Friday, October 9, 2015

[ Movie Review] Children of Heaven: Anak-anak Syurgawi


Pertama kali nonton film ini tuh di sebuah acara festival film di TIM, Taman Ismail Marzuki. Kalau tidak salah sih sama "calon" ayahnya Trio Krucils. Hmm mudah-mudah gak salah yaa *uhuk. Jangan-jangan sama yang lain #eh. Pertama menonton film yang durasinya hanya 89 menit ini saya bener-bener tak bisa menahan air mata. Ini bukan film drama cengeng kok, tapi sungguh menyentuh dan membekas sekali di hati. Belakangan film Iran yang dirilis di tahun 1997, dari sutradara dan penulis Iran Majid Majidi, dengan setting keluarga kelas bawah di pinggiran kota Teheran di Iran ini kemudian sering ditayangkan di beberapa TV nasional di tanah air. Pun, saya tetap tak bisa menahan linangan air mata. terutama saat melihat wajah polos Ali Mandegar. Duuuh, wajah syurgawi. 


Film dengan genre drama keluarga ini mungkin memang memiliki ide cerita yang sederhana. Namun entah mengapa, penokohan, setting dan jalannya cerita membuat film ini buat saya sangat spesial. Tapi bukan karena saya agak sentimentil juga kok, memang film ini bagus. Buktinya film ini meraih beberapa award di berbagai festival film seperti Montreal Film Festival dan Singapore Film Festival.

Adalah Ali Mandegar yang diperankan dengan pas oleh Amir Farrokh Hashemian. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dari keluarga miskin di Selatan Teheran. Adik perempuannya dengan wajah secantik rembulan Zahra (Bahare Seddiqi). Selain sangat menyayangi adik dan kedua orang tuanya. Ali sesosok anak kecil yang sangat bertanggungjawab dan tak ingin menyusahkan kedua orang tuanya yang sudah memiliki masalah yang cukup berat. Ibu mereka diceritakan menderita sakit berat sehingga kondisi rumah tangga dan keluarga menjadi lebih sulit karena mereka harus berbagi tugas. Nafkah dari ayah merekapun diutamakan untuk pengobatan sang Ibu.

Suatu hari, tanpa sengaja Ali menghilangkan sepatu Zahra. Sepatu Zahra hilang setelah diperbaiki Ali di pasar. Seorang pemulung memungut sepatu yang sebetulnya memang sudah tidak baru tersebut. Tak ingin menyusahkan orang tuanya. Ali meminta Zahra menyembunyikan hal tersebut dari kedua orang tua mereka. Ali berjanji akan segera menggantikan sepatu Zahra dengan yang baru.  Akhirnya Zahra pergi ke sekolah memakai sepatu Ali. Zahra masuk pagi dan Ali masuk siang sehingga mereka bergantian memakai sepatu ke sekolah, dan hampir setiap hari Ali terlambat sampai ke sekolah dan tak jarang kepala sekolah menghukumnya. Sungguh perjuangan dua anak kecil yang mencuri hati saya.

Sampai akhirnya datang kabar gembira akan diadakannya sebuah lomba lari. Ali dengan antusias ingin mengikuti lomba lari yang hadiah untuk peringkat ketiganya adalah sepatu. Tak bermaksud lebih, Ali berjuang menyelesaikan lomba untuk peringkat ketiga dan sepasang sepatu untuk adiknya. Hmm usaha Ali berbuah manis, Ali memenangi juara pertama. Namun dengan kepolosannnya, Ali sama sekali tidak melihatnya sebagai kemenangan yang diinginkan. Ia menangis sedih karena gagal mendapatkan sepatu di peringkat tiga.  Dalam kesedihan itu datang jawaban dan pertolongan Tuhan. Kabar gembira bahwa kantor sanga yah menanggung biaya pengobatan Ibunya sehingga ayah mereka bisa membelikan mereka sepatu baru.

Semangat juang, ketulusan, kasih sayang, tanggung jawab, rasa hormat dan cinta pada orang tua dan saudara merupakan nilai-nilai yang sangat kuat mewarnai film ini. Nilai-nilai yang secara sangat alamiah muncul dari aura para pemainnya. Kadang kita tanpa sadar tengah "diajari" nilai-nilai agung itu dari dua sosok anak syurgawi, Ali dan Zahra. Ketulusan mereka untuk saling membantu agar tak merepotkan orang tua. Sosok Ali yang meski lugu dan polos namun penuh tanggung jawab sekaligus tegar.  Duh betapa beruntungnya memiliki anak-anak dengan kepribadian sedemikian menawan. Semoga dituntun Allah untuk bisa membentuk generasi syurgawi. Amiin

Oh iya, saya juga berharap tontonan keluarga yang bisa ditonton juga oleh anak-anak seperti ini kembali banyak muncul di industri film. Seneng banget kalau film sejenis juga bisa diadopsi oleh para pembuat film anak-anak atau keluarga di tanah air. Sarat akan nilai-nilai luhur yang kadang kita kurang hiraukan padahal sangat mendasar bagi pembangunan karakter dan moral anak-anak. Semoga bisa hadir film sederhana yang keren seperti ini bagi generasi yang akan datang. 




26 comments:

  1. Saya sudah berkali-kali nonton, dan masih tetep sukaaa sama film ini mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaa...selalu mewek meski dah berkali2 hahaha

      Delete
  2. ini aku pas nonton ini waktu itu ga berhenti mewekkk T_T

    ReplyDelete
  3. Film favoritku juga ini. Nonton udah lama banget di teve. Tema sederhana, tapi penulis skenario dan sutradara bisa bikin film ini juara. Nice post, Ophi. Aku jadi terkenang lagi film bagus ini.

    ReplyDelete
  4. ini film menyentuh banget ... sering banget liat ini di tv kalau lagi lebaran biasanya ada film ini tapi skrg2 udah jarang di tayangkan kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...pas banget deh para pemainnya memerankan tokoh2 dlm film ini. jadi meski temanya sederahana tp menyentuh banget . bahkan dg hanya melihat ekpresi wajahnya Ali aja udah kelepek2 hahaha

      Delete
  5. Aku juga dah pernah nonton film ini mbak....film lamaaa....tapi bagus. Bisa buat tontonan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bagus untuk keluarga... anak2 perlu nonton film2 yang bagus kayak gini ya mak...udah jarang deh yang bagus kayak gini

      Delete
  6. Belum pernah nonton. Emang jarang nonton film juga sih , jadi penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba cari di you tube deh mbak...klo enggak yang jual CD2 gt kayaknya ada deh

      Delete
  7. Film ini juara. Dulu (banget) pas ikut rohis SMA nonton bareng film ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah angkatan muda juga pernah ngalamin nonton ini ya...impressing yaa

      Delete
  8. iya, filmnya keren. menyentuh hati, mak. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangeet...menyentuh dan membekas di hati

      Delete
  9. Ga pernah bosan liat film ini meski berkali2. Benar2 inspiratif dan bikin malu hati, betapa sering kurang syukur bila bercermin pada sosok Ali ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hikss bener banget..sosok Ali kecil luar biasa ya mak.
      Makanya ngefans berat sm dia

      Delete
  10. Film ini bagus banget ya mbak , mengajarkan hal-hal yang baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, bagus banget...dan belum ketemu lagi yang sebagus ini...

      Delete
  11. Filmnya emang bagus mbak, pertama liat diputerin ama dosen dulu mbak, katanya film itu dapet byk penghargaan dan bener ceritanya memyentuh banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pantes sih dpt banyak penghargaan ya mbak..tema sederhana tapi ceritanya menyentuh banget...menginspirasi

      Delete
  12. aku juga mewek waktu nonton film ini mak ophi hehe, makasih ya atas partisipasinya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.