Friday, November 15, 2013

Napak Tilas Keseruan Tour de Sumatera Barat : Padang - Bukit Tinggi dan Sekitarnya :D



Untuk teman-teman yang bukan orang awak, sudah pernah ke Kota Padang dan Bukit Tinggi?  Ada yang belum pernah, tapi banyak juga yang sudah tampaknya.  Hmm saya sendiri sudah beberapa kali mengunjungi kedua kota ini, bukan untuk berwisata sebetulnya, tapi karena mendapat tugas dinas ke sana, biasanya penelitian atau pengumpulan data. Nah,  tapi selama masih bisa mengatur waktu, kunjungan dinas ini biasanya bahkan bisa dipastikan selalu diselingi dengan kegiatan berwisata entah wisata budaya, belanja, kuliner dan utamanya wisata alamnya. Dari sekian kali kunjungan saya ke kedua kota di Sumatera Barat tersebut, kunjungan pertama saya yang paling berkesan buat saya, amat sangat berkesan dan saya selalu ingin lagi dan lagi mengulangi keseruan perjalanan “wisata” saya saat  itu. 
Air Terjun Lembah Anai Padang Panjang



Sejujurnya di luar alasan yang agak-agak pribadi, *kok jd malu gini sih, -bahwa perjalanan pertama saya ke Kota Padang dan Bukit Tinggi tepatnya 8 Tahun lalu di pertengahan 2005 itu merupakan perjalanan dinas pertama saya ke Pulau Sumatera, dan saat itu saya pergi dalam sebuah tim, dimana ada salah satu rekan kerja saya, yang saat ini merupakan Ayah dari 3 anak-anak saya. Nah…*jangan cengar cengir gitu deh… Waktu itu ceritanya kami masih “PeDeKaTe”, yaah semacam pendekatan untuk mengenal lebih serius begituuu, Tidak lebih dari setahun sejak perjalanan dinas bersama dan pertama itu kami sah menjadi suami-isteri lhooo, hahahaa. Lhoo kok jadi membahas yang ini ya…oke back to the Tour de Padang, Bukit Tinggi dan sekitarnya :D


Jadi kenapa pengalaman waktu itu sangat berkesan untuk saya, karena kami mendapatkan tour guide yang tepat, yang memang sangat mengenali wilayah Sumatera Barat dan potensi wisatanya. Iya sesampai di Kota Padang.  salah satu tim kami kebetulan adalah orang Padang, yang merantau dan berkarir di Jakarta. Beliau saat itu sekalian hendak pulang kampuang hahaha, dan menginaplah kami di rumah beliau, di kota Padang Selatan, sekitar 7 km dari Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda si Malin Kundang. Kami menikmati pagi hari dengan suasana sejuk dan hijau, dengan berjalan kaki ke Pantai Air Manis, lumayan melelahkan karena ternyata cukup jauh dan berkelok-kelok, sebetulnya ada angkutan kota yang bisa kami pilih, tapi kami sepakat untuk menikmati pagi dengan jalan kaki. Meskipun agak kecewa dengan kondisi patung si Malin Kundang yang saat itu tidak terawat, tapi pemandangan dan suasana sepanjang jalan menuju dan di pantai membayar rasa kecewa tadi, hmmm belum lagi ada kesan-kesan romantis hahahaha *tutupmuka


Dari Padang kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi, karena sebetulnya tujuan penelitian kami adalah di Bukit Tinggi …Kami dijemput dengan mobil kijang dan seorang driver yang ternyata sekaligus seorang Tour Guide dari travel tempat kami menyewa kendaraan. Dan dimulailah perjalanan seru yang sangat berkesan itu…

Dalam perjalanan dari Kota Bukit Tinggi, tentunya kami tidak melewatkan untuk singgah berfoto dan menikmati suasana di Cagar Alam Lembah Anai, dilanjut dengan makan siang di Rumah Makan Sate Padang Mak Sukur di Padang Panjang. Dalam perjalanan ini, sang driver juga menunjukan beberapa tempat menarik yang mungkin belum banyak orang ketahui, jika posisinya memang tidak di pinggir jalan dan tidak terlalu jauh, kamipun di antar sampai ke tempat tujuan.  Kami bahkan  menyempatkan diri melihat kemegahan Istano Basa Pagaruyung, sebuah obyek wisata sejarah di Pagaruyung, nagari yang terletak di dekat Batusangkar, ibu kota kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Beruntung sekali saya bisa mengunjungi Istana ini sebelum terjadinya kebakaran karena tersambar petir di tahun 2007. Namun seiring dengan renovasi istana ini, di Tahun 2010 di wilayah ini dibangun jembatan layang 9 kelok, Nah dalam kesempatan kunjungan saya yang lainpun saya belum sempat mengunjungi jembatan ini.

Pemandangan Ngarai Sianok

Perjalanan Padang – Bukit Tinggi tak terasa melelahkan. Kami menginap di hotel yang sangat strategis karena dekat dengan alun-alun kota yang menyuguhkan suasana yang sangat kental dengan nuansa sejarah, budaya dan kuliner Sumatera Barat, yakni di Hotel Novotel Bukit Tinggi. Bisa dibayangkan dengan mudahnya kami bisa dengan berjalan kaki ke Lobang atau Gua Jepang dan menikmati indahnya Ngarai Sianok, tidak kalah mudah kami bisa menikmati suasana di sekitar Jam Gadang, Pasar Tradisional: Pasar Atas dan Pasar Bawah. Selain bisa memilih berbagai cindera mata di Pasar tradisional ini , wisata kuliner khas Sumatera Barat -Nasi Kapau- bisa kita pilih sesuai selera mengingat banyakknya warung-warung yang menyediakan menu Nasi Kapau dengan cita rasa dan penampilan yang otentik, dengan suasana yang sangat khas, sangat menggugah selera. Jadi jangan pernah melewatkan ini jika teman-teman berkesempatan berkunjung kesana. Tapi jangan lupa untuk berbagai cindera mata, teman-teman harus pandai menawar…untuk mendapat harga yang bagus.
Jam Gadang, Simbol Sumatera Barat-Bukit Tinggi

Jadwal dan waktu penelitian telah kami atur sedemikian karena kami sangat antusias untuk bisa mengunjungi semua tempat yang Tour Guide kami rekomendasikan. Beberapa tempat baik wisata alam, budaya, belanja dan kuliner di beberapa kota/kabupaten di sekitar Bukit Tinggi. Sang Tour Guide menyebutkan satu minggu tidaklah cukup untuk mengexplore semua keindahan dan keunikan Sumatera Barat. Sehingga kami mencoba memilih tempat-tempat yang mungkin bisa kami kunjungi dengan waktu yang tidak terlalu lapang, mengingat pagi hari hingga jam makan siang bahkan terkadang sampai jam3 sore kami fokus dengan tugas. Tapi kami sangat beruntung karena tetap bisa menikmati wisata di beberapa wilayah di Sumatera Barat .

Kami berkesempatan menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan di Lembah Harau Payaukumbuh, luar biasa indahnya. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang, terdiri dari Bukit  Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang dilengkapi dengan pemandangan 5 buah air terjun ( sarasah ) yang sangat besar. Selain sebagai obyek wisata alam yang luar biasa indah, Lembah harau ini kaya dengan cerita sejarah dan legenda di dalamnya yang semakin memperkuatnya sebagai wahana budaya. must visited place, jika teman-teman mengunjungi Suamtera Barat sempatkan mampir ke Lemah Harau ini.

 
Dengan Latar Belakang Lembah Harau PayauKumbuh
Next destination adalah sepasang Danau Kembar yang biasa disebut Danau di Ateh dan Danau di Bawah, Pada tahun 2005, sarana prasarana dan pengembangan wisata di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok ini belum sebagus saat ini. Saat kami mengunjungi tempat ini, meskipun infrastruktur jalan sudah cukup memadai, tetapi justru mendekati wilayah danau masih belum tertata dengan baik. Melewati hijaunya perkebunan teh, hijau dan segarnya alam di sekitar danau, kami juga menikmati perkebunan terong belanda dan menikmati jus-nya … hmm segar-segar … Tentunya jika teman-teman berkunjung ke sana saat ini, suasana dan keindahan alam-nya tidak berkurang namun dengan sarana yang jauh lebih memadai, itu info yang sangat dapatkan dari berbagai sumber. Karenanya, saya sangat ingin menikmati kembali perjalanan ke sana.






Hijau dan Indahnya Danau Di Atas


Dari Solok, mari kita explore Kabupaten Agam, Iya betul kami menuju ke Danau Maninjau dengan Kelokan yang harus kami lalui, Kelok 44. Kemilau Danau Maninjau, suasana sejuk dengan perbukitan yang hijau dan rimbun, kami memilih salah satu rumah panggung di pinggiran danau, melihat anak-anak yang berenang menunggu pengunjung melemparkan uang koin. Di danau ini juga terdapat pembudidayaan ikan tawar. Puas menikmati Danau Maninjau, kami juga mengunjungi Rumah Kelahiran Buya Hamka, dan makan di sebuah warung (sesuai rekomendasi sang Tour Guide), menikmati Bakwan Ikan Rinuak, ikan kecil berprotein tinggi yang hanya ada Danau Maninjau dan pastinya sangat lezat. Saya tidak yakin apakah warung makan ini masih ada atau tidak, tapi saya terobsesi untuk bisa lagi menikmati Bakwan Ikan Rinuak…Hmmm Yummmyy. Saat ini yang terkenal justru Palai Ikan Rinuak sejenis pepes ikan Rinuak… Nah saya juga penasaran dengan yang ini…
Ini di kelok ke berapa ya dari Kelok 44

Budidaya ikan air tawar

Kami juga diajak langsung ke pusat kerajinan dari Perak, kerajinan tangan sulam dan border tradisional bahkan berburu “Jangek” kerupuk kulit asli atau khas Sumatera Barat langsung ke rumah produksinya dan berburu keripik singkong balado "sanjai" yang krenyess dan hot itu. 

Kalau di Yogyakarta ada Kota Gede, di Sumatera Barat ada Koto Gadang, pusat perajin perak terbesar di Sumatera Barat yang dapat ditempuh hanya dalam 30 menit dari Bukit Tinggi. Kota Gadang dengan kerajinan peraknya telah berkembang pesat sejak zaman penjajahan Belanda dan menjadi objek wisata budaya dan belanja yang menarik banyak wisatawan. Selain itu kami diajak datang langsung ke sebuah home industry sulam tradisional di Bukit Tinggi, di Kecamatan Ampek Angkek yang menyediakan berbagai produk sulam tangan tradisional, sangat exclusive dan dengan harga yang relative mahal, mengingat proses pembuatannya yang masih tradisional dalam berbagai bentuk seperti taplak meja, sarung bantal, sandal, jilbab, mukena, dan aneka motif pakaian. Konon, pedagang Arab bernama Khadijah dan Maryam yang membawa keterampilan menyulam ini kepada penduduk setempat. 

Dari cerita perjalanan wisata Sumatera Barat ini ada beberapa tempat yang juga kami kunjungi tapi saya agak lupa nama tempat/wilayahnya, maklum sudah 8 tahun lalu.  Tapi kesan mendalam dari beberapa obyek wisata yang saya gambarkan tadi membuat saya bermimpi mengajak anak-anak, tentu saja bersama suami berkunjung kembali kesana atau bahkan ke berbagai destinasi lain di wilayah Sumatera Barat yang belum sempat saya kunjungi, Napak Tilas jadi salah satu rencana dan impian saya, dan saya pun sudah mendapat tawaran hangat dari beberapa teman kuliah untuk menginap di rumah mereka jika suatu saat berkunjung ke sana… Keluarga kecil kami akan bisa melakukan Tour de West Sumatera, one day … InsyaAllah.

3 comments:

  1. salam.
    sumatra barat memang indah dan tidak bosan-bosannya kita untuk berkunjung ke sana.
    namun saya ingin berwisata dengan gaya lain misannya dengan bersepeda bukitinggi dan maninjau si Sumatra Barat
    kunjungi kami kalau anda-anda ingin melakukannya bersama kami.
    terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, kebayang yaa bersepeda di bukit tinggi dan maninjau... huhuyyyy banget ituuuh :P

      Delete
    2. hehehe..
      ia mbak...
      saya aja udah coba mbak, sampai-sampai saya ngos-ngosan.
      hehehe

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.