Thursday, March 27, 2014

Bersahabat dengan Lingkungan, Berpikir Besar, Mulai dari yang Kecil, Bertindak Sekarang !!!

Sebesar apa kepedulian kita terhadap lingkungan? Sebelum muncul rasa peduli, pastinya ada suatu kesadaran yang mendasarinya, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kesadaran ini yang kemudian menjadi suatu motivasi yang menggerakkan kita untuk mewujudkannya dalam sikap dan tindak laku. Kesadaran harus ditumbuhkan melalui suatu proses pembiasaan yang kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi pola pikir "mind set" kita.

http://www.wwf.or.id/?32102/LombaBlogIngatLingkunganBerhadiahUangTunaiTotalRp10Juta


Pernah menonton sebuah film hollywood, berjudul Waterworld? Dalam film yang diperankan sekaligus disutradarai oleh aktor kawakan Kevin Costner tersebut menggambarkan bagaimana ketika dunia sudah dipenuhi oleh air, tidak disebutkan waktu yang pasti namun diperkirakan setting ini terjadi di tahun 2500 Masehi. Memang tidak diceritakan bagaimana proses dimana sebagian besar permukaan bumi dipenuhi oleh lautan air. Logika awam saya menebak telah terjadi suatu perubahan iklim global yang menyebabkan seluruh pegunungan es di belahan dunia mencair. Sehingga, daratan menjadi sumber langka yang diperebutkan oleh semua orang. Peradaban kemudian kembali pada era bar-bar di mana yang kuatlah yang menang. Semakin langkanya daratan menimbulkan persaingan yang sangat mengerikan dalam meperebutkannya, bersabung nyawa.

Waterworld sumber dari sini

Hmm ngeri ya, mudah-mudah gak sampai ya kita ke era "waterworld" tadi, meskipun fakta mencairnya gunung es di kutub telah lama santer diberitakan seiring perubahan iklim yang kian drastis. Tidak perlu jauh-jauh ke kutub, efek rusaknya lingkungan menjadi bagian rutinitas masyarakat Jakarta setiap musim hujan, Banjir. Banjir tidak lagi menjadi rutinitas tahunan masyarakat Jakarta, hampir di seluruh wilayah Indonesia di awal tahun 2014 ini misalnya mengalami bencana banjir, di Jawa Barat mulai daerah dataran tinggi seperti Bandung dan Garut, sampai daerah pantai utara, Cirebon dan Indramayu. Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Manado, Lampung, Palembang, Padang, Aceh ... Lalu bencana kabut asap di Riau. Semua bencana ini karena lingkungan mengalami kerusakan. Sesungguhnya alam terkembang menjadi guru. Banyak makna yang harus kita resapi dibalik berbagai fenomena alam ini. Alam seharusnya menjadi sahabat kita, layaknya sahabat marilah kita sikapi secara bersahabat. 

Lalu apa sih yang bisa kita lakukan untuk turut berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, mengurangi tingkat kerusakan dan mengimbagi kerusakan yang terus meningkat secara masif akibat pertumbuhan industri dan infrastruktur, bahkan akibat ketidakpedulian kita untuk menjaga lingkungan sekitar. Jika kita tak bisa melakukan sesuatu yang berskala besar dan masif, maka prinsip Think Big, Start Small, Act Now dapat diterapkan dalam keseharian kita.


 Saya, Ibu bekerja dengan 3 putri-putra yang masih usia dini, apakah bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan. Saya merasa tak perlu memilih, saya harus mau melakukan sesuatu untuk turut berkontribusi, dalam bentuk paling sederhana sekalipun. Saya mulai dari diri saya dan keluarga kecil saya, dan saya coba bawa dalam lingkungan pekerjaan. Beberapa hal sederhana (jika tidak dikatakan kecil) dalam keseharian yang bisa dilakukan sebagai wujud persahabatan kita dengan lingkungan antara lain:
  • Menggunakan alat-alat elektronik sehemat dan seefisien mungkin. Di rumah saya mencoba melakukan pembiasaan pada anak-anak bahwa saat tidak dipergunakan, semua alat elektronik harus mati. Sesederhana itu? Iya, saya bisa melihat banyak dari kita yang tetap menyalakan TV padahal tak ada yang sedang menonton,  menyalakan AC saat udara cukup sejuk, membiarkan kipas angin menyala dalam ruangan kosong, atau tidak segera mematikan komputer saat sudah tidak digunakan. Dulu, sejak pagi sampai malam terkadang TV menyala sepanjang hari, sementara kita sibuk masing-masing, anak-anak bermain dan bercanda, kita sibuk dengan gadget atau koran. Tapi entah kenapa TV tidak dimatikan. Hmm satu lagi, pastikan lampu kamar mandi dan toilet sudah dimatikan sesaat setelah kita selesai menggunakannya.
  • Bijaksana menggunakan air. Cara yang paling sederhana dengan memastikan semua kran tertutup rapat selesai digunakan. Jika dimungkinkan bisa menghemat penggunaan air saat mencuci baju/peralatan lain, mengapa tidak dilakukan. Saya cenderung menggunakan kran siram/shower untuk kamar mandi ketimbang menggunakan bak. Sebetulnya awalnya kurang puas mandi dengan "shower", karena sejak kecil biasa mandi jebar-jebur dengan air yang melimpah. Selain menghemat, karena dinyalakan saat kita hendak menyiram atau membilas, ini memperkecil kemungkinan kita lupa menutup kran dari bak kamar mandi yang menyebabkan air terbuang percuma.
hijau di dalam, hijau di luar segerrrr :) gambar koleksi pribadi
  • Menghijaukan lingkungan. Meski halaman rumah tidak luas, tapi menyadari arti pentingnya pohon, menanam berbagai jenis tanaman setidaknya menyumbangkan udara bersih bagi lingkungan. Kebetulan di kanan, kiri dan depan rumah kami, kavlingnya masih kosong. Seizin pemilik tanah kami menanami berbagai macam tumbuhan, mulai dari pisang, pepaya, singkong, dan pohon peneduh.  Bahkan belakangan kami (warga komplek) bersepakat menanami kavling-kavling kosong dengan beberapa tanaman keras yang memiliki nilai ekonomi seperti Pohon Jati dan Pohon Sengon.
    Pohon Jati yang mulai tumbuh. Gambar Koleksi pribadi
    Iya kalau dibiarkan kosong hanya ditumbuhi ilalang tanpa diurus secara rutin, sangat mungkin menjadi tempat yang nyaman bagi hewan-hewan buas dan liar seperti ular dan biawak kecil. Dengan menanam tanaman-tanaman tadi, semua tetangga bisa menikmati singkong dan pisang rebus saat musim siap dipetik, dan selalu ada pepaya untuk cuci mulut.  Dalam rumahpun, saya menanam tanaman penyejuk di dalam pot, guna menghisap polusi dari dapur, seperti tanaman lidah mertua dan beberapa tanaman yang mudah perawatannya. Di kantor, saya menghias cubicle saya dengan beberapa pot tanaman dalam ruangan. Yang terakhir ini setidaknya menyejukkan mata, dari tumpukan pekerjaan. Hijau di dalam hijau di luar :).
    persemaian bibit cabe dan tanaman buah lainnya, ini karya Mbah Akung Lhoo hehehe..gambar koleksi pribadi
  • Jangan terlalu banyak menggunakan tissue yang sekali pakai. Cara praktis untuk membersihkan segala macam kotoran ringan, ya menggunakan tissue. Mudah didapat dan praktis, membuat kita begitu mudahnya menghabiskan berlembar-lembar tissue setiap hari. Oh No, berapa banyak pohon yang ditebang untuk kemudian menjadi lembaran-lembaran tipis pembersih ini. Saya termasuk "galak" pada anak-anak soal pemakaian tissue, dan selalu mengingatkan dari mana tissue ini dibuat. Jika kita masih bisa menggunakan pembersih dari kain yang bisa dicuci dan dipakai ulang, mengapa tidak, pun hasilnya bisa lebih bersih.
  • Be Paperless. Dulu agak sulit bagi saya memeriksa pekerjaan yang jumlahnya berlembar-lembar melalui media computer/laptop. Kalau tidak dicetak/print dan tidak langsung dicorat coret kok rasanya tidak puas. Ternyata itu masalah  pembiasaan, kebiasaan,dan tentu saja "mind set". Bisa kok dan jadi lebih praktis karena hasil edit/koreksi bisa langsung di email. Sayapun tidak segan menggunakan kertas bekas yang sudah dipergunakan, iya kita pakai halaman sebaliknya dari yang sudah dipakai. Satu lagi, untuk keperluan pribadi saya cenderung mencetak hasil pekerjaan atau sejenisnya dengan memperkecil ukuran, biasanya satu halaman kita cetak untuk dua halaman. We save 50% of paper and ink ... Hahayyyy
    lets be paperless ...
  • Bijak mengelola sampah, yuuk kurangi jumlah sampah di bumi yang kian hari kian menumpuk. Mulai dari membiasakan membuang sampah pada tempatnya, sejak dini. Kebiasaan sederhana lainnya adalah menggunakan produk harian yang bisa diisi ulang/refill. Untuk produk harian seperti deterjen cair, shampo, sabun cair, cairan pembersih lantai, sabun cuci/cuci tangan, bahkan untuk kecap dan saus. Bahkan saya biasa menggunakan botol syrup sebagai tempat cairan pembersih lantai dan sejenisnya. Selain mengurangi sampah, harga produk dengan kemasan isi ulang lebih murah, jadi lebih hemat kan.
    Reduce the waste and save the water. Gambar koleksi pribadi
    Satu hal lagi terkait pengelolaan sampah yang jujur sampai hari ini belum bisa saya dan keluarga implementasikan dengan baik, yaitu mengelola sampah dengan memisahkan antara sampah organik dan non organik. Ini masih jadi PR bagi kami, karena sebetulnya kesadaran sudah ada tapi masih tersendat pelaksanaannya. Sederhana, tapi kalau tidak segera diwujudkan akhirnya "tak kemana-mana". Iya awalnya karena sering gonta-ganti ART, Nah mengajari embak baru kebiasaan memisahkan ini agak repot dan sebetulnya lebih karena saya sendiri kurang komitmen. Tapi tahun ini harus sukses deh, dimulai dengan membuat lubang pengomposan sampah hijau dan menyediakan dua macam tong sampah. Semua berawal dari diri sendiri dan dari rumah. Lagi-lagi pembiasaan, kebiasaan dan mind set. Oh iya jangan lupa, gunakan tas yang bisa pakai berulang kali ketimbang plastik saat berbelanja, slain hemat kita bisa mengurangi sampah plastik.
  • Menggunakan moda transportasi massal. Selain alasan efisiensi waktu, menggunakan transportasi umum/massal bisa sangat berarti untuk mengurangi jumlah polusi lhoo. Meskipun ada kendaraan bermotor, sejak 5 tahun ke belakang saya lebih memilih menjadi "ROKER", alias rombongan kereta. Kondisi transportasi masal seperti Kereta Api dan Commuter Line memang belum secanggih dan senyaman di beberapa negara maju. Kondisi berdesak-desakan di Gerbong, jadwal yang masih kacau, kenyamanan, keamanan dan seterusnya memang bisa membuat kita berfikir dua kali untuk menggunakan moda transportasi ini. Tapi efisensi waktu mengingat parahnya kondisi kemacetan Ibu Kota menjadikan Kereta Api/Commuter Line menjadi alternatif idola bagi sebagian besar mereka bertempat tinggal di daerah yang sudah terhubung dengan jalur kereta api.
    Kereta Api & Commuter Line. Gambar koleksi pribadi
    Bayangkan Ciputat - Senayan, pada jam kerja bisa mencapai 2,5 jam. Dengan menggunakan Commuter Line, saya bisa menghemat waktu sampai 1,5 jam. Cukup sekitar 1 jam dari rumah di Ciputat ke Kantor di Senayan. Perjalanan dalam Commuter Line-nya sendiri hanya sekitar 20 menit. 1 jam sudah termasuk kemacetan menuju stasiun dan waktu mengantri masuk dan keluar stasiun. Naah semakin nyaman transportasi publik, saya yakin semakin banyak masyarakat yang beralih pada jenis moda transportasi ini. Artinya semakin banyak polusi yang bisa kita kurangi dari udara Indonesia. Hadirnya Bus Trans Jakarta juga merupakan alternatif cerdas lainnya. Ada lagi gerakan yang lebih OKE, Bike To Work ... untuk yang bisa bersepeda, gemar bersepeda dan punya sepeda... kenapa tidak...bonusnya sehat lhooo.
    Edukasi Bersahabat dengan Lingkungan, Jalan-jalan dan bermain di Kebun Raya Bogor, Taman Mini, Hutan Kota, Kebun Biantang dll. Gambar Koleksi Pribadi
  • Edukasi sedari dini akan pentingnya bersahabat dengan alam dan lingkungan. Kebiasan, pembiasaan dan mind set bersahabat dengan lingkungan akan jauh lebih efektif jika diterapkan sedari dini. Selain mengenalkan, mencontohkan dan membiasakan kebiasaan-kebiasaan kecil sederhana di atas kepada seluruh anggota keluarga sejak dini, kita bisa sering melakukan kegiatan menyenangkan dengan mengenalkan anak-anak pada lingkungan. Alih-alih ngemall setiap weekend, saya mencoba mengajak anak-anak mengenali lingkungan sekitar dengan mengunjungi dan bermain di tempat-tempat yang hijau dengan udara segar, misalnya taman/hutan kota, kebun raya bogor, taman atau ruang terbuka hijau, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang,  Taman Nasional/Cagar Alam dan Pantai. Mereka suka kok, selain bebas bermain dan berlarian, mereka menikmati suasana dan belajar menghargai alam dan lingkungan. 

Nah, kepedulian saya sebagai blogger terhadap lingkungan juga saya coba wujudkan dalam bentuk partisipasi di lomba Blog Peduli Lingkungan yang diadakan oleh BlogDetik dan WWF ini. Kalau ada yang masih ingin menambahkan ide-ide ramah lingkungan, yuuuk ikut partisipasi juga...

Be Environmental Friendly, Think Big - Start Small - Act Now !!!
Tulisan ini memenangi Juara Harapan 

12 comments:

  1. Waaaa..keren pula punya Maakkkk.....semoga sukses Lombanya yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mamacih maaak, sukses juga buat Mak Lies..

      Delete
    2. Hwaa dapet merchandise ya Maakkk...keren deh !

      Delete
    3. hihi alhamdulillah mak, selamat juga yaa....emak lies dapet sejuta-nya...

      Delete
  2. Kece mak, banyak memang yang bisa kita lakukan :D

    Gutlak ya sama lombanya <3

    ReplyDelete
  3. Setuju! Idenya keren2 mak. Semoga menang :D

    ReplyDelete
  4. semoga tulisannya menginspirasi banyak pembaca... :-)

    ReplyDelete
  5. selamatt mba ^^, dapet merchandise

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.