Friday, August 19, 2016

Pentingnya Kesehatan Pencernaan Bagi Perkembangan Otak si Kecil


Pendarahan di otak Dek Paksi yang terjadi akibat gangguan koagulasi sekitar 12 jam setelah persalinan yang terjadi di otak kanan dan kirinya membuat saya sangat khawatir akan perkembangan dan tumbuh kembang Dek Paksi ke depannya. Namun ternyata fungsi otak dari sel yang rusak akan digantikan sel-sel baru yang tumbuh dan berkembang seiring pertumbuhannya .


"Sel-sel yang sudah rusak tidak bisa dipulihkan kembali bu, tetapi fungsi-fungsinya bisa digantikan oleh sel-sel yang baru. Otak adek kan tumbuh dan berkembang terus. Tugas Ibu melakukan yang terbaik untuk membantu perkembangannya. nutrisi yang baik dan stimulasi yang memadai..."
Kurang lebih catatan inilah yang melekat erat di kepala saya. Catatan yang disampaikan oleh dr. Atilla, salah satu Neuorolog yang merupakan tim dokter di RS Harapan Kita yang menangani Dek Paksi hampir lima tahun lalu menjadi penyemangat baru bagi saya. Oke well noted, jadi sangat penting mengawal proses perkembangan otaknya.

Alhamdulillah atas kebesaran Allah, perdarahan di otaknya kemudian tidak berlanjut dan darah yang tersisa kemudian terserap sempurna secara alami. Namun orang tua mana yang tidak panik dan khawatir akan akibat dan dampak dari kejadian tersebut. Alhamdulillah Dek Paksi merupakan sedikit dari kasus perdarahan otak pada bayi yang insyaAllah berakhir indah. Setelah hampir sebulan lebih menginap di NICU dan kemudian dibolehkan pulang ke rumah. Saya akhirnya merasa sangat diberkati mendapati kondisi Dek Paksi yang menunjukkan perkembangan yang sangat baik. It was a miracle...

Berdasarkan catatan yang ditekankan oleh Neuorolog itulah kemudian saya berusaha maksimal agar perkembangan otak Dek Paksi dan tumbuh kembang fisik lainnya berjalan sesuai dengan kondisi seharusnya.  Alhamdulillah dengan serangkaian tes, tidak ada gangguan fungsi baik wicara, penglihatan, pendengaran, gerak dan lainnya yang terjadi akibat perdarahan tersebut. Kasus yang cukup langka, bayi dengan riwayat “subependymal haemorrhage grade 3” bisa tumbuh dan berkembang secara normal. SubhanaAllah.

TAHAP TUMBUH KEMBANG SI KECIL

Untuk mengetahui tahapan tumbuh kembang anak (0-6 tahun), Mommies bisa perhatikan tabel berikut ya:




Tentu saja selama 9 bulan kami memantau terus kondisinya baik dengan kontrol rutin dan berkala serta observasi di Unit Tumbuh Kembang. Saya secara pribadi memiliki PR besar, yakni memberikan nutrisi terbaik dan aktif melakukan stimulasi terhadap Dek Paksi. Saya percaya Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik, itulah mengapa saya kemudian berjuang untuk memberikannya secara eklusif selama 6 bulan dan lanjut hingga dua tahun. Lulus ASI eksklusif 6 bulan lanjut dengan makanan pendamping ASI buatan sendiri (home made). Tentu saja sejak usia 1 tahun saya juga memberikan susu tambahan yang juga berkualitas untuk menopang perkembangan otaknya.

Saya bahkan mengajukan cuti tambahan setelah usai cuti melahirkan dan meminta kebijakan untuk tidak ditugaskan keluar kota atau keluar negeri paling tidak hingga 6 bulan untuk bisa lebih intens mengawal pertumbuhan Dek Paksi. Tahapan perkembangan saya pantau sedemikian. Saat anak lain sudah memasuki tahap perkembangan tertentu saya melakukan berbagai stimulasi agar Dek Paksi tidak mengalami keterlambatan.

Hanya saja satu hal yang kemudian harus dihadapi yakni sedikit keterlambatan motorik halus yang juga kemudian saya kejar dengan berbagai teraphy yang kami lakukan sendiri di rumah. Alhamdulillah di usia 4 tahun dan waktunya masuk sekolah Dek Paksi sudah banyak kemajuan. Untuk perkembangan kognitif, motorik kasar, bahasa/komunikasi, emosi dan aspek sosialnya relatif cukup baik. Dalam beberapa hal bahkan sangat baik.

FAKTOR PENDUKUNG PERKEMBANGAN OTAK SI KECIL

Sebetulnya tidak hanya anak dengan kasus seperti Dek Paksi yang membutuhkan perhatian khusus agar proses tumbuh kembang otaknya berjalan dengan baik. Anak-anak pada umumnya juga harus mendapat perhatian yang kurang lebih sama dari orangtua. Nutrisi yang terbaik dan stimulasi yang signifikan merupakan faktor penting perkembangan otak si kecil. Perkembangan otak anak berlangsung hingga usia Balita. Sejak pembentukkan di dalam rahim Ibu saat janin berusia sekitar 8 bulan, otak anak terus tumbuh dan berkembang bahkan mengalami masa emasnya sejak bayi dalam kandungan Ibu hingga usia 3 tahun.

Periode emas pertumbuhan otak adalah tahap yang paling cepat dan paling kritis dalam perkembangan otak. Periode ini terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan berakhir di antara ulang tahun kedua dan ketiga seorang anak. Jadi jangan sampai dilewatkan ya moms...

Satu hal yang mungkin belum banyak diketahui para orang tua. Saya ingat betul bahwa otak anak berkembang sangat cepat saat mereka sedang tertidur. Tidur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang otak anak. Saya teringat masa-masa saya berjuang keras agar bisa memenuhi kualitas tidur yang baik untuk Dek Paksi.

PERCERNAAN YANG SEHAT UNTUK PERKEMBANGAN OTAK YANG OPTIMAL 

Selain kualitas tidur yang baik, kadang kita mengabaikan gangguan sistem pencernaan pada bayi sebagai hal yang lumrah saja. Padahal salah satu yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang otak si kecil adalah sistem pencernaan yang baik. Mengapa? karena sebaik apapun nutrisi yang kita berikan, jika tidak terserap secara baik dan sempurna maka tujuan pemberian nutrisi tidak akan terpenuhi.

Beberapa gangguan pencernaan yang sering terjadi saat si kecil masih bayi yang selayaknya menjadi perhatian Mommies (and Dads) antara lain gumoh/regurgitasi/refluks, muntah, perut kembung, poop yang tidak lancar dan sering keluar angin.  5 (lima) kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan yang lumrah. Memang mostly gangguan ini terjadi pada semua bayi kan ya? Tapi tetap tidak bisa diabaikan begitu saja.

Gumoh biasanya terjadi pada bayi berusia tiga minggu hingga 12 bulan. Memuncak sekitar bulan ke 4 sampai 5, dan mulai menghilang sekitar bulan ke 5 sampai 8. Setelah 12 bulan biasanya gumoh akan hilang dengan sendirinya. Selintas, gumoh mirip dengan muntah namun jumlahnya lebih sedikit dan tekanannya tidak seperti muntah.

Intensitas gumoh biasanya dua kali sehari dalam kurun waktu tiga minggu berturut-turut. Jika terjadi lebih dari dua kali, maka harus diwaspadai dan dan diatasi. Mommies dapat memastikan kepada dokter anak apakah laju pertumbuhan si kecil normal dengan kenaikan berat badannya. Kondisi dan perhatian yang sama halnya jika si kecil muntah.

Gangguan saluran cerna yang sering dialami bayi lainnya adalah perut kembung dan banyak buang angin. Memang ada saatnya si kecil memiliki gas berlebih di dalam perutnya. Kondisi ini bisa memicu si kecil rewel. Sebaiknya tetap tenang dan perhatikan asupan yang kita berikan. Hindari makanan tertentu jika kemungkinan diakibatkan oleh asupan yang dimakan Ibu terutama jika bayi menyusui ASI.

Beberapa asupan Ibu yang dapat menyebabkan penumpukan gas pada saluran cerna si kecil misalnya kacang-kacangan, kembang kol, dan brokoli. Perhatikan porsi asupanya ya moms. Gunakan juga baby oil atau minyak penggangat badan di perut dan punggungnya. Ajak si kecil bergerak, karena aktif bergerak cukup membantu mengatasi perut kembung.

Mommies perlu memberikan perhatian lebih jika konstipasi atau diare terjadi dengan intenstitas yang sudah mengganggu. Selain bisa menyebabkan turunnya berat badan, kondisi si kecil yang tidak nyaman tentu menganggu tumbuh kembangnya.  Saat terjadi konstipasi pada si kecil misalnya perhatikan betul apa saja yang dikonsumsi si kecil dan catat juga perubahan pola makan, tidur dan kemungkinan sakit yang dideritanya.

Masalah konstipasi biasanya sangat jarang mengindikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Akan tetapi apabila dokter anak menyatakan konstipasi yang dialami si kecil cukup serius, biasanya Moms akan direkomendasikan untuk mengunjungi spesialis gastroenterologis.

Demikian pula jika si kecil diare. Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling umum untuk si kecil adalah masalah makanan, seperti sensitifitasnya terhadap makanan yang dikonsumsi Ibu, jika si kecil mengonsumsi ASI, alergi protein susu sapi, dan virus di ususnya. Untuk menangainya tentu harus diketahui dulu penyebab diare yang dialami si kecil. Karenanya Mommies dapat berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengetahui sebab dan cara menanganinya terlebih jika Mommies merasa si kecil mengalami dehidrasi karena diarenya.

Salah satu penyebab gangguan pencernaan pada si kecil adalah karena saluran pencernaan si kecil yang masih berkembang dan masih peka. Pada saat kondisi normal, sistem pencernaan anak mampu menyerap semua nutrisi makanan yang diasupnya. Namun, di awal-awal tahun kehidupannya, enzim yang membantu mencerna protein dan laktosa bisa jadi belum bekerja sempurna.

Hal ini menyebabkan protein susu dan laktosa yang dibutuhkannya tidak terserap dengan sempurna dan akhirnya masuk ke dalam usus besar, di mana di dalam usus besar ini menjadi rumah untuk berbagai macam bakteri hidup. Bertemunya sisa nutrisi dengan bakteri menyebabkan pembusukan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan seperti perut kembung, sering buang angin, buang air besar tidak lancar dan rewel tanpa sebab yang jelas.

Apalagi jika intensitasnya cukup tinggi sehingga si kecil merasa terganggu dan tidak nyaman, Mommies tentu harus lebih "aware" dan mencari tahu penyebabnya dan bagaimana sebaiknya menanganinya. Terlebih jika gejala-gejala tersebut justru terjadi saat si kecil tidur di malam hari. 

Saat si kecil mengalami gejala ini, tidurnya akan terganggu, padahal saat tidur adalah saat terbaik untuk si kecil bertumbuh dan berkembang secara optimal termasuk perkembangan otaknya. Jadi tidur yang nyaman dan berkualitas harus dijaga dengan menjaga kondisi kesehatan pencernaan si kecil. Karena kondisi alat cerna yang masih peka, mereka membutuhkan formula yang mudah dicerna yang mengandung protein halus dan cocok untuk perutnya.
TIPS MENJAGA PENCERNAAN SI KECIL

Ada beberapa tips yang bisa Mommies coba untuk menjaga kesehatan pencernaan si kecil secara umum, diantaranya:

1.  Pada usia 0 - 6 bulan, sebaiknya bayi hanya diberi air susu Ibu. ASI makanan terbaik dan sangat sesuai dengan kondisi pencernaan bayi. Hanya saja sang Ibu harus memperhatikan pola makan sehat yang diasupnya selama menyusui.

2. Memasuki usia 6 bulan bayi sudah dapat diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Mulailah memberikan makanan pendamping ASI yang kaya serat. Jika sudah mulai memberikan bubur nasi jangan lupa kombinasikan juga dengan beragam sayur-sayuran wortel, tomat, labu dan seterusnya.  Bayi juga dapat diperkenalkan dengan beragam buah matang yang manis dan berserat seperti alpokat, pisang atau jeruk manis.

3. Cukupi asupan cairan untuk si kecil. Selain ASI, selalu siapkan air putih. Asupan cairan juga bisa didapatkan dari buah dan sayuran. Nutrisi tambahan seperti susu dan sejenisnya mulai dapat diperkenalkan pada si kecil sejak usia 1 tahun.

Untuk mengantisipasi kondisi pencernaannya yang masih peka, kini hadir produk baru Enfagrow  A+ Gentle Care  untuk anak usia 1-3 tahun. Selain menjaga pencernaannya, Enfagrow A+ Gentle Care mendukung proses kecerdasannya. Kandungan protein halus dan kandungan laktosanya yang rendah merupakan nutrisi tepat untuk anak dengan kondisi saluran cerna yang peka.

Mengapa? Karena protein halus yang sudah dipecah sebagian melalui teknologi PHP (Partially Hyrolyzed Protein), mudah dicerna sehingga seluruh nutrisi yang masuk bisa tercerna dengan baik. Sedangkan kandungan laktosa yang lebih rendah hanya 50% dibandingkan dengan susu formula biasa akan mengurangi rewel dan kembung pada si kecil, namun tetap menjaga aktivitas enzim laktosanya.

Perlu Mommies ketahui laktosa merupakan enzim pencernaan yang penting untuk mendukung aktivitas otak dan meningkatkan penyerapan kalsium pada tubuh. Jadi formula ini  mendukung sistem pencernaan anak dengan kandungan laktosa yang cukup seklaligus meningkatkan pencernaan dan penyerapan di kemudian hari.

4. Dukung anak-anak untuk aktif melakukan kegiatan fisik. Ajak mereka bergerak. Bermain sambil menggerakkan badan sangat baik karena dapat membatu menstimulasi aktivitas saluran cerna dan proses penyerapan gizinya.

Dengan memperhatikan kesehatan pencernaan si kecil, kita melakukan hal terbaik bagi perkembangan otaknya sehingga kemampuan  motorik (halus dan kasar), komunikasi, kognitif, maturasi, emosi, dan kompetensi sosialnya berkembang dan berfungsi secara optimal.

Oh iya, jika Mommies ingin mengetahui lebih lanjut info mengenai gangguan pencernaan, Mommies bisa berkunjung ke Digestion Center. Khusus untuk melakukan tes guna mengetahui kondisi pencernaan si kecil, Mommies bisa cek di Wikipoop.

Semoga bermanfaat ya moms, salam sehat :)

37 comments:

  1. Semoga tambah sehat selalu dan pintar ya dek Paksi... ^_^

    ReplyDelete
  2. Ilmu baru buat saya mbak :) Semoga dedeknya sehat selalu :)

    ReplyDelete
  3. Saat anak masuk NICU rasanya tu gmn gtu ya mbak, I feel u...
    Alhamdulillah sekarang Paksi tumbuh sehat ya mbak?
    TFS soal tips menjaga pencernaannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba...rasanya gimanaa gt. alhamdulillah sidah berlalu dan hasilnya baik

      Delete
  4. Semoga tambah sehat dan pintar ya, Dek Paksi :)
    Sharing-nya ttg tumbuh kembang anak cukup lengkap, Mba :)

    ReplyDelete
  5. Lengkap bahasa nya, mau aku print deh sebagai pegangan. Thanks mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kalau bermanfaat mbak..sama2 ya

      Delete
  6. Sehat terus ya adeknya mba, amin... Betul mba kesehatan pencernaan anak2 harus selalu diperhatikan karena itu merupakan awal untuk pertumbuhannya, mksh sharingnya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, iya mba dr awal harus jd concern krn masa pertumbuhan otaknya paling pesat ya masa itu

      Delete
  7. Semoga dek Paksi selalu diberikan kesehatan barokah ya mba, tfs berguna sekali untuk bekal calon ibu-ibu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin ya rabb..alhamdulillah kalau bermanfaat yaa

      Delete
  8. Pencernaan ternyata pengaruh ke perkembangan otak yaaa
    Orang dewasa aja kalo sakit pencernaan alias sakit gigi juga otak nya suka ngak nyambung nahan sakit hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha klo orang dewasa lanmgsung ya efeknya ke otak hahaha

      Delete
  9. kuncinya ada pada asupan yang bernutrisi untuk menstimulasi perkembangan otak si kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul...klo kondisi penceranaan anak sensirtif perlu jg ada perlakuan khsuus

      Delete
  10. gangguan pencernaan bahkan bisa menghambat pertumbuhan anak

    ReplyDelete
  11. Ternyata kesehatan pencernaan penting banget ya, Bi Oph. Ini yang harus lebih aku perhatikan lagi. Makasih sharingnya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mami ubi n cimol, apalagi di masa tumbuh kembang mereka yaa

      Delete
  12. memperhatikan tumbuh kembang anak tidak hanya dari sisi makannya saja, namun setiap aktivitasnya juga harus diperhatikan

    ReplyDelete
  13. Ini varian baru ya? Soalnya anakku jg pke enfagrow A+ tp ga tau yg gentle care atau bukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaa...ini yg khusus yg sensitif dg kesehatan pencernaannya

      Delete
  14. Makasi buat notenya mbak, saya jadi lebih paham akan pentingnya kesehatan pencernaan anak. :)

    ReplyDelete
  15. Kesehatan pencernaan emang penting, makan ga asal kenyang dan gemuk aja. Makasih sharingnya Mbak.

    ReplyDelete
  16. Sehat selalu ya dek paksi..anakku sering banget kembung..apa ada masalah pencernaan jg ya kl gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemungkinan mba...jangan smp kembung menganggu kualitas tidurnya ya mba..nti kurang baik utk perkembangan otaknya

      Delete
  17. Wah,,,ilmu baru mbak, semoga dek Paksi sehat terus ya

    ReplyDelete
  18. Pencernaan si kecil mmg termasuk yg utama utk diperhatikan ya moms, aku jg selalu was2 nih klo Ranu mengalami sedikit aja tanda gangguan pencernaan.

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah Dek Paksi sehat.. moga sehat terus ya Sayang..

    makasih banget Mba, beberapa waktu yang lalu ada teman yang curhat seputar gumoh, tapi karena dulu Hasna nggak gumoh'an jadi saya ga bisa ngasih saran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin insyaAllah makasih ya ateu.
      iya kalau intensitasnya tinggi dan menggangu kenyamanan anak harus diwaspadai mba

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.