Thursday, August 31, 2017

Blogger Muslimah Meet Up: dari Tips Menembus Penerbitan, Beauty Class, Hingga Mengasah Penulisan Fiksi


Jalanan Ciputat Minggu pagi 27 Agustus demikian lengang. Cuus... Ciputat ke Matraman hanya sekitar 45 menit, tidak ada hambatan berarti. Ayahnya Krucils "memaksa" mengantar saya dan ka Alinga ke tempat event di mana saya akan mengikuti seseruan sambil belajar di Blogger Muslimah Meet Up.



Dek Paksi dan Ka Zaha sudah diamankan ke rumah Mbah & Kakung. Jadi saya dan Ka Al bisa berangkat tanpa banyak kerempongan. Awalnya kami akan menggunakan commuter line dan Ka Al seneng banget karenanya. Sempat agak ngambek saat tahu akhirnya diantar Ayahnya dan ogah-ogahan sarapan.

Sesampai di parkiran Apartemen Menteng Square saya harus menyuapi Ka Al hingga sarapannya habis. Acaranya bakal selesai sekitar jam 15.00 lhoo, jadi harus well prepared termasuk urusan perut. Memasuki gedung Nutrifood Inspiring Center yang kebetulan belum terlalu ramai, mata saya langsung tertuju pada penataan ruang "tamu" di lantai bawah yang instagram-able dan looks cozy. Mas yang jaga dengan ramah menunjukkan kalau acara Meet Up diadakan di lantai 2.


Setelah registrasi dan menerima cupcakes lucu koleksi dari She_Collection_id saya dan kakak kemudian ikut-ikutan peserta lain yang sudah datang duluan yang tengah asyik berphoto-photo. Iyes, venue di NIC ini memang gak boleh dilewatkan buat photo-photo. Lumayan kan buat nambahin koleksi photo kece di IG kita. Di salah satu meja tampak kumpulan aneka makanan dan penganan. Iya, kan ceritanya pot luck jadi makannya dari kita untuk kita.



Setelah peserta cukup ramai acara segera dimulai. Digawangi oleh Host Syantik Neng Liswanti Pertiwi acara ini diawali dengan perkenalan. Setelah itu ada sepatah kata sebagai pengenalan (kembali) profil Blogger Muslimah oleh Foundernya Uni Novia Syahidah Rais. Karena pembicara pertama juga sudah hadir, lanjut ke materi sesi I yang disampaikan dengan seru, segar, dan penuh semangat oleh Mba "Dee" Rahmadiyanti Rusdi dari Noura Publishing. Sebelumnya ada game seru, Blogger Muslimah bagi-bagi hadiah untuk "memanaskan" suasana hahaha.

Tips Menembus Penerbit


Menyimak materi dari Mbak Dee, selain bolak balik ngetweet, pikiran saya agak menerawang ke mana-mana, terlintas impian bisa menerbitkan buku *uhuk, impiaan mulu* . Maaf ya Mba Dee kalau saya seperti tidak konsen mendengar paparan Mba Dee yang sangat berisi tapi malah sibuk dengan gadget. Bukan sekedar menjalankan pesan sponsor untuk live tweet, saya ngetweet sekalian buat catatan materi pembicara. 

Biasanya gitu sih kalau ikut event, karena pernah mencoba bikin catatan sendiri dan tetap kudu ngetweet jadi malah keteteran dan gak maksimal. So far, it works. Selain bisa menang live tweet (saat beruntung), kalau mau bikin reportase tinggal buka twitter deh hahaha. *semacam ngasih tips gitu sih :P Jadi kalo mau, bisa banget ke timeline akun twitter @ophiziadah dan kepoin #BloggerMuslimahMeetUp. Sst jangan lupa follow yaa, nanti saya folback *teteeep usaha*

Sekilas Mba Dee menggambarkan alur penerbitan buku mulai dari naskah di tangan penulis hingga buku berada di toko buku. Penting menjadi pengetahuan bagi calon penulis atau yang sudah jadi penulis tentang ekonomi penerbitan buku, kebijakan produksi, standar ekonomi penerbitan buku, saluran dan distribusi buku, strategi komunikasi hingga pemanfaatan media sosial. Namun yang menjadi concern calon penulis yang ingin menerbitkan buku *baca saya* lebih banyak terhadap ada apa di balik itu?

Bahwa dunia buku adalah dunia gagasan. Gagasan atau ide menyangkut 4 aspek yakni content, context, creativity, dan community. Mba Dee kemudian memaparkan lebih lanjut terkait ke 4 aspek tersebut termasuk creativity yang berhubungan dengan pengemasan, promosi, penjualan, dalam semua lini. Yang juga baru saya pahami adalah adanya ide mengilhami terbentuknya komunitas-komunitas yang mendukung industri penerbitan.



Salah satu yang penting untuk dicatat oleh calon penulis atau penulis pemula adalah gagasan dapat berupa atau berasal dan digali dari naskah  yang brilian, potensi tokoh/ penulis, kebutuhan masyarakat, tren kehidupan, dan juga momentum. Terkait dengan tema, tren, dan kebutuhan pembaca, tulisan mengenai bagaimana menjadi kaya dan makmur, sehat dan bahagia, cerdas dan terampil, saleh, atau tema tentang menjadi "gahol" eh maksudnya tren dan gaya hidup, serta tulisan-tulisan yang menghibur masih menjadi tema-tema yang digemari masyarakat pembaca.

Last but not least ada beberapa tips menembus penerbit yang dibagi oleh Mba Dee. Kita sebaiknya memiliki hal-hal baru yang menarik perhatian publik, jadi semacam out of the box atau bring new idea. Kemudia kita harus punya kejelasan dari segmen buku yang ditulis. Iya, karena yang galau-galau itu gak asik, termasuk soal segmen buku hahaha. 

Kualitas penulisan serta penulisan yang sistematis dan aktual juga menjadi poin tersendiri di mata penerbit. Alangkah baiknya sinopsis dibuat semenarik mungkin ditambahkan daftar isi dan 3 bab awal. Selain itu rajin-rajin mengamati tren buku, jadi harus sering ke toko buku, bukan ke toko pancing yaa hahaha.

Penulis pemula? Jangan minder, kita tetep punya kesempatan dan chance kok untuk bisa menembus penerbit. Jadi yuuk rajin-rajin aja kepoin gaya dan kecenderungan para penerbit dengan mengikuti akun media sosial mereka atau website dan buku-buku terbitan mereka. Cemungut kaka :)

Sesi Mba Dee diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi.

Beauty Class dari Viva Cosmetics


Next session is beauty class. Sst bukan sekedar belajar dandan lhoo, tapi Blogger Muslimah mendapat info dan tips untuk menjaga kulit yang bersih dan sehat sebagai inti dari kecantikan kulit. Viva Cosmetics, Hmm rasanya wanita seusia saya (berasa tua) pasti kenal dung ya sama brand legendaris satu ini. Saya mengenalnya dari Mimi saya yang usianya sudah menjelang 80 tahun. Sekarang saya juga masih suka pake  produknya kok terutama pensil alis yang tak tergantikan. Dulu malah fanatik banget sama skinfoodnya.

Diawali dengan profil tentang Viva Cosmetik oleh Bu Indah, kita juga diajak melihat langsung sejarah, pabrik, dan proses pembuatan produk-produk Viva lewat video singkat. Kerennya Viva ini meskipun merupakan brand yang sudah lama namun merupakan salah satu brand yang menerima penghargaan sebagai perusahan yang mejalankan "good manufacturing" dalam proses produksinya.

Setelah pengantar dari Bu Indah kemudian kelas kecantikan dimulai. Sebelum dimulai dijelaskan dulu seputar kecantikan kulit nih termasuk cara mengenali jenis kulit wajah dan cara perawatannya. Selain itu juga bentuk muka dan cara meriasnya. Seru laah, bayangin aja ya cewek-cewek ngomongin kosmetik.





Oh iya, semua peserta mendapatkan beauty set untuk dicoba dan digunakan. Beberapa small item boleh dibawa pulang. Tapi yang jelas semua dapat goodie bag cantik dari Viva berupa paket kecantikan. Beberapa di antaranya produk baru Viva dari #MeetThePerfect series lhoo, ada cc creamnya kakaaa :) Hurray :) Setelah semua jadi cantik kita photo bareng deeh...Cheeers

Sesi ini diakhiri dengan ishoma. Nah mulai deh berbagi potluck. Tidak lupa sholat zhuhur karena masih ada sesi materi kepenulisan fiksi nih. Jangan lupa ngobrol-ngobrol juga sekalian kenalan karena jujur banyak yang baru kenal dan ketemu niiih. Oh iyaa banyakin photo-photonya yaaa.

Sesi II materi kepenulisan fiksi akan segera dimulai, peserta yang di sesi pagi duduk dan melingkar, boleh mengambil posisi di manapun. Tapi bukan di hatimu pastinya #eaaa Oh iya sebelumnya ada Mba Dita dari GogobliIndonesia salah satu toko online alat kesehatan dan kecantikan terlengkap yang juga mendukung acara Meet Up ini. Kalau mau cari alat kecantikan dan kesehatan dengan harga bersaing, cuss aja ke websitenya :)

Menulis Fiksi

Uni Novia memaparkan materi dasar tentang menulis fiksi. Fiksi itu apa sih bu? demikian pertanyaan Ka Alinga saat saya mengajaknya ke acara ini dan saya beri tahu bahwa salah satu materinya adalah tentang menulis fiksi. Kebetulan dia suka membaca cerita fiksi dan sering menuliskannya sendiri. Saya pikir dia punya bakat dan passion di sini, makanya saya ajak sekiranya dia tertarik. Hmm maklum kalau ditanya-tanya saya juga banyak gak pahamnya jadi mendingan mendengar sendiri dari ahlinya yaa. Oh iya, alhamdulillah jawaban saya pada Ka Al waktu itu gak salah-salah banget sih meski jauh lebih simpel.  maklum ilmunya dikit

Jadi fiksi adalah sebuah prosa naratif yang bersifat imajiner. Meskipun imajiner, sebuah karya fiksi harus tetap masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar tokohnya. Berat yaa bahasanya hihi, itu saya kutip langsung dari slidenya Uni Novia. Intinya fiksi itu tulisan yang berisi tulisan yang  imajinatif bukan cerita yang sesungguhnya. Meski begitu Uni menekankan tentang "masuk akal" atau make sense dari sebuah cerita fiksi.


Nah cerita fiksi ini ada 2 macam. Cerita pendek atau biasa disebut Cerpen dan Novel. Ada beberapa ciri pembeda dari keduanya selain banyaknya kata. Bersifat fiktif itun sudah pastinya, kata dalam Cerpen tidak lebih dari 10.000 kata, isi kebanyakan bercerita tentang kisah sehari-hari dengan penokohan yang sederhana dan karakternyapun tidak detail.

Cerpen umumnya habis dibaca sekali duduk kecuali bacanya sambil berdiri di commuter line ya hehehe. Secara substansi, Cerpen selayaknya menciptakan efek tunggal (tokoh utama dan/atau tema), harus ketat dan padat, mengarus pada efek ekonomi. Cerpen juga harus mampu meyakinkan pembaca bahwa ceritanya adalah nyata dan menimbulkan kesan selesai. 

Selain jumlah katanya yang mencpai lebih dari 35.000 kata atau sekitar 100 halaman, Novel memiliki cerita yang lebih dari satu impresi, efek dan emosi dengan alur cerita yang cukup kompleks. Ceitanya juga lebih luas dan panjang dan banyak kalimat yang diulang.

 Lanjut ke unsur-unsur fiksi. Ada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.Semua unsur merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Btw...mendengar materi ini serasa kembali ke zaman SMP dan SMA doeloe kala deh.  Jadi inget guru bahasa Indonesiaku hihihi.

Ada apa saja dalam unsur intrinsik? ada tema/ ide cerita, tokoh & penokohan, alur/ plot, latar/ setting, sudut pandang/ POV, gaya bahasa/style, pesan, fokus, konflik, klimaks, penyelesaian, dan logika. Banyak juga yaa. Hmm perlu sesi khusus nih Unii buat belajar tentang ini *kode*

Naah kemudian apa saja unsur ekstrinsik fiksi? keadaan subjektivitas individu pengarang (psikologis,agama, keyakinan, pandangan hidup, hobby), kondisi masyarakat suatu daerah atau bangsa baik berupa pandangan hidup, ekonomi, politik dan sosial, serta pengaruh dari berbagai karya seni yang lain atau penulis lainnya.Unsur-unsur ini juga sama kuatnya mempengaruhi hasil karya fiksi seseorang dan biasanya akan menjadi kekhasan dari penulis tersebut.

Well,  to sum up, apa tipsnya untuk jadi penulis? Ternyata cuma ada 3 aja kaka :) mencintai, membaca dan menulis. 3 M yaa. Iya kita harus punya passion dan kecintaan akan dunia menulis, lalu banyak-banyak membaca. Membaca tidak hanya untuk mendatangkan ide tapi juga belajar tentang teknik dan kualitas penulisan, terakhir? ya nulis doong jangan cuma menghayal haha. Latihan yang banyak, practices make perfect. Ini saya semacam lagi bicara pada diri sendiri deh *nyengir*

Ada sesi Wokil juga lho, workshop kilat, jadi kita menuliskan 2 paragraf pembuka cerita fiksi dengan batasan waktu sekitar 5 menit lalu dicek oleh Uni. Yang keren dapat hadiah pastinya. Dan saya gak menang dung. hiks :(  secara banyak yang sudah penulis senior di acara ini *alesaaaan* hahaha,  gak papa kan belajar kita ya. Makanya mulai nulis supaya naik pangkat jadi penulis beneran.

Hurray acara kelar,  waktunya bagi-bagi hadiah hahaha. Yes pengumuman live tweet dan live IG, alhamdulillah nyangkut jadi salah satu pemenang dan dapet hadiah khimar kece dari @_margaw. Tunggu #ootd-nya di IGku yaa, lagi nyari gamisnya dulu nih hahaha. Narsisnya kumat. Ada juga doorprize dari panitia selain mendapat kaos BM, bross BM, juga beberapa buku dari Uni Novia dan buku terbitan Noura. 

Tak terasa pukul 15.00 waktunya mengosongkan tempat acara. Alhamdulillah berisi, seru, dan insyaAllah memperpanjang silaturahim yaa. See you next time Blogger Muslimah. Thanks to panitia, Uni Novia, Neng Lis, Mba Lita, dan Icha 😍😍😍 


14 comments :

  1. Acara yang penuh ilmu juga seru ya kak pokoknya...

    ReplyDelete
  2. reportasenya keren, blognya keren. halo, bunda kecehh^^

    ReplyDelete
  3. wah seru ya acaranya, semoga bisa bikin acara serupa di Bandung ya

    ReplyDelete
  4. Dah senengenyaaa, dpet ilmu sekece dan selengkap ini mbk ophi,
    Makasih banyak loh sharingnya, matur nuwun, :)

    ReplyDelete
  5. Wah, Mba Ophi yang dari Ciputat ya? Kemarin gak terlalu ngeh tanya sana-sini. Semoga bisa ketemu lagi ya mba? Acaranya seru.

    ReplyDelete
  6. Makasih sharingnya Mbk, kangen ketemu Mbk Dee dan kangen nulis buku lagi. Membaca ini berasa kena cas hehe

    ReplyDelete
  7. Seru bgt acaranya ya mba ophi, kita jadi tahu cara make up yg benar

    ReplyDelete
  8. hayuk kita bermimpi bareng, Mak Ophie. Bermimpi punya buku sendiri. Aamiiin ya, Mba.

    Moga jadi kenyataan

    ReplyDelete
  9. Blog nya kereeeenn...tulisannya juga kece. Sukaaaa. Btw, acara meet up kemarin tgl 27 Agustus kan bukan 20?

    ReplyDelete
  10. Niat banget nulisnya nih lengkap wkkwwk

    ReplyDelete
  11. Saling menyemangati utk menulis ya mbak

    ReplyDelete
  12. Keren acaranya mbak ya, banyak ilmu yg didapat. Thanks infonya, membaca tulisan mbak sudah terbayang dibenak saya gimana serunya kegiatan itu.

    ReplyDelete
  13. Asik nih dapat banyak ilmu, cupcakenya kykny endeus....

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top