri menikmati kekhasan Banda Aceh. Sedikit dari potensi wisata yang ternyata sangat beragam. Membaca buku ini kemudian saya mencatat banyak hal yang belum saya nikmati di Banda Aceh.

Untuk wisata sejarah, tentu ada Masjid Raya Baiturrahman, icon kota Banda Aceh. Wajib ke masjid ini jika sudah di Banda Aceh. lalu ada Gunongan, Pinto Khop, Rumoh Aceh atau Museum Aceh. Ada pula Museum Tjut Nyak Dien, tentu masih ingat dung ya dengan sosok pahlawan wanita asal tanah rencong ini. Semua obyek wisata sejarah ini diulas ringkas oleh penulis lengkap dengan bagaimana cara kita bisa sampai ke tujuan dimaksud. Saya baru sempat berkunjung ke Masjid Baiturahman saja, lain kali insyaAllah saya bisa mengunjungi yang lainnya.

Tsunami memang menjadi bencana, pengingat kebesaran dan kuasa yang Maha Pencipta. Namun Tsunami kini menjadi sebuah momen yang bersejarah yang meninggalkan banyak hikmah dan pelajaran. The one and only, jenis wisata yang hanya ada di Banda Aceh, Wisata Tsunami. Kedahsyatan tsumani kemudian diabadikan dalam beberapa bangunan monumental, di antaranya Museum Tsunami.

Yang tak kalah monumentalnya adalah PLTD Kapal Apung milik PLN yang merupakan pemasok listrik di kota Banda Aceh yang terdampar di sebuah desa Gampong Punge Blang Cut, Kota banda Aceh. Selain itu ada sebuah kapal yang terdampar di rumah penduduk yang kemudian diabadikan emnajdi obyek wisata. Kuburan massal korban Tsumani juga menjadi bagain dari wisata tsunami yang akan melengkapi kunjungan kita ke Banda Aceh. Saya sendiri juga sempat sholat di Masjid Baiturahim Ulee Lheue yang juga menjadi saksi kedahsyatan tsunami.

Selain wisata sejarah, wisata alam banda Aceh tak boleh dilewatkan. Hmm ada baiknya saya absenkan di sini yaa. Iya secara saya pun belum bisa mengunjungi obyek wisata alam ini yang sangat sayang dilewatkan jika traveling ke Aceh.  Must be back here as traveler hahaha. Ada apa saja? Pantai Lampuuk, Pantai Lhok Nga, Ujong Batee (Ujung Batu), Pantai Cermin Ulee Lheue, Pantai Lhok Mee, Gunung Geureutee (jangan dibaca Garut yaks hahaha), dan Air Terjun Shuhom. Ahh banyak ajah, takut nyasar? enggak dung! baca bukunya lengkapd engan tips "how to get there" plus harga tiket masuk wisata. Kekepin aja bukunya, InsyaAllah sampai ke tujuan dengan selamat hahaha.

Naah last but exactly not least adalah wisata kuliner. Inih yang paling ngangenin dan pingin balik ke Aceh. Beneran deh, kuliner khas Aceh nan otentik bakal memanjakan selera makanmu. *lupakan FC sejenak :P Jangan lewatkan menikmati kopi sanger, sajian kopi susu khas Aceh. Lalu Mie Aceh, jagoan saya sih Mie Aceh Razali. Sie Reboh daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah yang kaya khas Indonesia. Sayur Pliek U menu wajib hajatan di Aceh. Ayam Tangkap yang digoreng denagn beragam rempah dan bumbu dengana roma yang khas dan menggugah selera. Ayam Tangkap bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh juga lho.

Ada juga Sate Matang, agak berbeda dengan sate pada umunya yang disajikan dengan bumbu kacang, sate matang ditemani kuah soto matang yang gurih.Selanjutnya Martabak Aceh dan Rori Canai. Dua-duanya juga favorit saya. Nah kembali ke makanan "berat", ada Sie Kameng (gulai Kambing)  yang unik dan menggugah selera.  Ada juga Gulai Msam Keueng, cocok untuk pecinta seafood. Seafood segar dengan racikan bumbu spesial yang manis segar dan haruma roma daun temurui. Nasi gurih sejenis nasi lemak sebagai menu favorit sarapan pagi di Aceh.

Sajian ikan selanjutnya adalah Ikan kayu atau Eungkot Keumamah. Sajian tradisional warisan masa lalu yang terbuat dari ikan tongkol yang dikeringkan. Dinikmati dengan nasi panas dan gulai Aceh. Hmmm lezattooo. Naah lastly kita juga wajib mencoba kue-kue tradisional Khas Aceh  seperti timphn, kue bhoi,  keukarah dan kue adee. Semua memiliki cita rasa manis dan legit cocok dinikmati dengan secangkir kopi. Ah rasanya tak ada habisnya membincangkan kuliner khas Aceh. Oh iya, jangan lupa yaa membeli cindera mata atau souvenir  khas Aceh sebagai oleh-oleh, banyak ragam bentuk juga bisa disesuaikan dengan budget kita.

Sabang

Sebetulnya nama pulaunya Pulau Weh, di pulau inilah terletak  Kota Sabang. Masih ingat juga dung dengan lagu yang ini :

Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia ...

Sabang memang kota di ujung paling barat Indonesia. Untuk sampai ke Sabang bisa melalui Banda Aceh dengan transportasi laut atau melalui udara dari Bandar Udara di Medan. Ada apa di Sabang?

Ada obyek Wisata Alam apakah di Sabang? Tugu Kileometer Nol yang merupakan landmark andalan Kota Sabang. Sekitar 1 jam menempuh perjalanan dari Kota Sabang menuju Hutan Wisata Sabang tempat di mana tugu ini berada. Sampai di sana kita akan disambut dengan hampar samudra nan biru. worth it lah yaa.

Pantai Iboih adalah objek wisata alam selanjutnya. Kabarnya Iboih ini bak potongan surga yang jatuh ke bumi. Bikin penasaran gak siiih? Dari Pantai Iboih kita bisa hopping island menuju Pulau Rubiah. Penggila alam bawah laut wajib menyempatkan diri ke pulau ini. Beberapa pantai yang juga tak kalah cantik di Sabang antara lain  Pantai Gapang, Pantai Teupin Layeu, Pantai Teupin Sirkui, Pantai  sumur Tiga, Pantai dan Anoi Itam. Masih di Pantai Anoi Itam,  ada objek wisata peninggalan sejarah zaman Jepang. Sebuah benteng yang dulunya berfungsi  tempat penyimpanan senjata. Selain obyek wisata bahari, ada juga wisata alam danau dan air terjun di Sabang.

Danau Aneuk Laot, sekitar 5 km dari Kota Sabang. Danau ini termasyhur akan pemandangan senjanya yang memikat dan menenangkan. Dari Danau Aneuk Laot kita bisa melajukan kendaraan menuju air tejun yang tak aklah cantik, Air Terjun Pria Laot.  Akses yang mudah membuat kita tidak perlu khawatir mencapai obyek ini. Setelah bermain di pantai dengan udara yang panas, suasana segar dan dingin dis ekitar air terjun akan membayar lunas kelelahan kita menjelajah Sabang.

Menikmati wisata alam Sabang tentu tak lengkap tanpa mencoba wisata kulinernya.  Beberapa sajian khas kota Sabang misalnya Sate Gurita akan membuat kita ketagihan. Lalu ada beragam masakan mie semisal Mi Jalak, Mi Pingsun, dan Mi Sedap. Untuk penganan, ada juga Bakpia Sabang, mirip ya sama Yogya. Jangan lupa juga mencari souvenir dna oleh-oleh khas Sabang untuk dibawa pulang.

Selain menyajikan berbagai informasi wisata alam, sejarah, kuliner dan belanja di Banda Aceh dan Sabang, Buku ini juga memberikan informasi seputar akomodasi dan transportasi, plus contoh beberapa itinerary jika kita ingin menjelajah Banda Aceh dan Sabang.  Cukup lengkap dan memadai untuk memandu kita menjelajah ujung barat tanah air.

Giveaway time!
Ada 3 cindera hati yang bakal jadi milik peserta yang beruntung, dikocok yaa pemenangnya :)

Nah setelah membaca buku yang keren tadi, siapa yang pingin juga memiliki bukunya? Pada kesempatan kali ini saya juga ingin membagi satu buku yang review-nya baru saja teman-teman baca di atas. Gratis, selama alamat pengiriman ada di Indonesia. Syaratnya gampang banget kok:

1. Follow blog saya, Itu lhoo kan ada widget join this site di sidebar kanan blog ini, follow juga twitter dan IG saya di @ophiziadah. Makasyiii sebelumnya, insyaAllah saya folbek lhoo.
2. Jawab pertanyaan ini : "Saat mendengar kata Aceh atau Sabang apa yang kamu bayangkan? Tulïs jawaban teman-teman di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twitter, dan jawabannya.

Jawaban yang paling mengena di hati, bakal dapet buku keren ini. Plus saya juga mau bagi-bagi cindera hati untuk teman-teman yang sudah ikut mini giveaway ini secara acak. Mereka yang beruntung akan mendapatkan souvenir dari saya. Ada 1 buah souvenir lucu dari Stockholm, 2 buah Flip cover Samsung Galaxy S-5, masing-masing dengan motif kupu-kupu dan hijau tosca polos. Nanti bakal dikocok yaa, jadi siapa tahu kamu yang beruntung. 

Sampai kapan nih mini Giveawaynya dan pengumuman pemenangnya kapan? Hmm bagaimana kalau saya kasih waktu 10 hari ? Jadi sebelum liburan akhir tahun kamu sudah tahu pemenangnya. Yuuk marii....


93 comments:

  1. ikutan ya...

    Nama : Susanti Dewi
    Twitter : @santiadji


    Jawaban :
    kalo saya dengar kata Aceh, langsung ingat tragedi tsunami yang menghantam Aceh. Kalau mengingat kembali atau melihat kembali video2 tentang tragedi tsunami Aceh tersebut, mata dan hati saya gak berhenti ngeluarin air mata, nyesek banget. apalagi jika mengingat mereka yang anggota keluarganya meninggal akibat tsunami ini, pastinya tidak akan pernah lupa.
    juga kalo mendengar kata Aceh, saya akan langsung ingat sama mie aceh :) di kota saya sudah ada yg menjual mie aceh, entah rasanya sama atau tidak dgn yg aslinya. yang jelas, waktu saya nyoba mie aceh yg berjualan di kota saya, rasanya enak banget, nagih :)
    Kalo Sabang, saya cuma ingat dari Sabang sampai Merauke hehe... ingat juga pelajaran sejarah. Pulau Weh dan Pulau Roti :)

    ReplyDelete
  2. Ikutan aaah...
    Nama : Ika Puspitasari
    twitter : @ikapuspita17
    Jawaban :
    Kalau mendengar kata Sabang selalu ingat titik 0 kilometer negara kita dan pantainya yang indah. Ingin sekali bisa kesana dan melihat langsung para nelayan yang mencari gurita dan menikmati sate guritanya. Selain itu,saya melihat Aceh sebagai kota istimewa. Banyak yang terlitas di benak ketika menyebut nama daerahnya. Aceh itu identik dengan kata Serambi Mekah,GAM,Ganja dan TSunami.

    ReplyDelete
  3. Ikut meramaikan, dijadiin pemenang juga ngga nolak wkwkwkw

    Nama : Suci Santy Risalah
    Twiter : @suci_risalah

    Jawabannya
    Kalau dengar kata Aceh itu yang aku inget tsunami, kopi, mie aceh, masjid Baiturahman, sama teunku wisnu *ehh

    Aceh itu kaya akan budayanya. Dan aku pikir Aceh itu Melayu banget. Makanannya yang kaya rempah dan enak-enak. Aku emang blm pernah kesana dan beneran pengen banget menjelajah Aceh.

    O iya, aku tuh pengen ke museum tsunami itu loh. Menurut teman yg udh pernah kesana, museum itu bagus banget. Kan jadi tambah pengen kan. Doain ya mbak semoga ada rezekinya bisa traveling ke Aceh

    ReplyDelete
  4. Ikut meramaikan, dijadiin pemenang juga ngga nolak wkwkwkw

    Nama : Suci Santy Risalah
    Twiter : @suci_risalah

    Jawabannya
    Kalau dengar kata Aceh itu yang aku inget tsunami, kopi, mie aceh, masjid Baiturahman, sama teunku wisnu *ehh

    Aceh itu kaya akan budayanya. Dan aku pikir Aceh itu Melayu banget. Makanannya yang kaya rempah dan enak-enak. Aku emang blm pernah kesana dan beneran pengen banget menjelajah Aceh.

    O iya, aku tuh pengen ke museum tsunami itu loh. Menurut teman yg udh pernah kesana, museum itu bagus banget. Kan jadi tambah pengen kan. Doain ya mbak semoga ada rezekinya bisa traveling ke Aceh

    ReplyDelete
  5. Makasih banget reviewnya maksay. I love it. Ditunggu kedatangannya di tanah rencong sma krucil2 pastinya 😄

    ReplyDelete
  6. waaah, tak istirahatkan pikiran dulu. Dari Sabang sampai Merauke dech.

    ReplyDelete
  7. Bookmark dulu :D Belum punya pikiran

    ReplyDelete
  8. Nama : Dian Ekawati Suryaman
    Twitter : @luvnareskinar
    Tadinya saat mendengar kata Aceh yang terbayang adalah hutan belantara dengan kehidupan yang untouchable, peperangan, jauh dari perdamaian. Apalagi pasca tsunami..nyaris tidak ada bayangan keindahan tentang Aceh. Mendengar kata Sabang...tak ada gambaran apa-apa yang muncul di benak saya selain 'pasangan setia' nya...Merauke.
    Tapi apa yang saya bayangkan sama sekali tidak terbukti ketika saya mendapat kesempatan 2 kali mengunjungi Aceh. Kesempatan pertama 2 minggu di Aceh saya bisa sangat menikmati Aceh..buyar semua bayangan buruk tentang Aceh. Sungguhan Aceh itu asik banget. Saya menikmati keramahan orang-orang disana, kuliner mie aceh, rujak aceh, kopinya, masih membekas sampai sekarang. Saya menikmati pemandangan alamnya bahkan sejak sebelum pesawat Garuda yang mengantar saya waktu itu mendarat mulus di bandara Sultan Iskandar Muda. Luar biasa indahnya. Apalagi ketika saya berkesempatan mengunjungi Pulau Beras...aduhhh..cantik pake bangeeeeetttt. Dan bisa sampai ke Sabang..aduuhhh itu yaaaa bener-bener tempat kerennnn...
    Kesempatan kedua ketika harus lebih banyak stay di Bireun. Justru disini bayangan tentang Aceh yang kacau balau semakin hilang tak berbekas. Melihat Lhokseumawe..bahkan Danau Laut Tawar di Takengon..
    Ahhh Acehhh... saya masih pengen kesanaaaaa lagiii..
    Berbekal buku Jelajah Ujung Barat Indonesia Banda Aceh-Sabang pasti perjalanan ke Aceh bakal lebih fokus menjelajah tempat-tempat indah. Karena ternyata yang saya pernah kunjungi hanya sebagian kecil dari keindahan dan keajaiban Aceh. Fokus di Banda Aceh dan Sabang saja...mungkin waktu seminggu tak kan cukup..
    Semoga ada kesempatan lagi... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. noted mbak..jangan lupa follow blog Twitter n IG saya yaa

      Delete
    2. kenangan tentang Aceh mbak Dian terlihat berkesan banget yaaks...

      Delete
  9. Nama : Hidayah Sulistyowati
    Twitter: @Hidayah_Art

    Jawaban:

    Mendengar nama Aceh, dalam ingatan saya terkenang akan pemberontakannya yang bikin sedih. Alhamdulillah sekarang udah gabung dengan NKRI. Kemudian saya hanya mengingat foto-foto pantainya yang indah. Pasir putih, air yang biru dan jernih, bikin saya mupeng ngajak suami dan anak-anak ke Aceh suatu hari nanti. Apalagi waktu membaca novel dengan setting lokasi wilayah Aceh. Pulau Weh memiliki pantai yang indah, menurut deskripsi tempat yang dituturkan sang penulis. Ada juga satu tempat yaitu Danau Aneu Laot yang pengen banget saya kunjungi. Terus saya selalu ingin menikmati kuliner Mie Aceh yang super maknyuss. Terus terang saya udah ngidam pengen menikmati di temapt asalnya, yang pasti lebih maknyuusss. Semoga keinganan ini bisa terwujud tahun depan :)

    Bahkan agar bisa sering kesana, saya udah berharap suatu ketika ada salah seorang dari anak-anak yang berkarya di Aceh. Nah, kan saya bisa sering-sering menyambangi Aceh :D

    ReplyDelete
  10. Nama : Rani R Tyas
    Twitter : @ranirtyas
    Instagram : @ranirtyas

    Aku memang belum pernah ke Aceh tapi inilah yang pernah aku dengar ceritanya dan aku tonton dari acara di televisi.

    Tetanggaku yang seorang petugas brimop dan pernah bertugas di Aceh menceritakan memang di Aceh semuanya bernuansa Islam tapi ketika adzan tiba (mohon maaf sebelumnya), masjid selalu tampak kosong. Semoga saja yang beliau utarakan tidaklah benar, nyatanya beberapa masjid menjadi saksi atas kejadian tsunami beberapa tahun lalu. Jika dilogika, masjid itu pasti memiliki beberapa jamaah yang tetap setia sehingga dia tetap berdiri kokoh saat terjadi bencana tsunami dan menjadi bukti kebesaran Tuhan YME.

    Dan Acehlah yang menjadi identitas ketika seorang teman dari Brasil menyapaku di facebook. Bukan Bali atau Jakarta melainkan Aceh!
    F : Hi Rani, where you come from?
    R : Indonesia
    F : Indonesia is far from Brazil, social networking allows us to share experiences and make new friends. Umm, unfortunate tsunami in 2004, I remember the news, we weep to see images.
    ...................................
    See? How more popular Aceh than Bali :D Yes I think she must go to Aceh then she'll see a beautifull Aceh right now.

    Kalau menyebut Aceh rasanya kurang kalau tidak serta menyebut Sabang, jaman SD dulu bahkan aku tidak tahu di mana Sabang berada. HaHaHa.

    Lalu saat melihat tayangan di kompas tv baru aku melihat tugu nol kilometer yang letaknya di Sabang, berada di dalam hutan tropis yang masih asli. Saat itu presenternya ditemani oleh petugas TNI. Woooh membayangkan di sana aja sudah takjub.

    Hehe next time ah semoga bisa travelling ke luar P. Jawa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. setidaknya selain Bali dan Jakarta, Aceh juga mulai dikenal dunia ya mba

      Delete
  11. Assalamu'alaikum mba..

    Nama saya : ruli retno
    Nama twitter : @ruliretno

    Mendengar nama aceh itu, bagi saya seperti saudara jauhhhh.. ya satu bagian nusantara tapi rasanya jauh sangat. Saya selalu berpikir tiap disebut aceh akankah saya kesana. Meski segala hal itu mungkin tapi rasanya jauh. Disana tempat saudara2 kita setanah air terutama seiman. Hampir sama jauhnya seperti mau umroh. Untuk bisa kesana tentu dari kalimantan seperti saya kudu transit-transit dulu di tambah lagi disana saya tidak punya saudara. Dalam bayangan saya kota itu pastilah nyaman, jauh dari hiruk pikuk ibukota. Ahh entah kapan saya bisa kesana.

    Mendengar buku banda aceh terbit pun rasanya takjub. Ada juga penulis dan penerbit yang mau mempublikasi aceh secara luar selain karena tsunami nya.

    Terimakasih mba telah memberi saya kesempatan mengeluarkan uneg-uneg saya tentang aceh. I pray, i'll be there soon..

    ReplyDelete
  12. Nama: Anggarani Ahliah Citra
    Twitter: @ahliahcitra
    IG: @Anggaraniahliahcitra

    Jika mendengar kata Aceh yang terlintas di dalam benak saya adalah Perjuangan Para Ulama Islam.

    Kita pasti tahu bagaimana perjuangang para Ulama Islam yang tidak segan-segan turun tangan memperjuangkan kemerdekaan. Tidak ada lagi istilah lelaki atau pun perempuan. Semua siaga dan sigap mengangkat rencong demi sebuah kata---kemerdekaan.

    Jangan ditanya berapa harta yang mereka keluarkan, bukan lagi keringat yang mengucur tetapi darahlah yang mengalir. Lantas, beranikah kita meragukan keikhlasan dari perjuangan mereka? Bahkan mereka tak akan pernah berharap bahwa nama mereka akan kita kenang.

    Kemerdekaan bangsa kita tidak terlepas dari perjuangan para Ulama di Aceh. Bahkan ketika perjuangan mulai memasuki pintu kemerdekaan, seorang Bangsawan Aceh tak ragu menyumbangkan puluhan kilo emas untuk sebuah monument yang dapat memberikan prestise Bangsa Indonesia di mata dunia international. Emas itu masih dapat disaksikan oleh generasi-generasi hingga saat ini di Jakarta, walau pun banyak yang tidak mengetahui sejarah di balik monumen itu.

    Berapa banyak pejuang dari Ulama Aceh yang dikenal hingga saat ini? Entah. Di saat semua orang lebih memilih mementingkan ego masing-masing. Hingga sejarah perjuangan bangsa mulai kabur.

    Aceh identik dengan perjuangan dan juga Islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaw kenangan akan perjuangan dan sejarah Islam yang sangat membekas ya mba

      Delete
  13. Aceh kota Serambi Mekah yang membuat saya penasaran. Pengen banget ke sana, tapi jauuuhnyaa.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. smoga bisa ke sana ya..tdk terlalu jauh kok kalau dengan pesawat...

      Delete
  14. kalau denger kata aceh yang pasti aku langsung inget sm tsunami dan masjidnya mak. Tragedi tsunami yg menelan begitu bnyak korban dan masjid yg menunjukkan bahwa kekuasaan Allah amatlah nyata.

    twitter @mumaken
    ig @indachakim

    ReplyDelete
    Replies
    1. dua hal yang lekat bgtd g Aceh memang mak inda...Tsunami dan Masjid Baiturrahman

      Delete
  15. wah keceee mbak" inspirator ini sukses y mbak semoga lancar....

    ReplyDelete
  16. ikut buat ngeramain he he he :)

    Nama : Choirul Huda
    Twiter : @roelly87

    Jawab pertanyaan ini : "Saat mendengar kata Aceh atau Sabang apa yang kamu bayangkan?"

    selain wisata, sejarah, budaya, dan tentang tsunami 11 tahun silam, Aceh itu, -tepatnya Banda Aceh/ibu kota- punya kenangan tersendiri bagi saya.
    Salah satu yang terindah dalam seperempat abad lebih hidup saya, karena mantan saya asal sana dan banyak cerita mengenai Aceh. Dulu, kami nyaris menetap di sana, tapi... ya sudahlah.

    Eh ini bukan curhat ya, sekadar jawaban pribadi mengenai yang saya bayangkan tentang Aceh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiyaa.... ada yang punya kenangan mansi juga nih sm gadis tanah rencong hahaha

      Delete
  17. Mendengar kata "Aceh" yang terlintas the one and only "tsunami", for sure! Diikuti kota dengan penerapan syariah islami sekaligus juga kota dengan ladang tanaman ganja terluas di Indonesia.
    Sungguh ironi yaa.

    Done Followe ke-83
    @rosannaiqbal
    @rosannasimanjuntak

    ReplyDelete
  18. Mendengar kata Aceh, saya hanya ingat sebagai Serambi Mekah.
    Sejak tsunami, ingat kedua: Peristiwa Tsunami.

    Semoga sebuah rezeki, bisa membawa saya berkunjung ke Aceh. Aamin

    Nama: Een Endah
    Twitter: @eeney09 (kita udah saling add)

    Semoga daku, keluar dari kocokan....jadi juara.

    ReplyDelete
  19. Nama : Umi Marfa
    Twitter : @umimarfa

    Pulau di ujung Indonesia yang unik, mak. Diliat dari keagamannya yang kental, terus pernah terkena Tsunami, adat pernikahannya, tari Samannya, hukum adatnya dan yang pasti pahlawan perempuan yang pemberani dan menginspirasi, Cut Nyak Dien. Indonesia harus bangga punya Aceh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat bangga dengan keunikan dan kekhasannya

      Delete
    2. sepakat bangga dengan keunikan dan kekhasannya

      Delete
  20. Ikut ikut ikut...

    Nama : Inna Riana
    Twitter : @EmakRiweuh

    Jawaban : ingat Sabang, ingat lagu Dari Sabang sampai Merauke, tempat pulau paling ujung di Indonesia. Ingat Aceh, ingat tragedi tsunami dan kisah haru para korban yg selamat. Ingat Aceh, ingat pahlawam Cut Nyak Dien dan Teuku Umar (ngomong2 nama Teuku, saya sukanya sama Teuku Ryan, hehe). Ingat Aceh, saya ingat mie aceh yg sarat bumbu dan pedasnya nampol!
    Sekian dan terima kiriman kueh ^_^

    ReplyDelete
  21. Doakan saya semoga bisa kesampaian pelesir ke Aceh. Aamiinn... sekalian komen mau ikutan giveawaynya juga :)

    Nama saya Aprie, akun twitter dan instagram @aprieJ

    Ada 3 hal yang saya bayangkan ketika mendengar Aceh atau Sabang:
    1. Kubah Masjid.
    "Aceh adalah serambi Mekah" Jargon itu saya kenal sejak duduk di bangku sekolah. Budaya islam yang kental juga mendukungnya, Serta gambar kubah masjid yang sering saya lihat di almanak-almanak menjadi icon kuat dari daerah Aceh.
    2. Tampan dan Cantik
    Hemm... wanita dan lelaki Aceh terkenal betul karena parasnya yang cantik dan manis. Garis keturunan Arab masih sedikit melekat pada mereka. Saat SMA dulu, ada geng sekolah saya yabg isinya anak-anak keturunan Aceh semua. Tampan dan cantik-cantik. Kami yang berparas biasa ini bagai butiran debu, deh. :)))
    3. Kopi
    Jangan memgaku sudah mencoba semua kenikmatan kopi dunia dan musantara kalau belum mencoba kopi dari tanah Sabang. Alahmakk... wangi dan rasanya sedap betul. Duh, daya jadi kangen kopi Aceh ini. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... yang nomor dua itu lhoo, harus dibuktikan dengan dateng langsung yaa ke Aceh hahaha

      Delete
  22. Nama: Evi Sri Rezeki
    Akun Twitter dan IG: @EviSriRezeki

    Sebagai pencinta kopi, ingat Aceh tentu merujuk pada kopi arabika terbaik di Indonesia dan dunia selain Java Preanger. Sudah dua tahun ini saya meriset tentang kopi sebagai kebutuhan karya. Saya ingin sekali melihat perkebunan kopi Gayo. Jika dihitung masa tumbuh, tentu Januari ini perkebunan kopi Gayo sedang panen. Semoga tahun 2016 saya bisa melihat sendiri panen salah satu ibu biji kopi dunia, proses pengolahan, hingga siap dimasak.

    ReplyDelete
  23. masih bisa ikutan gak ya?
    Nama : Lidya Fitrian
    akun twitter & IG : @fitrian
    yang diingat tentang aceh ya Mie aceh kesukaanku :) pingin banget nyobain mie aceh di sana langsung

    ReplyDelete
  24. Sri Darmawati
    @Eyiaz_AB

    Ketika mendengar kata Aceh, ingatan saya langsung tertuju pada peristiwa dahsyat yang melanda daerha tersebut pada 26 Desember 2004 silam, Tsunami Aceh yang memakan ratusan ribu jiwa dan meluluhlantakkan Aceh.Masih terbayang potret seorang ibu yang mendekap erat bayinya yang masih mungil, keduanya tak lagi bernyawa, kaku. Saya tak mampu menahan air mata setiap kali mengingat gambar tersebut. Pun menonton film Hafalan Sholat Delisa yang berlatar peristiwa tsunami tersebut,alangkah hati dan pikiran dibuat terenyuh dan diliputi kesedihan. Akan tetapi, itulah ketentuan Allah dan semuanya harus menjadi suatu kejadian yang kita petik hikmahnya.
    Oh ya, mengingat Aceh, saya juga amat menyukai salah satu komedi Aceh yang mampu mengocok perut saking lucunya, yaitu komedi Haji Umar (saya kurang tau judul pastinya). Aceh, kini telah bangkit kembali. Kota Serambi Mekkah ini membangun infrastruktur yang hancur lebur.Semoga Aceh semakin maju dan religius, mempertahankan tradisinya hingga tetap patut menyandang sebutan Kota Serambi Mekkah. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah saya blom tahu nih komedi haji Umar... jadi penasaran

      Delete
  25. Ikut ya mbaaak

    Nama:Diah Dwi Arti
    akun twitter: @diahdwiarti

    Kalau dengar kata Aceh saya ingat sahabat pena saya. Gadis Banda yang punya akar sejarah dari Takengon (Aceh Tengah). back in 1997, pas masih kuliah, kami saling kenal lewat majalah An-nida. Kami bertukar cerita, bertukar foto. sahabat saya ini orang cerdas. kuliah di Teknik Kimia Unsyiah, lalu diterima di Depkeu dan ditempatkan di Jawa.
    Waktu gempa besar (yang kemudian disusul tsunami) melanda Aceh, saya sempat meng-sms dia dan menanyakan kabar keluarganya. katanya, "baik saja." setelah itu tiba-tiba tsunami menerjang.

    Kami sempat kopdar juga lho. Waktu itu pasca tsunami. Sahabat saya ini berlibur ke Jogja bersama sang suami. Saya menemuinya di lobby hotel di wilayah Malioboro. E ternyata suaminya dulu kuliah di UGM juga, satu angkatan juga dengan saya. Jadi kopdarnya nyambung gitu.

    Ohya, keluarga sahabat saya ini selamat dari terjangan tsunami. semuanya. Alhamdulillaah.

    Lalu saat saya sudah menikah dan hijrah ke ibukota, kami kopdar lagi di tempat saya tinggal. Saat itu dia belum dikaruniai momongan. Sekarang sudah ada satu gadis kecil cantik yang meramaikan hidup sahabat saya ini.

    Kalau dengar kata Sabang, saya ingat kisah sahabat saya. Dulu dia KKN di Sabang. Dia bercerita kalau Sabang dikelilingi pasir putih. Ke mana pun pandangan tertuju, yang ada hamparan pasir putih.

    Dah, sekian dulu cerita saya tentang sahabat saya, seorang perempuan Aceh yang hebat.

    ReplyDelete
  26. Ikutan juga ya, Ophi :)
    *done follow ur ig, twitter, blog*

    Nama: Devi Ratna.D
    akun twitter: @kavidrd, IG: @dvratna

    Kalau dengar kata Aceh, yang langsung saya ingat adalah Adik bungsu saya. Agustus 2015 lalu, saya dengan membawa anak kecil saya yang saat itu mendekati 1 tahun umurnya, mengantarkan bibinya (adik saya) yang akan melanjutkan kuliah di Kedokteran hewan di Universitas Syiah Kuala. Sedih memang, harus berpisah lagi dengan adik saya. Selama ini, sejak saya kuliah dan sampai saya menikah, saya di Bandung, sedangkan adik, di Pangkalpinang, ingin rasanya ia bisa berkuliah di Bandung saja, tapi takdir menuntunnya untuk peroleh ilmu yang insyaAllah manfaat di Serambi Mekah. Yang saya ingat ketika menyebutkan kata Aceh, tentu saja persitiwa Tsunami yang dahsyat itu. Waktu kesana saya kunjungi Museum PLT.Apung, sayang museum Tsunami sedang mengalami renovasi, sehingga tak sempat saya lihat isinya, padahal saya berencana mau muhasabah disana, lho! :) InsyaAllah lain waktu akan kesana lagi.
    Kalau sebut Aceh, tentu ada lagi yang bikin saya teringat: Kopi Aceh :) sampai-sampai waktu kesana saya lebih tertarik mencari Kopi ulee kareng yang tersohor itu ketimbang Mie Razalainya (heheh, karena di Bandung cukup sering saya makan mie aceh di gampoeng aceh, jadi yang bikin penasaran saja yang mau dicari).

    Oke, sekarang kalau dengar kata Sabang, saya akan ingat dengan satu hal: garis terluar Indonesia dari sebelah Barat. Itulah Sabang, di pulau itu, ada titik 0 km Indonesia yang saya tonton di salah satu acara keliling Indonesia dan sejak saat itu jadi jatuh cinta sama Sabang. Kalau lagi jalan-jalan lihat gambar Sabang, rasanya ikut menyelam bersama ikan-ikan cantik dan tentu saja terumbu karang penuh pesona kepunyaan Sabang.

    ^___^

    ReplyDelete
    Replies
    1. what a lovely memory of Aceh n Sabang yaa

      Delete
  27. Nama: Dian Farida Ismyama
    Twitter:@dian_ismy
    Jawaban:
    Mendengar kata Aceh tentu saja saya langsung ingat tentang tsunami. Tapi ada satu hal lagi yang bercokol di pikiran saya sebelum tsunami, yaitu tari Saman. Tarian yang iramanya cepat, harmonis, penarinya banyak tetapi kompak dan yang melihatnya jadi ingin mempelajarinya juga. Dan seperti anak-anak indonesia pada umumnya, saya pernah bisa nari Saman zaman TK. Hehe. Tapi sekarang sudah lupa lagi deh. Seru ternyata harus kompak dengan banyak penari lainnya.

    Kalau Sabang jelas ingat lagu nasional Dari Sabang sampai Merauke. Legendaris banget, daerah paling barat indonesia yang namanya sudah dikenal oleh anak-anak sejak dini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah bs Tari Saman zaman TK keren atuuh. itu kan susaaah bgt kata saya mah benr2 butuh kekompakan

      Delete
  28. Nama: Arinta Adiningtyas
    Twitter: @arinta_arinta

    Kalau mendengar kata Aceh, yang paling saya ingat adalah bahwa Aceh merupakan provinsi yang istimewa. Dulu, kalau sedang menghafal nama provinsi dan ibu kotanya, Banda Aceh lah yang paling saya ingat setelah Semarang. :)
    Kemudian, karena Tamara Blezinsky lah saya akhirnya tau kalau Aceh itu disebut sebagai Serambi Mekah. Iya, dia dulu nikah disana kan? Hihi..maklum, sejak kecil tontonannya gosip. *OMG
    Lambat laun, Aceh mulai saya kenal sebagai kota GAM. Kenapa sih, orang-orang itu ingin pisah dari Indonesia? Pertanyaan itu sering tiba-tiba terlintas saat menonton berita di televisi.
    Tahun 2004, ingatan saya tentang Aceh langsung berbelok. Iya, ini karena tsunami. Setiap kali menonton TV, rasanya tak percaya kalau Aceh menjadi kota yang hampir mati. Entah mengapa, kalau dengar lagu tentang Aceh, rasanya mendengar kepiluan. :(
    Oya, ada lagi, saya suka tari Samannya. Enerjik, tertib, dilakukan cuma sambil duduk, kompak, selang-selingnya mengagumkan. Saya suka, saya sukaaa..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha beragam sekali kenangan tentang Acehnya mbak...smp ada Tamara segala hahaha

      Delete
  29. Nama: Anne Adzkia
    Twitter: @anneadzkia21

    Saya belum pernah ke Aceh, dan memang saya belum pernah mengunjungi pulau Sumatera. Kalau denger kata Aceh, saya inget sejarah bagaimana Islam tumbuh dan berkembang di Aceh. Kisah Marcopolo yang mengatakan bahwa dia sudah menemukan penduduk Aceh beragama Islam ketika beliau pertama kali mendarat di Perlak. Juga kisah kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia (kalau saya gak salah ingat ya, soalnya pelajaran sejaah banyak yg kabur).
    Tapi perjalanan keislaman Aceh memang berkesan hingga sekarang menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yg istiqomah menegakkan syariat Islam.
    Sejarahnya yang berkesan (juga meninggalkan kenangan kelam, karena saya punya cerita sedih di saat yg sama) yaitu ttg peristiwa Tsunami. Bagaimana masjid-masjid merupakan saksi bisu peristiwa itu, karena tetap berdiri kokoh tidak tersapu tsunami. Juga kisah-kisah Al Qur'an yang ditemukan utuh. Masya Allah. Aceh memang luar biasa. Semoga suatu saat saya diberi kesempatan singgah ke Serambi Makkah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin semoga bisa ke sana sekleuarga ya mbak

      Delete
  30. Ikuttttt
    nyoba lagi.

    Nama : Widyanti Yuliandari
    Twitter: widyanti_y

    Kenapa setiap denger kata "aceh" itu yang kbayang adalah kopi! Padahal udah tobat dari pecandu kopi.Tapi mungkin deepinside my heart masih tak bisa melupakan kopi. hahayyyy.... tapi bener, emang kopi itu lekat dengan Aceh, kok. Nah,kalau Sabang,lain lagi. Aku tuh langsung kebayang pantai sama kuliner ikan yang enyakkk enyakk. Ini dasar tukang makan ya. Ha..ha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mantan pecandu kopi mesti deh punya kenangan indah dengan kopi Aceh

      Delete
  31. Nama:Khairiah
    Twitter: @HarieKhairiah
    Dulu waktu mau SMA dan bakal pindah ke Aceh yang kebayang tentang Aceh itu Agamanya kuat, semua lelaki pakai peci dan wanita pakai jilbab atau selendang. Sekarang setelah menetap di Aceh, ternyata Aceh itu beragam banyak hal yang bisa dinikmati dan dipelajari, yaa kuliner, alamnya, sejarah dan masih banyak lagi. Dan yang paling saya suka pantainya. Nggak makan waktu lama di jalan kalau mau menikmati keindahan pantainya paling lama 2 jam perjalanan dah sampai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah seru dung ya bs sering2 menikmati keindahan pantai di Aceh

      Delete
  32. Nama: Arina Mabruroh
    Twitter: @arinamabruroh

    kalo dengar kata 'Sabang' ingetnya lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' yang artinya kalo nggak ada Sabang berarti Indonesia nggak lengkap. Trus ingat pulau Weh yang sering ditayangin di acara travelling di Teve2 itu, yang pantainya cantik banget, yang wisata bawah lautnya super keren dan seabrek hal yang bikin mupeng.

    Kalau Aceh, ingatnya adalah Tsunami, bencana terbesar yang melanda ujung Indonesia tahun 2004 lalu.Trus Masjid Raya Baiturrahman yang namanya sama kek Masjid Agung di Sempang Lima Semarang, dan yang terakhir ingat Mie Aceh. wajiib... karena travelling dan nggak kulineran itu ibarat makan tanpa garam. hambar. heheheh

    ReplyDelete
  33. Nama : angki masih dibawah umur
    Twitter : @angkisland
    Instagram : @angkisland

    Saat ku dengar kata Aceh mbak...
    rasanya dadaku rontok...
    karena aku sedang menunggu seorang di sana yang ternyata sudah bersuami
    dan ku tunggu jandanya

    hadeeeeeh sudahlah hahaha
    gak penting bahas Aceh...

    Lebih baik ku move on dah masih berharap di Pulau Weh ada serpihan debu cinta yang masih diijinkan dijamah dan mimpikan...

    Aseeekk...

    Baiklah mbak cuma satu kata untuk Aceh dan keistimewaannya...

    Bila saja Aceh benar-benar berjuang...

    Kejayaan Indonesia akan dimulai dari Aceh...

    Hehehe baiklah mbak itu saja

    daripada saya makin galau
    dan gak dapet jalan-jalan gratisan ke sana lagi...
    T.T moga aja mbak muna and mbak ophie masih sudi
    berbaik hati bagi-bagi inspirasi agar diriku move on hahaha

    sudahlah mbak anak muda masih dibawah umur yg gelau karena Aceh telah berlabuh di tanahnya sendri eaaaa

    Pizzzzz

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... ada yang galau ternyata. salah satunya karena gadis Aceh yg menawan hati qiqiqi...sayangnya tinggal kenanagan
      hayoo lah move on ki....

      Delete
  34. ikutaaan

    akun twitter : @MentionSari
    udah follow gfc, pakai akun sari widiarti

    jawaban : saat pertama kali dengar kata aceh yang terlintas ya saat gempa tsunami itu, rasanya ngeri, nyesek, nahan tangis, sampai - sampai nggak lihat tivi, karena hampir semua stasiun televisi bahas gempa tersebut, foto plus video bikin merinding, rasanya nggak pernah siap jika aku bertukar tempat seperti korban tsunami, banyak derita dan kehilangan. Beneran belum siap tiba - tiba kehilangan yang kita cintai :((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...kisah tsunami mmg menggetarkan hati ya

      Delete
  35. ikutan makkk

    Nama : Dwi Puspita
    Twitter : @dwi__puspita

    Kalo dengar kata Aceh yang pertama langsung ingat dengan peristiwa tsunami, entah mengapa bencana itu tetap terngiang untuk Aceh. Mungkin karena bencana itu sampai menewaskan banyak orang. Jujur nih...kadang aku parno antara iya atau tidak untuk berlibur kesana. Tapi dari lubuk hati yang paling dalam aku ingin pergi kesana untuk menikmati objek wisata yang ada di Aceh dan ingin beribadah di Masjid yang menjadi ikon Aceh sendiri serta wisata kulinernya yang bener2 endes. Aceh...kadang aku ingin kesana untuk menggapaimu dan mimpiku....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin smoga bisa terwujud yaa...ke sana dan menikmati ang unik dan indah

      Delete
  36. Nama : Nurul Ulu Wachdiyyah
    Twitter : @bandungdiary

    Aceh yang saya kenal akhir-akhir ini adalah Museum Tsunami-nya. Mungkin gara-gara seminggu ini nonton acara traveling di tv, pembawa acaranya lagi nerangin wisata di Aceh gitu. Museum Tsunami diliput juga pastinya. Saya udah sering denger sih tentang museum tersebut. Ditambah arsiteknya yang walikota saya, Ridwan Kamil. Jadi berasa ada kedekatan dengan Aceh :D

    Aceh yang sebenar-benarnya saya ingat adalah Tsunami. Waktu kejadiannya dulu, saya sedang berlibur di hotel bersama dengan keluarga di Cirebon. Saya kan ulang tahun pas di awal tahun. Ceritanya liburan sambil merayakan ulang tahun. Tapi pas saya nonton tv, ada berita tentang Tsunami di Aceh. Rasanya sedih, patah hati, pengen langsung terbang ke Aceh. Maksudnya, Tsunami saya pikir cuma kejadian di negara lain, di negara yang penduduknya gak saya anggap punya kedekatan gituh. Ini mah di Aceh, sesama orang Indonesia. Jadinya liburan di ujung tahun 2004 rasanya pahit banget.

    Kalau ke Aceh, tempat pertama yang mau saya datangi adalah Museum Tsunami. Saya mau masuk ke bagian lorong yang katanya sempit gelap terus ada air yang memercik ke pengunjung. Saya gak mau ngalamin Tsunami, tapi mau merasakan sedikiiiiiit aja perasaan orang Aceh waktu itu. Saya juga mau ke pantai terdekat, mungkin bukan cuma keindahan pantainya aja yang saya pengen lihat. Tapi mau ngebayangin aja di pantai itu dulu pas Tsunami gimana.

    Duh sedih gini sih nulisnya :D Sori, Ophi. Heuheuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada perasaan sedih dan nyess di hati lhoo saat memasuki lorong di museum tsunami ituuh. wajib lah ke sini klo ke Aceh

      Delete
  37. Saya ikut meramaikan ya Mbak Ophi.

    Nama: Rudi G. Aswan
    Twitter: @belalangcerewet

    Saat mendengar kata Aceh, dua hal yang segera terbayang. Pertama, kelezatan mi Aceh yang khas dengan bumbu rempah lokal yang kuat. Sejak pertama kali menyantapnya, entahlah, saya langsung suka. Apalagi nasi gorengnya yang juga nikmat. Paduan rempah dan minya yang besar sungguh lezat lantaran menyerap bumbu-bumbu sehingga masih gurih saat disantap.

    Kedua, tentang kemurahan hati para warga Aceh dalam menyambut pengungsi Rohingya yang terdampar di pantai Aceh Utara setelah berbulan-bulan mengapung tak tentu arah di lautan--terombang-ambing dan ditolak negara mana pun. Inisiatif warga kampung nelayang membuat saya menangis sebab mereka bahkan melampaui aksi negara secara resmi. Saat semua negara seolah tak peduli, warga Aceh dengan gembira menyambut pengungsi yang tiada diakui di mana-mana. Lapar dan lemah, sungguh warga Aceh seolah malaikat.

    Bahkan sampai kini telah dibangun shelter permanen di Blang Adoe yang menempatkan para pengungsi dalam rumah-rumah di suatu kompleks besar, termasuk pasar dan masjid. Tentu saja dengan dukungan banyak pihak dan donatur. Namun peran dan inisiatif warga Aceh sungguh sungguh besar dan luar biasa berani.
    Bahkan saat menuliskan komentar ini pun saya tak sanggup menahan titik-titik air mata. Semoga saya suatu saat bisa berkunjung ke Aceh. Selain menyapa pengungsi di shelter, ingin pula mencicipi aneka kuliner yang kaya bumbu dan cita rasa.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm catatan manis tentang Aceh ya mas... semoga amal baik warga Aceh terhadap ara pengungsi menbawa keberkahan bagi tanah rencong

      Delete
  38. Kalo mendengar nama Aceh yang kuingat pantai sama masjidnya yang megah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua ini memang obyek wisata yang agk boleh dilewatkan mak

      Delete
  39. Nama : Ira Guslina
    twitter : @duniabiza

    Kalau ingatanku soal Ayam Kabur yang enak, gurih penuh rempah. Mie Razali serta kedai kopi yang tersebar di sepanjang jalan dengan cara meracik yang sangat khas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha Ayam tangkap kali yaa...memang enak dan ngangenin... Mie Rzali dan kedai kopinya memang tak mudah dilupakan

      Delete
  40. Nurul Ulu Wachdiyyah
    @bandungdiary

    Karena ngotot pengen bukunya, saya mau cerita tentang Sabang yang mana saya gak punya kesan/ingatan apapun tentang Sabang karena saya belon pernah ke sana :)))))))) Sabang yang saya tahu ya lagu nasional: Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau.

    Sahabat saya pernah kerja di Sabang, kerja jadi guru di program Indonesia Mengajar. Baru deh saya denger langsung dari dia tentang Sabang dan kayaknya harus ke sana langsung supaya menyaksikan dan merasakan sendiri keindahan pantai-pantai di Sabang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. smoga bisa ke sana ya Ulu..sy juga blom ke Sabang mah...

      Delete
  41. Nama: Muhammad Lutfi Hakim
    Twitter: @luuthfie

    Jawaban:
    Ketika mendengar kata Aceh, selain bencana tsunami, saya teringat teman-teman saya semasa kuliah di Timur Tengah beberapa waktu lalu--dan dari merekalah saya mendapat cerita yang mengena di hati.

    Salah satunya saat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) masih aktif. Waktu itu warga pribumi selalu diliputi rasa takut karena khawatir suatu saat anggota keluarganya dijadikan akativis GAM. Menurut penuturan kawan saya, cara perekrutan anggota GAM terbilang ekstrem. Misalnya mereka mendatangi rumah warga saat tengah malam sambil menodongkan senjata ke arah sasaran. Pilihannya hanya dua: (1) ikut pergi ke hutan bersama GAM atau (2) ditembak di tempat. Ada juga dengan cara anak-istrinya diculik/disandera untuk ditukar dengan sang bapak/suami(untuk bergabung dengan GAM).

    Saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya penderitaan warga Aceh yang hidup di lingkungan seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mendengar kata Sabang, saya langsung teringat nyanyian iklan mi instan tempo dulu: "Dari Sabang sampai Merauke..." Kalau yang ini tidak menyentuh di hati, tapi menyentuh di perut (jadi lapar).

      Delete
    2. hmm tapi bikin iklan ini jadi melegenda yaa gara2 lagunya itu. menyentuh perut banget memang

      Delete
    3. cerita ttg GAM ini memang menggidikkan bulu roma yaa...semoga Aceh damai selalu

      Delete
  42. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  43. Nama : Khoirur Rohmah
    Twitter : @rohmahdg

    "Saat mendengar nama Aceh atau Sabang, apa yang kamu bayangkan?"

    Saat mendengar Nama Aceh. Saya teringat sama kakak kelas di Aliyah yang menuntut ilmu ndek sana.
    Tak hanya itu, Aceh juga terkenal dengan serambi makkah.
    Ada juga kuliner khas dan khas Aceh. Tapi lupa ap namanya. Yang kebetulan saat itu aku liat di infotaimen yang isinya selebitis mencicipi kuliner khas Aceh tersebut. Hhhhee
    Membayangkan Banda Aceh, ada masjid yabg begitu kokoh yang ingin ketemui. Masjid baiturrahman. Tak hanya itu. Membayangkan Aceh, juga mengingatkan tentang peristiwa Tsunami yang pernah melanda serambi mekkah ini. Sehingga munah museum Tsunami. Yang aku tahu juga dari televisunya mbahe.


    Terus kemudian, kalo di tanya apa yang dibayangkan ketika mendengar nama Sabang?

    Wisata alamnya di kilometer Nol. Wiihhhh pertama kali ini aku lihat ditelevisinya mbahe.
    Behhh amazing tempatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah banyak hal yaa yang terbayang mendegar Aceh dan Sabang... memang kedua tempat ini kaya akan wisata alam, kuliner dan sejarah

      Delete
  44. Biarpun ketinggalan saya tetep mamoir di postingan ini dah. Padahal saya kemaren dah buat IG demi ikut GA ini. 3 hari lalu saya bikin draft lomba gagas media, jadi bener2 fokus dan lupa ada GA dari Mak Ophie :(

    Saya suka Indonesia. Indonesia itu Indah. Saya pernah ke Kabupaten Agam di Sumatra Barat dan menyaksikan keindahan pepohonan yg hijau disepanjang jalur bus. Saya pernah ke Bukittingi. Bagi saya Sumatra is Amazing!

    Sekarang saya kuliah di Jogja. Banyak pantai indah dan goa-goa di sini. Gak hanya Pindul yg terkenal itu, tapi ada gua2 keren di sepanjang Gunung Kidul yang perlu dieksplorasi.

    Beberapa bulan lalu Dikti ngadain #MenyapaNegeriku di mana para terpilih akan menjadi kontributor di daerah yang sudah ditentukan. Program ini cuma 5 hari dan dipandu kakak dari SM3T. Para kontributor tinggal di pelosok seperti Sorong Papua. Program ini hampir mirip dengan Indonesia mengajar. Saya ikut, tapi gak lolos seleksi. Saya milih Sorong sebagai destinasi saya. Saya pernah buat postingan di blog dengan judul Papua di Mata Jogja. Sejak saat itu saya jatuh cinta pada sorong dan ingin mengeksplorasinya :)

    Indonesia Keren! Gak papa dah saya gak ikut GA ini, tapi saya mau meramaikan dgn berkomentar saja. Makasih ulasan bukunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...makasih yaa sudah mau mmapir. Next GAku ikutan yaa

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.