Saturday, August 15, 2015

Tetap Nyaman Menyusui di Tempat Umum

Menyusui di tempat umum?? ih yang bener ah. Iyess bener dung. Menyusui si kecil yang memang sedang lapar atau saatnya menyusu memang kadang tak kenal tempat. Kok?? Iya karena sebagai Ibu dengan bayi atau anak yang sedang menyusu kita tidak mungkin hanya berada di rumah dung ya. Aktifitas sehari-hari atau kegiatan lainnya tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Justru para Ibu yang menyusui bayi memiliki keuntungan dari sisi kepraktisan dibandingkan dengan mereka yang memberikan susu botol pada anaknya. Iya, setidaknya "peralatan tempur" semacam botol susu, botol ait hangat, dan susu serta perlengkapan tidak perlu dibawa-bawa kan?


Saya mengalami kedua pengalaman tersebut. Kakak Alinga hanya menyusu ASI sampai usia 3 bulanan setelah itu campur deh ASI dan Susu botol. Bukan karena stock ASI saya sih tapi lebih karena ketidakpahaman saya memanaje ASI saya yang sejak 3 bulan mulai masuk kerja. Ka Al hanya mau menyusu sampai usia 9 bulan. Setelahnya dia ogah mimik, hiks ternyata saat itu saya tengah mengandung Ka Zaha. Mungkin Ka Alinga sudah gak nyaman dengan ASInya. Baru setelah kehamilan dan kelahiran Ka Zaha inilah saya belajar banyak tentang menyusui, ASI dan pernak perniknya. Alhamdulillah tamat ASIX 6 bulan lanjut hingga dua tahun. Berlanjut ke Dek Paksi kurang lebih dengan pelajaran dan perjuangan yang sama.

Menyusui buat saya pribadi yang bekerja memberi dampak yang lebih. Terutama dari sisi psikologis dan emosional. Itulah mengapa saat sedang bersama mereka, saat berusaha sebisa mungkin tetap menyusukan langsung meski sedang berada di tempat umum. Alhamdulillah saat ini sudah semakin banyak sarana atau fasilitas umum yang menyediakan ruangan khusus untuk menyusui atau nursery room. Mall, pusat perbelanjaan, bandara, kantor-kantor pemerintah, perusahaan, arena pameran, bahkan di beberapa stasiun kereta.

Memang menyusui atau ASI merupakan hak setiap bayi yang dalam pemberian ASI tersebut harus didukung penuh oleh semua pihak seperti keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat umum. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. Fasilitas khusus semacam nursery room ini disediakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 128 Undang - Undang No. 39/2009 tentang Kesehatan. Jadi Ibu yang menyusui bayi di tempat umum itu dilindungi oleh Undang-Undang. Meski mungkin belum seluruh tempat umum menyediakan tempat khusus namun setidaknya sudah ada dorongan dari pemerintah dan pembentuk kebijakan.

Meski memiliki beberapa balita dan salah satu atau dua-nya tengah menyusui saya tetap dung suka jalan-jalan atau jika sedang ada keperluan membawa serta mereka ke mana-mana. Justru membawa serta mereka dalam kegiatan saya menjadi semacam kompensasi karena saat bekerja saya harus terpisah sementara dengan mereka. Kegiatan menyusui tidak menjadi atau lebih tepatnya tidak saya jadikan sebagai penghalang. Menyusui merupakan kegiatan yang secara psikologis dan emosional sangat baik bagi Ibu dan anak. Menyusui merupakan sarana komunikasi yang efektif untuk menguatkan ikatan/bonding dengan si kecil karenanya sebaiknya dilakukan dengan rileks dan nyaman.

Nah berikut sedikit tips berdasarkan pengalaman saya membawa krucils beraktifitas di luar dan tetap memberikan ASI atau menyusui mereka dengan nyaman.

  • Pastikan untuk mendapat informasi tentang keberadaan nursery room atau ruang laktasi/menyusui di tempat yang akan kita tuju. Segera setalah sampai ke tujuan cari informasi tentang nursery room atau sejensinya. Misalnya saat tiba di mall, arena pameran, stasiun, atau bandara biasanya saya pertama kali tanyakan adakah nursery room dan di mana tempatnya. Jika memang tidak ada ruang khusus semacam nursery room, jika terpaksa saya mencari alternatif tempat atau ruangan lain seperti musholla. Kalau sudah tahu dan dapet infromasinya, aman kan? Kita bisa langsung jalan-jalan atau keliling atau menunaikan keperluan kita. Saat waktunya si kecil mimik atau menyusui kita tidak panik atau terburu-buru karena sudah tahu kemana kita membawa si kecil menyusui.

  • Usahakan menggunakan baju yang nyaman untuk menyusui. Waah saat ini sudah tersedia banyak baju khusus menyusui. Baju yang didesain khusus untuk membantu dan memudahkan para Ibu yang menyusui. Kita bisa pilih di pasaran sesuai kebutuhan dan budget. Pilih yang paling nyaman. Saat ada di rumah mungkin kita tidak harus mengenakan baju khusus menyusui karena kita bebas menunaikan kewajiban menyusui. Mengenakan baju yang sesuai akan sangat membantu.

  • Kenakan bra khusus menyusui. Ini juga bagian penting untuk kenyamanan menyusui di tempat umum. Jikapun harus membuka kancing baju atau lubang khusus dari baju menyusui kita tidak perlu khawatir area payudara kita terekspos karena menggunakan bra yang sesuai untuk menyusui. Ada ya bra khusus menyusui?? pastinya ada ya. Sebagaimana baju menyusui bra menyusui juga memiliki banyak model dan pilihan. Pilih yang nyaman untuk kita dan sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara. Ingat saat menyusui, payudara cenderung akan berukuran lebih besar. jadi saat memilih atau membeli bra khusus menyusui jangan lupa perhatikan ukuran ya.

Ada tambahan tips dari saya nih, untuk mencari bra menyusui yang nyaman  dengan model  yang sesuai dengan selera, bisa dilihat di koleksi bra menyusui di Zalora.  Berbagai model bra dengan kualitas yang baik bisa kita pilih dan selanjutnya tentu dengan mempertimbangkan ukuran. Sebaiknya memang memilih bra menyusui yang berkualitas dan kuat. agar nyaman dipakai karena akan sangat membantu kita menyusui terutama jika di tempat umum. 

Ayook para bumil, calon busui atau bahkan busui, sudah punya koleksi bra menyusui atau maternity bra yang nyaman belum?? Zalora menyediakan berbagai pilihan lho. Sistem pembeliannya juga simpel. Jadi yang bmil tidak perlu merasa kerepotan. Siapkan jauh-jauh hari agar sukses memberikan ASI pada si kecil. Yuuk, semoga bermanfaat ya...

10 comments:

  1. Sayang sekali di kota saya masih sedikit sekali yang menyediakan ruang menyusui :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm paling alternatifnya di musholla atau tmpt yg agak tertutup ya mbak

      Delete
  2. Aku kalau jalan-jalan juga tetp nyusuin kalau bawa bayi. Kebetulan pakai jilbab gedhe, jadi tinggal sembunyiin si bocah di balik jilbab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha masuk persembunyian ya mbak. Tp ada juga baby yang gaknmau ditutupin klo lg mimik. Ngambek...tp klp jilbabnya lebar mgkn lbh longgar yaa

      Delete
  3. aku dulu pernah dikasih penutup untuk menyusui khusu dari batik dan unguuuu,,enak dan praktis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha unyuuuu as always... Nah itu kadang ada si kecil yg ogah ditutupin mak. Kyk dek paksi waktu baby gak betah klo mimik ditutupin. Makanya palingbaman cari nursery room n pake baju n bra yg proper

      Delete
  4. Jaman anakku dulu nggak ada tempat menyusui di fasum. Harus ke toilet, padahal tempatnya jorok. Akhirnya di mushola dan ditutupi kain batik dari Bali ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang2 msh ada yg blm sediain tempat laktasi khusus mak. Jd paling alternatifnya di musholla

      Delete
  5. kalo di Jepang, rata-rata di tempat umum ada ruangan khusus menyusui, dan ruangan menyusuinya itu nyamaaaan banget :), betahlah kalo jalan-jalan bawa bayi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah harusnya kita juga bs kayak gt yaa. Klo di kota besar kyk jakarta sih sdh lumayan. Tp sayangnya blm merata di kota2 lain

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.