Thursday, June 28, 2012

It's Called: Breath Holding Spells

Menjadi Ibu ternyata seperti belajar dan kuliah di Universitas Kehidupan

Sejak anak pertama sampai anak ketiga...membuat saya mau tidak mau mencari tahu dan mempelajari berbagai hal seputar kesehatan anak...terutama sejak memiliki de Paksi ini..Ilmu baru yang kemudian mengharuskan ayah dan bundanya langsung menghubungi om google, mulai dari gangguan fungsi koagulasi, subependymal hemorrhage, lumbang fungsi dan lain2nya..

Kasus terakhir adalah saat saya menerima laporan dari neneknya bahwa de Paksi menangis karena kesal, menjerit-jerit tapi kemudian tertahan nafasnya, tanpa ada suara, wajah membiru n memucat lalu jatuh lemas...sungguh membuat neneknya panik...mendengar dari nenek sudah membuat merinding apalagi saat kemudian akhirnya saya menyaksikan sendiri...SubhanaAllah...jantung saya serasa berhenti..



Awalnya kami konsultasikan ke Dokter spesialis anak yg biasa menangani de Paksi dari lahir...Blio mendunga dek Paksi mengalami apa yang dsiebut "Breath Holding Spells"...silahkan bapak dan Ibu mencari tahu di ineternet...

Dan de Paksipun direkomendasikan untuk menemui Neuorolog Anak yang sebelumnya juga menangani de Paksi..

Dr Anna sepakat dengan dr Fajar klo de Paksi mengalami Breath Holding Spells, tidak ada pengobatannya hanya harus dilakukan pencegahan n penguatan secara psikologis untuk mencegah munculnya keadaan ini..

Breath-holding spell sering terlihat menakutkan dan membuat kita dag dig dug . Saat tiba-tiba anak bergerak-gerak kelojotan seperti kejang. Penyebabnya bisa karena merasa kesakitan, marah, atau takut. Anak ingin menangis keras  tapi justru tidak bersuara dan seperti menahan nafas. Tubuhnya kaku dengan membiru di sekitar mulut namun sekejap kemudian tubuhnya lemas. Anak menjadi normal kembali dalam waktu kurang dari 1 menit.

Keadaan ini disebabkan suatu refleks yang abnormal menyebabkan 5% anak menahan napas cukup lama sampai ia menjadi tidak sadar. Dapat terjadi sampai 1-2 kali sehari. Setelah ia berumur 4 tahun akan hilang sendiri. Breath-holding spell tidak berbahaya, dan bukan merupakan epilepsi. Tidak menyebabkan epilepsi atau kerusakan otak di kemudian hari.


2 comments:

  1. Maksud dari anak dapat belajar untuk merangsang munculnya bearth holding spell itu mksdnya bgmna ya

    ReplyDelete
  2. biasanya BHS muncul karena rasa kesal atau marah, emosi tak tertahan. Nah kadang2 justru karena takt terkena serangan BHS orang tua trelalu overprotective, nah anak malah sengaja dan ingin mendapat perhatian kadang justru manja dan mudah tersulut emosinya sehingga merangsang BHS

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.