Thursday, August 17, 2017

Peran Ayah dan Bunda Mendukung Kecerdasan Multitalenta Si Kecil


Nuansa merah menyergap mata saya begitu memasuki lobby lantai Mezzanine Hotel Novotel Tangerang beberapa hari lalu. Hmm saya yang menggunakan baju dan jilbab dengan nuansa biru langsung merasa ""=saltum". Hmm padahal tadi sudah kepikiran mau pakai baju nuansa ini tapi.karena mau memilih yang gampang diambil aja di lemari, jadilah pakai baju bernuansa biru gelap ini. Oke gak masalah. Pede aja lah :)


Suasana demikian ramai di depan ballroom tempat acara "Konferensi Ayah dan Bunda Platinum" diselenggarakan. Beragam booth yang ada ramai dikerubuti ibu-ibu dengan balita mereka. Beberapa tampak ditemani sang ayah.

Karena saya masuk dari pintu parkir jadi langsung melihat pojok playground yang ramai sekali peminatnya, hmm yang disini peminatnya para krucils tentunya. Si kecil yang diajak ke acara konferensi ini bisa bermain dan bereksplorasi di playground ini. kalau ajak dek Paksi juga pasti betah dia main di sini. Ada kotak-kotak untuk bermain pasir sintesis segala lhoo.


Booth produk-produk morinaga juga booth yang ramai peminatnya. Ada Chil Kid Platinum Moricare dan Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges. Para bunda tampak antusias karena untuk pembelian kedua jenis produk trsebut dengan jumlah tertentu ada beragam hadiah yang bisa langsung dibawa pulang. Yang menggoda hati saya sih tas anak dan sepedanya tuh.


Selain booth susu morinaga Chil Kid dan Chil School ada juga booth Milna dan Prenagen. Ada promo-promo juga yang tak kalah menarik. Pengunjung juga bisa tes rasa atau mencoba beberapa produk yang ditawarkan lho. Hmm untuk konsultasi tentang rencana bermain anak ada booth Morinaga MI PlayPlan. Jadi bukan hanya booth nutrisi tapi juga booth stimulasi ya.

Selain itu ada maskot morinaga yang juga dikerubuti balita eh bundanya yang pingin berphoto bersama. Yang juga cukup padat peminat dan antriannya adalah photo booth konferensi ayah bunda platinum. Ada juga booth untuk mengenali alergi anak, untuk bunda dan ayah dengan anak yang memiliki alergi bisa banget mendatangi booth untuk melakukan tes alregi dan konsultasi di sini.


Setelah registrasi dan mendapatkan quiz kecerdasan anak yang kelak hasilnya bisa dikonsultasikan untuk melihat kecenderungan kecerdasan anak kita, saya masuk ke dalam ballroom yang ternyata juga sudah cukup ramai. Hampir semua kursi sudah diisi para peserta konfernsi yang kali ini tidak hanya para bunda namun juga ada para ayah yang ikut serta. Kelompok kursi diberi tanda dengan pita 4 warna yakni orange, biru, hijau, dan merah. Pembagian kursi dengan warna ini ternyata ada maknanya lhoo.

Nah acara inti yang paling ditunggu nih ada 2 sesi seminar yang materinya bernas banget. Penting sekali untuk semua ayah dan bunda agar bisa mendukung dan menyiapkan si kecil menuju generasi platinum. Generasi yang mampu mengembangkan berbagai aspek kecerdasan multitalentanya.

Seminar? boring doong? Eitss jangan salah. Saya yang awalnya ketar ketir si Ayah yang saya "paksa" ikut menemani ternyata bisa lega melihat dia menikmati seminar parenting yang dikemas sangat interaktif, seru, dan sama sekali ga bikin bosen. Apalagi acara ini kemudian digawangi oleh host yang super aktif dan interaktif, Irfan Hakim.

Sebelum sesi seminar, seremonial acara konferensi dibuka dengan sambutan dan pembukaan dari pihak Morinaga dan dari pihak IDI Banten. Acara Konferensi Ayah Bunda Platinum diselenggarakan di beberapa kota termasuk di Tangerang untuk yang pertama kalinya. Acara yang interaktif dan berisi ini membuat saya yang memang selalu ingin belajar menjadi Ibu yang lebih baik buat Trio Krucils merasa tertantang menyelesaikan sesi hingga selesai. 

Alhamdulillah saya bisa mengajak Ayahnya Krucils untuk ikut belajar bersama. Hmm ini memang tugas bersama sebagai orangtua kan?

Konferensi Ayah Bunda ini tidak hanya menjelaskan tentang apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal anak, tapi juga bagaimana ilmu parenting secara keseluruhan. Para narasumber juga menekankan akan pentingnya orang tua mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak atau biasa disebut kecerdasan multitalenta atau multiple intelligence.

Setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi generasi multitalenta. Proses yang harus dilalui juga cukup panjang sehingga membutuhkan komitmen kita sebagai orang tua mendampingi mereka. Jadi penting sekali untuk terus belajar tentang hal ini. Menjadi orangtua tidak ada sekolahnya tapi banyak kesempatan di mana kita bisa terus belajar. Semangaat!!!

Sesi pertama disampaikan oleh DR. Dr Ahmad Suryawan, ApA(K) Ketua Divisi Timbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dokter Wawan demikian beliau biasa dipanggil dengan interaktif sukses berduet dengan Irfan Hakim menyampaikan tentang 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta.

Terjawab pertanyaan di benak saya, kenapa posisi duduk peserta konferensi dibedakan dengan 4 pita warna yang berbeda. Ternyata bukan untuk pengundian door prize hahaha. Jadi 4 warna ini simbol dari 4 faktor penentu pembentukan anak generasi multitalenta.  Dr. Wawan menjelaskan bahwa setidaknya ada 4 faktor yang harus kita perhatikan dalam mendukung tumbuh kembang si kecil. 4 faktor yang ternyata saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. 4 faktor yang harus berjalan seiring dan seimbang guna mewujudkan si kecil menjadi generasi multitalenta.


Faktor pertama adalah perkembangan otak. Kita perlu memenuhi nutrisi untuk membentuk sel-sel otak anak menjadi cerdas. Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi guna perkembangan otak ini pada 2 tahun pertama usia anak karena otak pada masa ini tengah berkembang sangat pesat. Selain nutrisi, stimulasi akan memperkaya koneksi sel-sel otak anak dengan memberikan pengalaman sensoris ke otak dan membentuk sirkuit baru.

Stimulasi yang benar dilakukan sejak dini, dengan cara yang interaktif, seperti dengan cara bermain dan cara-cara yang menyenangkan. Stimulasi juga bisa berangkat dari hal-hal yang dialami dalam kegiatan sehari-hari, hanya saja harus dilakukan secara rutin dan reguler sehingga dampaknya bagi perkembangan otak anak menjadi lebih signifikan. Jadi permainan yang efektif untuk perkembangan otak si kecil adalah justru memainkan mainan yang memiliki fungsi dan biasa digunakan dalam keseharian. Tidak harus mainan baru atau dibelikan mainan khusus.

Faktor kedua, sistem ketahanan tubuh. Ketahanan atau kekebalan tubuh dibentuk bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Pembentukan sistem ketahanan tubuh harus dilakukan sejak dini untuk membentuk sel-sel  antibodi secara mandiri melalui vaksinasi atau imunisasi. Hakikatnya nutrisi terbaik pembentuk sistem ketahanan tubuh anak adalah ASI selama 6 bulan pertama usia anak dan dilanjutkan hingga 2 tahun yang kemudian didamping Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah 6 bulan .

Faktor ketiga, tumbuh kembang optimal. Proses tumbuh dan dan proses kembang harus berjalan selaras. Pertumbuhan optimal anak-anak mengikuti suatu pola sesuai usia mereka mulai dari pertumbuhan fisik, otak, dan organ reproduksinya. Proses ini sudah dimulai sejak dalam kandungan dan saat anak-anak terlahir mencapai 25%, saat anak-anak di usia 6 tahun mencapai 95% dan sejak usia 18 tahun hingga usia dewasa hampir mencapai 100% pertumbuhan. Satu hal yang harus kita pastikan adalah sebisa mungkin menghindari anak kita berada di bawah garis tumbuh kembang normalnya. Tentu saja dengan memastikan kecukupan nutrisinya

Faktor keempat,  kesehatan saluran cerna. Faktor ini sangat menentukan ketiga faktor lainnya yakni ketahanan tubuh anak, tumbuh kembang dan perkembangan otaknya. Kunci dari kesehatan saluran cerna adalah pemberian makanan untuk anak yang harus disesuaikan dengan usianya. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kesehatan saluran cerna anak. Yang penting menjadi perhatian antara lain kondisi anak dengan alergi tertentu yang tentu saja mendapat perhatian dan treatment khusus.

Konferensi semakin memperkaya pengetahuan kami karena selain materi yang disampaikan Dr Wawan, pertanyaan para ayah dan bunda dalam konferensi yang berangkat dari persoalan yang sering terjadi dalam keseharian saat kita membesarkan si kecil mendapatkan pencerahan dari Dr Wawan. pertanyaan-pertanyaan kemudian dikelompokkan berdasarkan 4 warna atau 4 faktor tadi.

Dari diskusi tersebut kita dapat melihat keterkaitan dari masing-masing faktor yang tidak bisa kita abaikan salah satunya dalam proses membentuk generasi multitalenta. Faktor-faktor tersebut harus mendapat porsi perhatian yang seimbang dan dikelola secara terintegrasi agar tujuan pembentukan generasi multitalenta bisa dilakukan pada setiap anak Indonesia.

Selesai sesi tanya jawab dengan Dr. Wawan, acara break istirahat, sholat dan makan siang. Sesi yang kedua tidak kalah seru. Biasanya setelah makan siang, penyakit ayah bunda nih ngantuk dan mulai kelelahan. Naah mengantisipasi hal ini, narasumber untuk sesi kedua dan host Irfan Hakim kemudian membuka acara dengan ice breaking yang membuat peserta tidak hanya kehilangan kantuk malah makin semangat dengan materi selanjutnya yang tidak kalah menarik.

Bunda Romi, demikian beliau dikenal di kalangan dunia parenting dan psikologi  membawakan materi mengenai kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan multitalenta. Bunda Romi atau Dr. Rose Mini A. Prianto M.Psi, Ketua Prorgam Studi Piskologi Terapan fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Presiden Direktur Essa Consulting menyampaikan materi edukasi tentang stimulasi bagi anak dengan cara yang sangat interaktif dan mudah dipahami oleh kita sebagai orang tua.

Ayah yang sempat berniat meninggalkan tempat acara pada sesi kedua, kemudian makin bersemangat terlebih setelah pada acara ice breaking ini terpilih ikut game yang diadakan Bunda dan Irfan hakim dan Alhamdulillah mendapat souvenir/hampers dari Morinaga hahaha. Rezeki Ayah sholeh yang mau belajar ya yaah :)

Pada awal pemaparannya, Bunda Romi memperkenalkan (kembali) tentang konsep kecerdasan majemuk atau multiple intelligence yang awalnya diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner. Dalam konsep kecerdasan majemuk, indikator kecerdasan tidak hanya dari satu aspek saja tetapi dari beragam aspek. Kecerdasan majemuk meliputi kecerdasan bermusik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal,  kecerdasan intrapersonal, kecerdasan natural, dan kecerdasan moral. 

Hmm jujur, sepengetahuan saya ada 8 aspek kecerdasan majemuk. Nah tapi dalam presentasi Bunda Romi kemarin ada 9 kecerdasan majemuk yang satu sama lain sama pentingnya untuk dikembangkan dari dalam diri anak-anak kita. Kecerdasan moral yang terakhir merupakan hal baru nih. Jika kita analisa lebih jauh tentu sangat make sense akan pentingnya kecerdasan moral ini yaa. Terlebih untuk membentuk pribadi yang jujur, berintegritas, dan baik menghadapi tantangan masa depan yang tentu akan sangat kompleks dan beragam.


Kesuksesan anak di masa yang akan datang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik namun juga oleh aspek lain seperti kecerdasan interpersonal dan keceradasan moralnya. Semua aspek kecerdasan majemuk harus distimulasi sesuai karakteristik perkembangannya. Kita harus bisa memfasilitasi anak dalam rangka menstimulasi semua aspek tersebut yang bisa dilakukan dengan kegiatan bermain.

Beberapa kiat memfasilitasi anak dalam bermain antara lain: 1. menyesuaikan dengan karakteristik dan tugas perkembangan anak, 2. menciptakan suasana menyenangkan, tanpa paksaan, 3. memilih permainan yang dapat mengembangkan seluruh potensi anak, 4.memanfaatkan bahan yang tersedia, 5. memberikan kesempatan untuk menggunakan kreativitas dan imajinasi mereka,  dan 6. mengajak anak berdiskusi setelah bermain.

Terkait dengan kesesuaian perkembangan anak dengan jenis permainan, Bunda Romi juga menjelaskan tentang 4 bentuk permainan atau bermain yang disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembang mereka. Yang pertama bermain fungsional seperti meniru gerakan, suara, atau bunyi-bunyian. permainan fungsional untuk suia 0-2 tahun dan menekankan aspek visual sosial. 

Kedua, bermain konstruktif seperti membangun lego, puzzle, dan sejenisnya untuk anak usia 2-3 tahun. Permainan ini menekankan aspek visual spasial dan logika. Ketiga, bermain peran seperti memainkan suatu peran, memasak, berpura-pura menjadi sesuatu atau seseorang. Permainan peran biasa dimainkan anak di usia 3-7 tahun. 


Terakhir yang keempat, bermain dengan aturan. Permainan ini sudah menggunakan suatu aturan yang harus diikuti seperti bermain bola, petak umpet, catur anak, kelereng dan lain-lain. Permainan dengan aturan dimainkan anak di usia 7 tahun ke atas. 

Manfaat dari bermain bagi si kecil sangatlah banyak. Bermain melatih fisik, sosial-emosi, dan kognitif anak. Bermain juga merupakan sarana rekreasi. Anak-anak belajar menaati aturan dan belajar bersosialisasi sekaligus bekerjasama. Bermain merupakan persiapan menjalankan peran kehidupan pada usia dewasa dan tentu saja menstimulasi kecerdasan majemuk si kecil.

Morinaga menyediakan alat identifikasi kecerdasan majemuk atau multiple intelligence identification method, yang dapat membantu para orang tua melakukan identifikasi awal kecerdasan majemuk si kecil melalui Rencana Bermain MI Morinaga (Morinaga MI PlayPlan). Jadi  Morinaga MI PlayPlan adalah rencana bermain serta aktivitas harian, yang dapat digunakan oleh orang tua untuk merencanakan, mengarahkan dan membantu menstimulasi perkembangan kecerdasan majemuk anak.  

Morinaga MI PlayPlan meliputi petunjuk atas tipe aktivitas, peranan dan kegiatan berbasis multiple intelligence yang akan dilakukan oleh si kecil dalam kegiatan kesehariannya dengan bermain menggunakan benda dan alat yang mudah ditemui di kehidupan sehari-hari. Untuk lebih mudahnya bisa langsung dicoba dengan mengunjungi http://www.morinagamiplayplan.com/. 

Untuk informasi lengkap tentang Morinaga, yuuk dikunjungi website dan media sosialnya, banyak ilmu parenting dan nutrisi yang bikin kita makin pinter lho ayah, bunda. Sssst sering ada quiz dan bagi-bagi hadiah juga di sana? di mana? di sini niih.

Website: www.morinagaplatinum.com
Facebook: Morinaga Platinum
Twitter: @MorinagaID
Instagram: @morinagaplatinum
YouTube: Morinaga Platinum


7 comments :

  1. Iya walau seminar tapi ga ngebosenin ya, seru acaranya

    ReplyDelete
  2. Pengen punya anak cerdas memang harus kerja sama ya Bun.

    ReplyDelete
  3. selamat ya mbaaak, ayah trio krucil mendapatkan hadiiah. Senangnyaa dapat banyak ilmu

    ReplyDelete
  4. Mba ophiii mau for yg barengan yaaa...
    Itu rejeki ibu sholehah jugaaa 😍😍
    Aku seneng banget bisa dtg ke acara ini..juga ketemu lagi sama mba ophi 😁

    ReplyDelete
  5. makasih mba sudah berbagi ilmu, pas banget saya ibu baru dan di daerah saya nggak ada seminar edukatif seperti ini ^^

    ReplyDelete
  6. Salut sm morinaga yg rajin bikin acara seperti ini,
    Makasih sharing ilmunya ya mbk, :)

    ReplyDelete
  7. Narasumbernya asik. Favorit saya :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top