Monday, February 17, 2014

[ Tips ] Mengenakan Masker Wajah

Pagi ini, tetangga cubicle sebelah tiba-tiba bertanya, "phi, elo klo make masker kayak gimana? yang putihnya di luar atau di dalem". Naah lhoo, saya awalnya agak bingung, masker? putih di luar? oh ternyata maksudnya masker wajah alias face mask, itu lhoo masker untuk menutupi mulut dan hidung yang sekarang pastinya sedang "in" dan  jadi "trending item" di seputar Jawa Timur, Tengah dan beberapa daerah yang terkena imbas Abu Vulkanik Gunung Kelud.



Saya sendiri memang pemakai masker wajah ini, tapi bukan jenis yang satu kali pakai. Yang jenis satu kali pakai, umumnya berwarna putih di satu sisi dan hijau muda di sisi lain. Tapi sekarang, sudah banyak variasi warna untuk sisi berwananya, mulai dari pink sampai abu-abu. Jika anda adalah ROKER (Rombongan Kereta) pasti akrab dengan para pedagang asongan yang menjajakan masker wajah tersebut, harganya Rp2.000/pcs. Awalnya saya memang membeli masker wajah satu kali pakai ini, tapi karena saya berjilbab agak sulit memakainya karena telinga saya tertutup jilbab. Saya kemudian berpindah hati pada masker wajah dari kain yang bisa dicuci dan dipakai ulang, sekarang saya punya beberapa variasi warna hehehe. Jadi bisa disesuaikan dengan warna baju dan jilbab *halah

Tujuan saya memakai masker wajahpun biasanya bukan karena semata-mata saya sedang sakit (flu atau batuk) dan tak ingin menularkan pada orang lain terutama penumpang kereta lainnya. Tapi justru karena ingin melindungi diri dari debu dan segala macam polusi sepanjang perjalanan dari rumah menuju stasiun (dengan motor atau angkot), selama dalam kereta (commuter line/langsam) dan dari stasiun tujuan sampai ke kantor (dengan berjalan kaki). Karena kebutuhan tersebut, lalu saya berinisiatif membeli masker wajah yang bisa dipakai berulangkali tadi, karena memang fungsi lebih untuk menghindari diri dari debu, asap rokok dan polusi sejenisnya.


Nah kembali ke pertanyaan teman saya tadi, ternyata cara memakai masker wajah sekali pakai itu ada ketentuannya. Saya sendiri jujur tak pernah tahu. Meskipun sering bertanya-tanya sendiri (hahaha ada baiknya tanyak pada ahlinya yaa, supaya dapat jawaban) kenapa ada dua warna, selalu putih di satu sisi dan warna lain di sisi lainnya. lalu bagaimana seharusnya kita mengenakannya. Warna putih di bagian dalam atau sebaliknya?Mungkin banyak orang yang justru sudah tahu mengapa, sehingga mereka menggunakannya dengan cara yang tepat. Kali ini saya ingin berbagi dengan yang belum paham seperti saya. Bagaimana cara mengenakan masker wajah sekali pakai yang tepat.

melindungi orang lain kenakan warna putih di bagian dalam, *thx tar for being a model :P

melindungi diri, kenakan warna putih di bagian luar

Menurut temannya teman saya tadi :D yang memang seorang dokter (karena merujuk pada tenaga kesehatan yang memang ahli di bidangnya, makanya saya berani sharing hihihi), ternyata pemakaian masker ini ada aturannya. Pemakaiannya tergantung pada tujuan kita memakainya. Jika kita ingin mencegah terjadinya penularan penyakit/virus/bakteri yang dapat menyebar melalui udara, pernafasan atau sejenisnya dari diri kita kepada orang lain, yang berarti kita sedang tidak sehat/sakit maka sisi/bagian yang berwarna putih kita kenakan di dalam (sisi yang berwarna di luar). Sebaliknya jika kita ingin melindungi diri dari penyakit/virus/bakteri/debu/asap/polusi dan yang lainnya maka sisi yang berwarna putih kita kenakan bagian luar.

Jadi kesimpulannya sisi warna putih ini merupakan bagian penahan atau benteng, itu kenapa selalu ada yang berwarna putih. Putih-hijau, putih-pink, putih-biru, putih-abu, karena memang si putih inilah penandanya, bentengnya :). Jadi jangan salah lagi yaaa, apa tujuan kita memakai masker?? melindungi diri atau melindungi orang lain? dalam kasus abu vulkanik, maka seharusnya yang kita mengenakan masker dengan bagian putih di luar, karena kita ingin melindungi diri dari efek  abu vulkanik. Sebaliknya saat kita sedang flu, batuk, pilek maka kenakan, sisi warna putih di bagian dalam, untuk melindungi orang-orang sekitar kita agar tidak tertular.

Terjawab sudah pertanyaan dan kebingungan saya, kenapa saya sering melihat dokter atau tenaga kesehatan di rumah sakit yang mengenakan masker wajah berbeda-beda. Ada yang mengenakan dengan sisi putih di luar, tapi tak jarang dengan sisi berwana di luar. Awalnya saya pikir, berarti cara pakainya, suka-suka ajah. Maunya bagaimana, ternyata memang tujuan masing-masing memakainya yang berbeda. Naaah asumsi dan hipotesa awal ternyata tak selalu benar, hiks... untuk pastinya ada baiknya memang ditanyakan kepada ahlinya... Tapi yang pasti jangan dicuci yaa masker sekali pakainya...emangnya upin ipin, dicuci sampai robek. hahaha. Okeh semoga bermanfaat untuk yang belum tahuu...

Monggi disebarkan, sapa tahu masih banyak yang belum paham seperti saya. :)

2 comments:

  1. Laah saya baru tau mbak padahal saya make setiap hari, secara kerja nya di lab. he3 *maluuuu* TFS ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, saya juga baru tahu niih... makasih dah mampir

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.