Wednesday, May 17, 2017

Menjaga Hati dengan yang Alami


Fatty Liver? Kok Bisa?

Sekitar lima tahun lalu, Ayah Trio Kruclis, Suami saya merasakan nyeri di sekitar lambung dan perutnya. Kembung, mual, dan nyeri yang mendominasi. Awalnya Ayah pikir sakit maag, sakit lambung yang memang kadang menyerang karena pola makan yang kurang baik. Setelah meminum obat maag dan nyeri tak kunjung berkurang, saya sarankan untuk periksa ke dokter. Di Kantor kami Kami anggota ISIS Ikatan Suami Isteri Satu Kantor hehehe,  ada Unit Pelayanan Kesehatan. Setelah saya desak, akhirnya Ayah mau ke dokter Yankes.

Diagnosa Dokter Umum di Yankes justru bukan sakit maag. Nyeri yang dirasakan menurut Dokter agak mencurigakan. Ayah lalu diberi rujukan ke Rumah Sakit yang lebih besar untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk USG Abdomen. Karena menggunakan BPJS, Ayah ke RS Fatmawati. Setelah melakukan pemeriksaan, Ayah dirujuk untuk konsultasi ke Dokter Penyakit Dalam (Internis). Hasilnya?  "Fatty Liver" atau perlemakan hati. Duuh cukup mengagetkan saya.

Setelah cek lab, hasilnya Fatty Liver hiks :(

Sebetulnya sel hati yang normal memang mengandung lemak, namun kandungannya tidak tinggi. Normalnya tidak akan mencapai lebih dari 10% berat hati. Kalau sudah melebihi dari 10%  harus diwaspadai. Sel-sel liver yang sehat akan diganti dengan sel lemak. Kondisi ini ditunjukkan dengan berubahnya warna liver menjadi kekuningan dan berlemak. Untuk beberapa kasus yang berat bahkan bisa terjadi pembengkakan dan membesarnya liver.


Fatty liver memang tidak menimbulkan gejala yang signifikan dan secara umum tidak berbahaya. Selain menimbulkan gangguan rasa nyeri terutama pada perut bagian atas, sering mual ingin muntah, kadang disertai bau mulut dan badan yang tidak sedap. Gejala yang  bisa dilihat juga dari menguningnya bagian mata yang putih dan makin keruhnya urine. Meski tampak ringan, pada jangka panjang kondisi fatty liver bisa menyebabkan kerusakan hati atau sirosis. Duh jangan sampai yaa.

Fatty liver  menyebabkan hati yang seharusnya membakar lemak dan membuang kelebihan lemak tubuh malah menyimpannya. Perlemakan ini merupakan akumulasi trigliserida dan jenis lemak lain di dalam sel hati. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien dan aliran darah menjadi penuh dengan racun dan lemak. Inilah kenapa kemudian pada jangka panjang bisa berbahaya.

Saya sempat bingung kok bisa sih, Ayah kena fatty liver. Sependek pengetahuan saya, biasanya kalau sakit liver itu sering terkait sama konsumsi alkohol. Hmm Ayah kan tidak menyentuh alkohol?

Naah kemudian kami jadi searching lebih jauh tentang fatty liver ini. Thanks to Om Google :)

Ternyata fatty liver dapat dimulai dari kondisi Steatosis, yakni hanya perlemakan hati dan jika tidak ditangani bisa berlanjut dengan perlemakan hati yang disertai pembengkakan/inflamasi yang disebut Steatohepatitis.  Kondisi ini ternyata dapat terjadi pada dua kondisi. Karena konsumsi alkohol berlebihan atau disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), atau bukan karena alkohol yang disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis).

Well, lebih jelas sekarang. jadi gak harus karena konsumsi alkohol. Untuk hepatitis A, B, dan C lebih disebabkan karena virus maka gangguan perlemakan hati lebih banyak diakibatkan gaya hidup terutama pola makan yang tidak sehat. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi, konsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning, diabetes, atau sindrom metabolik, kondisi kurang gizi karena diet protein dan banyak lagi.

Kecurigaan kami untuk kasus Ayah penyebabnya pola makan yang kurang sehat dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan bersantan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman dengan pengawet. Selain itu pekerjaan kami memang cukup demanding. Rapat hingga pukul 23.00 atau bahkan lebih menjadi semacam rutinitas yang harus dijalani. Belum lagi kami termasuk jarang berolahraga.

Untuk jangka pendek kemudian Ayah mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter. Kami juga kemudian berkomitmen mengubah pola makan kami menjadi lebih sehat dengan food combining. Selain itu ternyata salah satu cara menjaga kesehatan hati adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung curcumin untuk menjaga fungsi hati.

Saat menjalani food combining kami memang kemudian mostly mencoba "back to nature", jadi untuk mnjaga kesehatan selain pola makan sehat juga hanya mengonsumsi bahan-bahan alami. Nah seperti sudah kami ketahui herbal yang mengandung curcumin adalah temulawak, selain tentu saja kunyit.

Sari Temulawak

Ternyata temulawak bukan hanya mengandung curcumin yang merupakan salah satu senyawa yang diisolasi dari tanaman curcuma sp dan pemberi warna kuning pada tanaman. tapi juga ada banyak kandungan zat bermanfaat lainnya seperti flavonoid, glikosida, kaolagoga, xanthrorhizol, dan minyak atsiri. 



Flavonoid merupakan  sejenis senyawa fenolik yang  berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses penuaan serta mencegah berkembangnya sel kanker. Glikosida adalah zat kompleks yang mengandung gula dan non-gula, berfungsi sebagai sarana pengobatan dalam arti luas yang beberapa diantaranya adalah sebagai obat jantung, pencahar, pengiritasi lokal, analgetikum dan penurunan tegangan permukaan.

Adapun kolagoga adalah zat yang berfungsi sebagai peluruh atau penghancur batu empedu dan juga berfungsi merangsang aliran cairan empedu ke duodenum serta merangsang pengosongan kantung empedu. Xanthorrhizol merupakan komponen minyak atsiri utama dan menjadi komponen spesifik yang hanya ditemui pada minyak atsiri temulawak berfungsi sebagai antifungi, antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Xanthorrhizol dalam temulawak juga mampu membasmi bakteri patogen penyebab karang gigi. Wih keren yaa!

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak esensial (essential oil), serta minyak aromatik (aromatic oil). Minyak atsiri temulawak mengandung ar-kurkumen, xanthorrhizol, beta-kurkumen, germakren, furanodien, furanodienon, ar-turmeron, β-atlanton, d-kamfor yang dapat difungsikan sebagai penekan pembengkakan jaringan dan meningkatkan produksi getah empedu serta mampu membunuh mikroba.

Nah curcumin  merupakan agen antiinflamasi yang dapat mengurangi radang sendi pada tubuh yang juga dapat menghambat pembentukan penggumpalan platelet darah, yang dimediasi melalui faktor pengaktivasi platelet, asam arakhidonat, tromboksan A2 dan pensinyalan Ca2+yang bisa menyebabkan penyakit stroke dan serangan jantung.

Mengetahui manfaat luar biasa dari temulawak. Kemudian untuk menjaga kesehatan hatinya, Ayah rutin mengonsumsi temulawak. Awal-awal sih masih rajin bikin sendiri. Jadi rimpang temulawak dikupas lalu dipotong tipis-tipis dan dijemur. Saat hendak dikonsumsi temulawak direbus lalu diminum. Ayah yang sebetulnya kirang suka "jamu-jamuan" lambat laun terpaksa menyukainya.

Lama kelamaan, kadang saya malas dan tidak punya cukup waktu membuatkan untuk Ayah terlebih rasanya agak "langu" jadi menurut saya jadi kurang menarik padahal khasiat temulawak ternyata luar biasa. Rimpang temulawak kadang lama nganggur di dapur karena tidak juga saya eksekusi. Entah mengapa saya lebih mudah mengasup kunyit daripada temulawak.

Jaga Kesehatan Hati dengan Yang Alami



Alih-alih berhenti merasakan manfaat temulawak, Ayah yang sebelumnya suka mengonsumsi Herbadrink  kunyit asam dan sari jahe, akhirnya melirik Herbadrink Sari Temulawak "Coba aja dulu yah, siapa tahu rasanya enak juga seperti kunyit asam dan sari jahenya, Kan praktis tuh tinggal diseduh."

Herbadrink Sari Temulawak terutama yang sugar free kemudian menjadi pilihan. Ayah selalu stock herbadrink yang satu ini. Iya, Ayah yang belanja sendiri dan selalu memasukan minuman ini ke daftar belanja rutin.

Saya sih seneng saja, karena selain praktis toh khasiatnya sudah Ayah buktikan sendiri. Selain itu Ayah tidak mengeluh soal rasa "langu" temulawak dalam Herbadrink Sari Temulawak. Jadi sudah sekitar lima tahun ini Herbadrink Sari Temulawak selalu nongkrong cantik di lemari tempat menyimpan stock makanan.


Berawal dari kasus Fatty Liver, akhirnya kami sekeluarga menjadi akrab dengan minuman sari temulawak. Bukan hanya Ayah yang gemar mengonsumsi untuk menjaga hati dan juga ternyata menjaga vitalitas dan kesehatannya. Saya dan Trio Kruclispun bahkan mulai menyukainya.

Kami berdua yang selalu disibukkan dengan pekerjaan, sering rapat hingga malam hari bahkan saat weekend di masa-masa sidang menyebabkan kurang istirahat. Kondisi hectic pekerjaan kantor plus kesibukan mengurus anak-anak dan pekerjaan rumah tangga kemudian sering mengacaukan pola makan sehat "food combining" kami. Cheating lagi dan lagi, beuuh!

Sejujurnya kalau untuk saya godaan terberat adalah gorengan. Duuuh susah pake banget deh "say good bye" pada makanan satu ini. Trus kalau masak di rumah gak ada yang digoreng kok rasanya ada yang hampa *mulai lebay*.  Kondisi ini yang membuat kami memilih mengasup minuman herbal yang alami dan bermanfaat seperti sari temulawak untuk menjaga fungsi ginjal, hati, dan juga kadar kolesterol.

Kalau Ayah suka minum sari temulawak dalam kondisi hangat. Biasanya saat malam hari terlebih saat musim hujan, nyeruput sari temulawak hangat membuat kondisi tubuh tetap terjaga. Istirahat lebih berkualitas dan pagi hari siap kembali bertempur dengan tugas harian.


Beda sama Ayah, saya lebih suka sari temulawak yang dingin. Jujur saya tidak serutin Ayah mengonsumsi sari temulawak. Saat kondisi agak ngedrop, kerjaan kantor yang menyita perhatian, pekerjaan rumah yang juga tak kunjung berhenti apalagi sejak kami tak lagi punya ART yang stay di rumah, target postingan blog yang memanggil-manggil, dan tentu saja Trio Krucils yang minta perhatian sering membuat saya tanpa sadar lupa menjaga kebugaran.

Seperti belakangan dimana saya sering merasa begitu lelah karena kesibukan yang demanding sekaligus pola makan yang agak kacau. Duuh #HayatiLelah... Menyenangkan diri dengan segelas sari temulawak dingin yang khas dengan rasa masam segar mengembalikan semangat saya. Sehatnya dapet, segarnya juga pasti.



Yang tidak kalah penting Sari Temualwak Herbadrik tanpa pengawet. Jadi saya nyaman mengonsumsinya dan bahkan saat Trio Krucils mulai malas makan, biasanya sengaja saya buatkan sari temulawak dingin.

Setelah main panas-panasan, lari-larian, atau bersepeda di luar saya sajikan minuman dingin  dengan rasa masam segar. Kadang mereka tidak menyadari tengah mengonsumsi minuman herbal. "Enak bu, seger!" Selain nafsu makannya bisa meningkat saya juga berharap mereka bisa terus fit karena kegiatan mereka juga cukup banyak dan aktif.

Hmm menjaga kesehatan hati ternyata bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, praktis, dan disukai anak-anak. Bonusnya meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan, dan bahkan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Lengkap kap!, Menang Banyak lah mengosumsi Herbadrink Sari Temulawak mah. Kamu sudah pernah mencoba belum?

10 comments :

  1. Fatty liver bisa ngaruh sampe bau badan juga ya, Mbak. Baru tau :)
    Btw Herbadrink Sari Temulawak emang seger dan enak ya, Mbak. Saya juga sukaaa :)

    ReplyDelete
  2. Duh, seger banget Sari Temulawaknya jadi pengen nyoba. Alhamdulillah, sekarang udah nemu solusi ya mba, semoga sehat terus untuk mba sekeluarga :)

    ReplyDelete
  3. Sejak rutin minum Sari Temulawak ini aku jarang merasa capek lho mbak, tbuh juga fit terus. Bagus banget khasiatnya

    ReplyDelete
  4. Aku baru coba yg merk sebelah.. baru tau uni ada temulawaknya juga

    ReplyDelete
  5. Penyakit makin banyak berdatangan tetapi alam nggak habis2 ya menyediakan. Semoga yang sakit makin pulih. Yang nulis terus sehat. Amin

    ReplyDelete
  6. semoga sll sehat y mba,,, yg alami dan scr rutin d konsumsi pst ad khasiatnya,,,

    ReplyDelete
  7. sekarang mah sdh aad yang praktis ya, aku dulu lagi masih di rumah ortu biasa dibuatkan godokan temulawak

    ReplyDelete
  8. Sehat dan menyegarkan... Hehehe.

    ReplyDelete
  9. awww, herbadrink punya kasiat yg bagus banget ya mbak,, kelihatan seger banget deh di campur sama es batu

    www.borusiallagan.com

    ReplyDelete
  10. Dulu aku rutin minum temulawak pas kuliah. Krn pas itulah jdwal istirahat bisa dibilang kacau :p. Saking banyaknya tugas dan kegiatan kuliah. Jd tidurpun kurang. Makanya utk supplemen aku minum temulawak mba. Tp skr sih udh ga pernah. Mungkin krn udah teratur juga jam kerja :D.

    Btw, samaaa ihhh, aku jg isis bareng suami hahahaha..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top