Sunday, May 31, 2015

Aku Mau Ulang Tahun Lagi, Cekalang

Cerita ringan tentang ulang tahun. Teringat beberapa waktu lalu seorang teman posting di lini masa Facebooknya bahwa anaknya meminta ulang tahun bukan di hari ulang tahunnya, alih alih sang anak ngambek akhirnya dibelikan kue ulang tahun lengkap dengan lilinnya. Hmm persis yang terjadi bulan April lalu pada dek Paksi. Bulan April di rumah kami ada tiga anniversary, ulang tahun Ka Zaha, ulang tahun Ibu, dan ulang tahun pernikahan. 

Terlepas dari kebiasaan dan pandangan setiap individu mengenai ulang tahun dan perayaannya. Kami sebetulnya tidak memiliki pandangan khusus tentang hal ini terlebih yang kami tanamkan kepada anak-anak. Kalau soal preferensi, maka kami lebih memilih untuk tidak membiasakan momen berulang tahun sebagai sebuah momen yang harus dirayakan. 

Betul bahwa momen tersebut spesial, setidaknya mensyukuri bahwa kita masih diberi waktu dan usia hingga hari itu dalam kondisi insyaAllah sehat dan tak kurang suatu apa. Di sisi lain bertambahnya usia berarti bertambahnya tanggung jawab, harus mulai pintar mengatur waktu antara bermain dan belajar, harus bisa belajar meninggalkan kebiasaan buruk dan belajar membiasakan hal-hal yang lebih baik, seperti kemandirian, rasa percaya diri, taat waktu sholat, makin sayang pada semua anggota keluarga dan seterusnya.


Karenanya momen ulang tahun di rumah kami tidak identik dengan perayaan apapun. Ceremoni memotong kue ulang tahun dan meniup lilin sebetulnya lebih untuk menyenangkan anak-anak dan membuka sesi berdoa bersama. Kalaupun pernah "dirayakan" maka itu hanya mengundang teman-teman atau saudara dekat. Kami sebisa mungkin tidak membuat anak-anak berharap ada kado khusus terutama dari mereka yang datang. Bahkan hadiah atau kado dari kami, sengaja kami berikan tidak pas pada saat acara potong kue dan tiup lilin. Bisa sebelumnya atau bahkan sesudahnya, dengan tetap menyebutkan bahwa hadiah atau kado tersebut diberikan sebagai tanda sayang bertambahnya usia mereka.

Bukan tanpa maksud, kami tidak berharap anak-anak mengasoisasikan ulang tahun dengan perayaan dan mendapat kado atau hadiah. Kami hanya ingin mereka tahu bahwa berulang tahun bertambahnya usia adalah sebuah momen yang harus disyukuri namun dibarengi dengan bertambahnya tanggung jawab. Kebersamaan dan kegembiraan bersama keluarga merupakan momen yang ditunggu saat ceremoni potong kue, tiup lilin, dan berdoa. 

Itulah kenapa kami memilih tidak merayakan secara khusus dan rutin ulang tahun anak-anak. Hanya saat ulang tahun pertama mereka sedikit lebih spesial, mengundang keluarga dan teman dekat. Selain itu dalam beberapa momen (tidak selalu), kami sedikit berbagi baik pada teman-teman di sekitar rumah maupun di sekolah. Bukan dengan mengundang mereka datang, namun dengan mengantarkan sedikit bingkisan atau sekedar membagikan makanan kecil seperti donut untuk semua teman sekelas anak-anak.

Meski terkadang anak-anak agak rewel, kenapa mereka sering diundang acara ulang tahun baik oleh teman sekolah maupun teman main, menyiapkan kado ulang tahun dan seterusnya namun mereka tidak melakukan hal yang sama. Pelan-pelan kami menjelaskan bahwa esensinya bukan pada perayaan dan kado. Meski tidak dirayakan, kita kan tetep berdoa bersama dan kalian tetap mendapat hadiah spesial setiap ulang tahun dari Ayah dan Ibu. Bersama waktu akhirnya mereka memahami hal tersebut. Satu hal yang mendasar saya tidak ingin merepotkan teman-teman anak dan orang tuanya saat harus menyiapkan kado bagi anak saya. Meski saya tidak keberatan melakukan hal tersebut saat anak-anak mendapat undangan pesta ulang tahun.

Sejauh ini, Ka Alinga dan Ka Zaha tampaknya sudah memahami konsep yang kami terapkan. Kami tidak membatasi atau melarang mereka merasakan kebahagiaan dan keceriaan saat ada teman mereka yang mengundang pada pesta perayaan ulang tahun. Tapi Ayah dan Ibu memilih untuk tidak membuat acara yang sama untuk kalian, cukup acara sederhana bersama keluarga saja. Alhamdulillah lambat laun mereka bisa memahami hal tersebut. 

Naaah tampaknya PR ini belum selesai pada dek Paksi, Yup karena memang dek Paksi juga belum memahami betul apa itu ulang tahun. Ulang tahun bagi dek Paksi adalah saat ada acara potong kue dan tiup lilin. Bukan karena berulangnya hari lahir hahaha. Itulah yang terjadi di bulan April lalu, saat diberitahu bahwa yang berulang tahun adalah Ka Zaha, dek Paksi ngambek dan sedikit mengamuk. "Aku juga mau ulang tahun..." "ulanga tahun dek Paksi nanti bulan September barenga Ka Alinga (beda satu hari saja)". "gak mau, Pakci maunya cekalang...pakci ulang tahun cekalang..." "Hmm akhirnya momen potong kue untuk ka Zaha ditunda, diulang tiup lilin dan potong kue plus pake lagu ucapan selamat untuk dek Paksi. 

Selesai?? ternyata tidak, keesokan harinya dek Paksi meminta "ulang tahun" lagi. "Pakci mau ulang tahun buuu..." "Lhoo kemarin kan udah sayang..." "Pakci mau lagiiii, pakci mau ulang tahun lagi cekalang..." wedewww... ternyata maksudnya adalah tiup lilin dan potong kue plus lagu selamat ulang tahun. Hmmm untuk potongan kue ultah Ka Zaha belum terdistribusi habis. Kami akhirnya membeli lilin ulan tahun yang tidak bisa padam. Hampir selama seminggu, dek Paksi meminta ulang tahun, sehari bisa beberapa kali. Akhirnya bosan sendiri dan berhenti meminta ulang tahun.

"Kalau tiap hari ulang tahun, berarti dek Paksi cepat tua dung, ya kan buuu" rupanya Ka Zaha menganalisa juga, iya umurnya nambah terus tiap ulang tahun. :D

8 comments:

  1. Dek Paksi..bikin gemes kamu sayang..bisa bayangin gmn riwehnya Ibu dek Paksi :-)

    setuju banget sm mbak Ophi..perayaan ulang tahun smcm potong kue atau makan2 d luar mmg hrs djelaskan dg baik k anak2 spy g salah tanggap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Riweh tapi ngangenin say...
      Perlu waktu juga buat menjelaskan akhirnya mrk bs menerima... meski akan selalu muncul pertanyaan kapanpun saat mrk merasa berbeda. Makasih dah mampir yaa

      Delete
  2. Lucunya dek Paksi hehehe...anak kecil memang cenderung mengikuti apa yang dilihat tapi lambat laun bila diberi pengertian pasti akan mengerti dg sendirinya. Saya juga tidak pernah merayakan ultah dengan mengundang teman lalu mendapatkan kado dari mereka, bener kata mak Ophi kasihan yang diundang pasti mikir kado, merepotkan malah....lebih baik ulang tahun kita maknai dengan rasa syukur dan berbagi untuk yang membutuhkan, TFS ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terkadang gak enak sendiri mak...memikirkan repotnya. Meski ada keinginan sekali2...tp takutnya anak2 malah mau lagi dan lagi. Jdnya gak konsisten malah. Makasih dah mampir mak

      Delete
  3. Hahaaaa..dek paksi ado ado sajoooo...
    Jgn lupa undang ken yak..
    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyooo ateuu dek Pakci mah begitu olangnyaa.
      Ken mana mau dateng klo cuma tiup lilin doang heheheh

      Delete
  4. Hahaha kalau Moses kemarin minta ulangtahunnya 2x supaya umurnya juga nambah 2 th. Waktu ditanya kenapa pengen nambah umur 2 th, katanya malu kalo ketahuan teman-teman umurnya masih 7 th. Teman-temannya hampir semuanya udah 8th, moses termasuk yg paling muda di kelasnya xixixi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Moses mau kejar setoran umur yaa biar cepet gede.
      Klo kita mah maunya gak nambah2 ya umurnya mak te xixixixi
      Biar awet muda gituuuh

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.