Saturday, February 18, 2017

Ritual Makan ala Azerbaijan


Hmm mungkin masih ingat beberapa bulan lalu saya beberapa kali share makanan dan suasana makan saat saya sedang berada di Baku, Ibukota Azerbaijan. Sebetulnya bagi yang pernah ke Eropa atau ke negeri empat musim mungkin biasa aja sih dengan cara dan ritual makan seperti ini. Tapi buat saya tetap saja ada kekhasan dan keunikan tersendiri dari ritual makan di Baku atau mungkin di Azerbaijan secara keseluruhan ini.


Baku dan Azerbaijan mungkin tidak se-famous Turki dengan Istambul dan Ankara-nya. Padahal mereka menyebut Turki sebagai "saudara tua", kata mereka Azerbaijan dan Turkey ini "One Nation Two Countries." Selain mirip secara cultural, sejarah, penduduknya juga tampaknya mirip ya. Jujur saya jatuh suka pada Kota Baku saat akhirnya bisa melihat sendiri.

Semula tidak terbayang seperti apa Baku? Maklum pengetahuan saya tentang Azerbaijan juga minim sekali kecuali bahwa Ayahnya Krucils punya baju jersey bola Atletico Madrid dengan tulisan Azerbaijan. hihihi. Btw bakal saya tulis dalam postingan khusus tentang Baku, a lovely city yang terletak di tepian danau/laut Kaspia ini.




Balik ke soal ritual makan tadi yaa. Jadi, menghindari kesulitan selama kujungan kami ke Baku maka kami memutuskan untuk meng-hire pihak travel untuk kelancaran kegiatan kami di sana. Resikonya tentu biaya yang harus kami keluarkan untuk ini jadi lebih besar ya.


Tapi sisi positifnya kami tidak harus merepotkan pihak lain seperti KBRI untuk urusan seperti transpotasi, akomodasi, dan konsumsi selama di sana. Kami hanya menyerahkan jadwal kegiatan selama di sana dan mereka kemudian menyesuaikan dengan jadwal kegiatan kami terutama terkait dengan kegiatan dinas/formal yang dikoordinasikan melalui KBRI Baku.

So, soal makan yang mungkin terlihat sepele menjadi sangat terbantu karena sudah terjadwal dengan baik oleh pihak travel. Dipastikan kami jarang jajan karena memang setiap waktu makan siang dan makan malam sudah dijadwal dengan baik oleh Ms Asya, tour guide kami. Untuk breakfast sudah include dalam fasilitas hotel tentunya. Karenanya kemudian kami jadi hafal ritual makan ala Azery ini.


Seperti biasa pengalaman pertama selalu berkesan. Ritual makan pertama kami adalah makan malam. Tidak lama setelah sampai di Bandara, kami kemudian ke hotel, istirahat sebentar dan langsung mencari makan malam. Lapaarrrr hiks. Terlebih suhu yang lumayan dingin hingga 8-10 derajat menyambut kedatangan kami di akhir musim semi ini. Memberi kesan yang baik untuk kami, maka malam pertama Asya mengajak kami ke Restaurant khas di sana.


Saya yang masih woww melihat cantiknya kota Baku yang lebih terasa seperti di Eropa ketimbang di Asia selain cuaca, orang-orangnya, dan juga bangunan serta tata kotanya, cukup excited saat memasuki restoran dengan nuansa yang sangat khas. Saya belum pernah ke Turkey, tapi rasanya mirip-mirip nih dekorasi dan arsitekturnya. Restoran berada di ground, jadi memang banyak toko dan restoran yang berada di ground layaknya di negara-negara bermusim dingin.


Meja dan menu rupanya sudah dipesan Asya. Kami kemudian duduk di meja makan. Di meja tersaji roti khas eropa, - tawar dan tanpa isi, ada yang sudah dipotong namun ada pula yang masih dibiarkan dalam bentuk dan ukuran aslinya, keju, -ada beberapa macam bentuk dan rasa, sayuran segar, beberapa jenis termasuk daun bawang dan mentimun, Acar dan salad.

Yang seru ada semacam sambal, tapi tentu saja berbeda dengan sambal di Indonesia, tidak ada rasa pedas karena rupanya merupakan tumbukan atau cacahan kasar tomat dan rempah lainnya, selain itu ada ditawarkan air minum, hmm mineral atau sparkling water.


Karena lapar kami kemudian "agak terpaksa" menikmati sajian yang ada. Hmm saya yakin sih bakal ada hidangan berikutnya. Tapi karena lapar kami agak kalap hahaha. Mereka yang tidak terbiasa makan raw veggies merasa kesulitan menelan sayuran segar yang buat saya justru sangat menggoda. Syurga ini mah hahaha. Anggap aja lalap. Untung saya sudah stok saus sambal. Jadi teman-teman agak terbantu, saya memilih menikmati sambal ala Azer.










Ternyata tak lama setelah kami menghabiskan (hampir semua) hidangan di meja, kemudian dihidangkan sup hangat. Hahaha, bener kan? bakalan ada makanan selanjutnya. Harusnya sup ini juga bisa dimakan dengan roti tadi. Tidak berhenti disitu kemudian keluar hidangan selanjutnya yakni potongan beef, lamb, dan chicken yang sudah dipanggang atau grilled meat dengan pilihan daging sapi, kambing, dan ayam.


Di atas grilled meat ini ada irisan bawang bombay dan taburan bubuk paprika. Khusus untuk kambing sudah diolah dengan rempah dan digulung sehingga rasanya sangat khas, mirip daging lamb dalam kebab turkey. Nah rupanya ini makanan utamanya.


Hmm kami menertawakan ketidaktahuan kami. Well, next time kita sudah tahu yaa rumusnya. jangan habiskan yang awal hahaha. Karena perut kita orang Indonesia rasanya bakal langsung penuh saat diisi nasi atau roti. Jadi harus diberi ruang untuk hidangan utamanya. Setelah selesai makan, maka ditutup dengan dihidangkannya manisan buah dan teh panas. Ternyata Azery lebih suka minum teh dari pada kopi. Jarang kami bisa menemukan kopi dihidangkan di sana. Kecuali di Hard Rock atau yang sejenisnya tentunya.


Pengalaman makan malam pertama ini kemudian berulang. Saya kemudian mulai tahu dan terbiasa dengan tata cara ritual makan ala Azery ini. Meski restauran berbeda dan makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang berbeda namun tahapannya atau SOPnya ternyata sama. Yang berbeda adalah variasi sayuran, roti,  acar, salad atau sambal yang disajikan. Pernah satu kali disajikan eggplant gulung yang ditengahnya diberi keju, disajikan dengan tatanan yang menarik.




Supnya pun beragam, ada yang hanya sup sayuran dan lentil, namun beberapa kali ada sup dengan daging ayam yang lecker. Untuk hidangan utama selalu serba grilled. Yang membedakan jenis dagingnya, Asya sengaja memesan beberapa variasi daging agar kami bisa memilih sesuai selera. Hanya beberapa kali kali "bertemu" dan dipesankan ikan yang juga di-grilled.






Karena kami sering menyebut kata nasi. Dua, tiga kali, Asya memesankan nasi. Nasinya mirip nasi biryani ala India gitu, beda dengan nasi Indonesia yang pulen. Asya juga kadang memesankan kentang goreng sebagai pelangkap. Ya itu tadi, orang Indonesia kalau gak makan karbo, ya belum makan hahaha.


Hidangan penutup berupa teh panas yang disajikan di tempat minum yang mungil, cantik, dan artistik selalu menjadi ritual yang saya tunggu.  Biasanya dilengkapi dengan gula putih yang berbentuk kotak kecil. Gula bukan dimasukkan ke dalam teh. Tapi kita memasukkan gula ke dalam mulut seperti permen lalu meminum tehnya. Hahaha seru yaa.


Yang juga selalu saya nantikan adalah hidangan penutup berupa manisan. Buah-buahan yang dijadikan bahan utamanyapun beragam. Menurut Asya Azer negeri yang kaya dengan beragam jenis buah-buahan. Mulai dari beragam cherries, melon, delima, apel, dan banyak lagi. Semua dibuat sendiri. Menikmati teh panas dan icip manisan di piring kecil seusai makan sambil bercengkarama tampaknya jadi pelengkap ritual makan mereka.



Suatu kali, kami diajak makan ke restuarant dengan konsep taman. Jadi selain bisa makan di dalam ruangan, disediakan meja-meja makan di luar. Hmm sok-sokan kita memilih makan di luar padahal sudah disiapkan di dalam. Bukan apa-apa pemandangannya yang indah di sekitar tempat makan membuat kami memilih makan di luar. Well, 10 menit pertama masih aman, tapi lama kelamaan ternyata dingiiiin bo! Bahkan sup panas cepat sekali dingin. Kami menertawakan diri ramai-ramai. Hahahaha. Ndeso!


Dalam beberapa event makan siang juga disediakan buah-buahan yang sangat menggoda, delima yang sangat menggoda, anggur, apel, dan jeruk.  Entah mengapa sayuran segar dan buah-buahan di sana begitu menggoda. Hmm syurga bener deh, saya gak ketemu minyak goreng di sana. Which is sehat banget ritual makan mereka ya. Saya juga dikenalkan semacam cake khas mereka yang rasa dan bentuknya mirip kue-kue dari Turkey yang manis dan legis itu. Hmm yang ini cukup icip dikit aja karena meski cita rasanya khas tapi manisnya luar biasa.







Well, secara keseluruhan saya gak merasa "home sick" untuk urusan makan saat ada di Azerbaijan. Makananya enak dan sehat deh. Apa karena jarang jajan fastfood gitu ya. Untuk permen-permen atau coklat, saya sempat borong juga untuk oleh-oleh. Kami minta coklat-coklat yang halal. Asya mengkomunikasikan ke penjaga toko, lalu ditunjukkan mana yang halal dan mana yang tidak mereka tidak menjamin kehalalannya. Coklat di sana sebagian produksi Rusia. Nah yang ini mereka tidak berani jamin kehalalannya.

Selain menu makanannya, restaurant mereka juga kece dan unik-unik. Sangat khas dari sisi dekorasi dan penataannya. Bahkan beberapa kali diajak ke resaturant yang cukup ngehits untuk turis-turis oleh Asya. Well, pengalaman makan di negeri orang yang cukup menarik untuk dikenang.

Alhamdulillah saya tidak terlalu banyak membawa ransum. Hanya menyiapkan sambal saos sachet yang kepake banget karena teman-teman tak bisa makan tanpa sambal. Teman-teman lain yang banyak membawa stock mie instant malah banyak yang tidak tersentuh hahah. Al hasil kami berikan ke teman di KBRI. They miss it so much...  Iya kangen aroma *n*omie rebus katanya.


40 comments :

  1. Unik mbak namanya, azerbaijan. Kalau punya anak kayaknya bagus nama itu, cuman manggilnya apa ya. *duh komennya ga nyambung*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Azery aja panggilannya kyk panggilan org azer

      Delete
  2. Wahh makanan di sana enak-enak uah Mbak
    Eh itu ada buah delima yah? Aku kira nggak tumbuh di megara Arjeibban
    Duh maaf nama negaranya typo aku baru dengar pertama kali nama negara itu hoho..

    Keren Mbak bisa jalan2 ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karena adataran tinggi dan dingin jadi delima tumbuh subur di sini

      Delete
  3. Ya ampuun menarik banget ya makanan Azerbaijan ini. Apalagi saya orang Sunda, dikasih raw veggi itu kayaknya ludes dalam sekejap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sama sapaun anteng aja dikasih sayuran mentah mba hahah

      Delete
  4. Aduh, aduh kok salah banget ini jam segini mampir ke postingan menggiurkan penuh godaan begini hahaha...
    *melipir ke dapur buat ceplok telor*

    ReplyDelete
  5. Tinggal disana bisa menerapkan gaya hidup sehat y mba no minyak, endes bgt sayangnya saya klo kesana *aamiinkan* bisa ga ya tanpa makan yg gogorengan xixixi..
    unik y mba namanya Azerbaijan jujur saya baru tahu pas baca disini alhamdulilah nambah lagi ilmunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mba namanya memang gak sepopuler turkey

      Delete
  6. Sama dong mba, saya taunya azerbaijan juga cuma dari jersey suami :D
    Sehat-sehat ternyata makanan disana, sampe mie instan nggak sempet dimakan juga ya hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba sehat-sehat, asal gak jajanan fast food ajah

      Delete
  7. beberapa bulan lalu abang iparku ama teamnya di komisi 3 DPR ke azerbaizan, walopun ga jelas mau ngapain ;p. dia juga cerita ini negaranya cakeeeep.. aku liat dr foto2nya memang bgs sih mba... pgn ntr kapan2 masukin negara ini ke list traveling selanjutnya :D.. itu makanannya yg bikin aku ngiler...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha keren kok buat traveling, selain turkey ini jd tujuan wisata setelah umroh sekarang

      Delete
  8. Makanan2nya terlihat lezaaaat. Kalau daging bakarnya dimakan sama saos kecap dengan irisan cabe rawit tambah lezat ya, Mbak :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah ide yg cucok banget tuuh hahaha..orang indo mah gak bs lepas dari cengek aliat cabe rawit yaa

      Delete
  9. Waa turkey O_O pengen suatu hari ke sana..

    Ke balon udara juga ga mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini deket2an ama turkey mba, tp bukan turkey

      Delete
  10. makanannya aduh, tapi makan sayur mentah2 gimana gitu wkwkkwkw
    urutannya makanannya bikn lucu juga dan makanan terus berdatangan aduhh bisa gemuk cepet kalo saya di sana kwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya pun kayaknya nambah BB nih mba hahaha

      Delete
  11. ya ampunn mbak bikin ngeces semuaa..

    ReplyDelete
  12. Wahhh mantap bener yah ..... jadi pengen makan ala azerbaijan

    ReplyDelete
  13. Jadi kalau ke sana lagi gak perlu bawa indomie lagi ya mbak, krn makanannya ternyata cocok di lidah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..kmrn indomie kasih ke staf KBRI aja..mrk akngen makanan Indo

      Delete
  14. Ah seruuu, makannya banyak banget. Btw Azery juga foto-foto makanan dulu sebelum disantap? Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha aku gak liat sih mrk photo2, kita2 nih yg norak hahaha

      Delete
  15. Makanannya bikin ngiler. Apalagi dekorasi ruangnya juga keren. ^_^

    ReplyDelete
  16. seru yooo merasakan pengalaman kuliner di Negara orang, apalagi Azerbaijan yg jarang orang tau, pengin ihhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mba...makanya kutulis, spy ada kenangan #eh

      Delete
  17. Jauh banget mba kulinerannya :D Makanannya semakin ke bawah, semakin mantap2 dah...

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah mba Ophi jalan-jalannya jauh yaaa. MMh kleiatan lezat sekali, mba :)

    ReplyDelete
  19. Azerbaijan memang cantik! salah satu teman baikku di NYC berasal dari sini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah salam buat temannya ya mba indah

      Delete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top