Friday, August 15, 2014

Berendam di Banyu Panas Gempol Palimanan Cirebon

Masih tentang liburan mudik kemarin niih. Alhamdulillah salah satu efek tinggal di wilayah perbatasan, yaa punya pilihan jalan-jalan yang lebih variatif. Kampung Mimi saya yang masuk wilayah adminitratif Kabupaten Cirebon ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Naah selain macet luar biasa karena menjadi salah satu jalur lintas masyarakat yang bergerak di sekitar tiga wilayah itu, setidaknya kita jadi punya banyak pilihan jalan-jalan, maceeet yaaah...itu mah seninya hihihi.

Kalau mau wisata gunung dan wisata air bisa ke Kuningan. Banyak pilihan danau, situ atau kolam renang di sepanjang wilayah kaki Gunung Ciremai tersebut yang tak terlalu jauh dari rumah. Untuk ngadem-ngadem, juga lumayan banyak pilihan. Pilihan akan jauh lebih banyak dan beragam jika kita mau sedikit naik ke wilayah Kuningan. Bisa mandi air panas juga di wilayah Sangkan. Naah kalau mau berendam air panas dan tak kena macet, pilihannya berendam di kolam Banyu Panas di daerah Palimanan. Yup di dalam komplek Pabrik Semen Indocement. Namanya Objek Wisata Banyu Panas Gempol. Selain air panas, kandungan belerangnya cukup tinggi sehingga dipercaya bisa juga mengurangi beberapa keluhan. Sebelumnya pernah juga berendam di air panas di objek wisata ini, sekitar 2 tahun lalu mungkin.

Main air atau berenang hampir selalu jadi pilihan terutama para krucils. Tapi yang manula maunya main air di air panas. Air panas dipercaya dapat menjadi terapi terutama untuk kondisi tubuh lelah dan capek atau pegal-pegal, biasanya menjadi lebih ringan setelah berendam di air panas. Belum lagi bagi mereka yang memiliki masalah kulit, air panas dengan kandungan belerang ini juga dipercaya mampu merontokkan masalah kulit tersebut. Soal kebenaran ilmiahnya, saya tak terlalu paham. Tapi salah satu alasan saya antusias berendam di air panas adalah karena pengalaman saya, sesudahnya badan terasa ringan, pegal-pegal dan kaku hilang, selain itu dek Paksi yang enggan bermain di air dingin biasanya lebih antusias karena airnya panas. 



Bukan pertama kali juga kami berendam di air panas seperti ini, di dekat rumah daerah Parung. Kami juga pernah liburan keluarga ke derah Garut karena ingin menikmati bermain dan berendam di air panas. Hmm pilihan lainnya di daerah Subang, objek wisata Ciater. Kami juga pernah ke Objek Wisata Guci dan menikmati air panas di sana. Yang paling semangat wisata air panas pastinya Mimi niih. dibandingkan dengan objek wisata ir panas yang saya sebutkan sebelumnya. Objek wisata Banyu Panas Gempol di Palimanan ini memang masih yang paling kecil. Karenanya justru kami lebih suka, karena tidak terlalu ramai. Biasanya kami memilih pagi-pagi sekali (selesai sholat shubuh), atau justru sore hari jelang maghrib. Selain karena suhu air yang belum terlalu tinggi atau panas, juga karena pengunjung masih sepi atau sudah sepi. 

Pagi itu kami datang dan komplek pabrik semen Tiga Roda Indocement masih sepi. Menuju lokasi kita akan melewti jalan berkonblok, beraspal sampai berbatu. Dari kejauhan terlihat dataran berwarna putih kiranya gunung kapur yang sebaian telah rata. Seperti diketahui kapur menjadi salah satu bahan baku pembuatan semen. Kita juga bisa melihat pabrik semen yang masih beroperasi hingga hari ini. Menuju objek wisata kitaharus melewati gerbangnya, untuk tiket kendaran dihitung berdasarkan jumlah orang dewasa di dalamnya dikenai biaya Rp 3.000/orang. Setelah parkir, kita harus melewati jembatan kecil yang menghubungkan sungai atau kali kecil tempat yang dialiri air belerang, sehingga selain butiran kapur di dasar sungai, asap belerang masih tampak mengepul. 

Masuk ke lokasi kolam renang kembali dikenai biaya Rp 7.000/orang. Kami datang masih pagi, sehingga belum penuh. Mengambil posisi agak ke pojok untuk mendapatkan kursi dan saung guna menyimpan perlengkapan. Kolam tampak mengepul, saya lupa mengecek suhu air saat itu. Saya masih ingat dua tahun lalu saat kami berkunjung suhu air mencapai 43 derajat celcius. 



Saat pertama kali memasukkan anggota tubuh, akan terasa sangat panas tapi lama kelamaan tak terlalu panas. Intinya biarkan tubuh kita beradaptasi. Suhu tubuh akan segera beradaptasi seteleh kita memasukkan sebagian anggota badan. Memang tidak disarankan terlalu lama berendam terutama bagi anak kecil. Tapi meski awalnya menjerit-jerit karena merasa panas, setelah berendam lama2 anak-anak mulai menikmati. Saya sendiripun tidak langsung merendam seluruh tubuh. Mulai kaki sampai betis, lalu turun ke bawah, sampai ke dada. Kedalaman kolam rendam hanya 1,5 meter saja. Disediakan juga pancuran bilas, kamar ganti dan kamar kecil.

Semakin siang pengunjung makin ramai. Setelah merasa cukup, kami bergegas membersihkan diri. berganti baju dan siap mencari sarapan pagi, Nasi Lengko, Nasi Jamblang, atau Empal Gentong  yaa.. yuhuuuu.

14 comments:

  1. wedeh....mantab sob, menyenangkan memang berendem di kolam air panas.
    =========================
    makanan untuk kelinci pedaging

    ReplyDelete
  2. Sekarang pemandian air panas dibikin kolam gitu yah :D
    Saya mah duluu banget suka main ke pemandian air panas, tapi yang dulu mah masih kaya sungai besar gitu ya, gak dibuat kaya kolam gini..
    Dibuat kolam gini lebih enak berendemnya yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa...dibuat kolam..jd lebih rapih aja...dan lebih aman

      Delete
  3. wah... jadi pengen kesana, keren mak :)

    ReplyDelete
  4. Mak...ke Sangkanhurip..di Kuningan mak..kan deket tuh dari Cirebon..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dah sering juga mak ke sangkan hurip...kmrn juga ke sana cuma maceet bgt klo lebaran. jadi kebagiannya dah sore dah ga enak airnya kebanyakan yang mandi. ini yang lbh deket dr rumah mak

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.