Mengatasi Rasa Nyeri dan Tidak Nyaman Saat Menstruasi


Mengatasi Rasa Nyeri dan Tidak Nyaman Saat Menstruasi. Siapa yang anak perempuannya mulai memasuki usia pra remaja dan remaja? Sama gak sih kayak saya yang jadi banyak deg-degan menghadapinya. Aiiih apalah Ibu ini, sukanya bilang “ayo kalian cepat besar nak, supaya bla bla bla.” Naah dia pun mulai tumbuh dan Ibu grogi mendampinginya. Apalagi kalau muncul pertanyaan-pertanyaan berbau “dewasa”, trus tiba-tiba suka blank dan hilang sinyal hahaha.

Well salah satu isu yang menjadi bahan pembicaraan dengan si pre-teen ini adalah soal pubertas. Saat dia mulai bercerita tentang teman lelakinya dengan sinar mata yang lebih berbinar dari biasanya. Saat dia mulai cerita bahwa si R suka sama si S. Si sulung Ka Alinga (10 tahun) kelas 5, mulai kelihatan agak tomboy nih. Katanya lebih suka berteman dan bercanda dengan teman-teman cowoknya. Ada sih beberapa teman dekat dan geng ceweknya tapi katanya sebetulnya dia lebih nyaman berteman dengan beberapa teman lelakinya. Plus jadi semacam jubir teman lelakinya di depan teman perempuannya. Bahkan terakhir dia cerita sedang menjalankan misi “mak comblang”. Hadeeeh kok yaa kayak ibunya waktu muda dulu kamu nak.

Baca: kapan anak perempuan mulai menstruasi?

Naah hal yang kadang bikin bingung dan suka bikin saya menjawab seadanya adalah saat anak mulai bertanya soal reproduksi nih. Kalau soal menstruasi, mereka sudah hafal bahwa Ibunya setiap bulan haid atau menstruasi dan lalu libur sholat. Tapi hakikat menstruasi selain Ibu berdarah dan libur sholat mereka belum saya beri gambaran yang detail. Ka Alinga mulai lebih concern sejak teman sekelasnya di kelas 4 lalu mendapat menstruasi pertama. Dia libur sholat karena menstruasi. Lalu Ka Al mulai bertanya pada saya. “Menstruasi itu sebenarnya gimana bu?”, “Kenapa berdarah?”, “Sakit apa enggak?”, “aku kapan?”Dan seterusnya.

Tapi saya lega sebetulnya karena Ka Alinga mau bertanya soal ini langsung pada saya. Well, ini sejalan dengan hasil survey yang dilakukan oleh Female Daily Network bekerja sama dengan Sangobion Femine MenstruPain yang menemukan fakta bahwa Ibu masih menjadi sumber informasi tak tergantikan bagi pra remaja dan remaja kita saat mereka memasuki perubahan besar dalam hidupnya yakni masa awal pubertas.



Hasil survey tersebut selengkapnya disampaikan oleh Affi Assegaf, Co Founder Female Daily Network dalam acara Sangobion Femine Menstrupain Community Gathering di Restauran Aroma Sedap, Menteng pada Tanggal 16 Desember lalu. Dari lebih dari 1000 remaja perempuan di beberapa kota besar menunjukkan bahwa 70,7% dari mereka memperoleh informasi pertama mengenai menstruasi dari Ibunya. 64,7% merasa nyaman berdiskusi mengenai menstruasi dan reproduksi dengan Ibunya meskipun ada sekitar 27,3% yang lebih merasa nyaman mendiskusikannya dengan teman.

Selain itu ada tiga hal yang menjadi topic utama dalam obrolan awal mengenai menstruasi antara anak dan Ibu yakni tentang sanitasi pada saat menstruasi (67,7%), tentang fakta dan mitos seputar menstruasi (65,9%) dan tips mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman saat menstruasi (54,9%). Ketidaknyamanan yang dirasakan biasanya berupa mood swing, dada kencang dan sakit, lemas, sakit kepala dan pusing serta keluhan lainnya.


Baca juga: Mengapa Wanita harus Mengenalinya sejak Dini?

Acara diskusi yang dimoderatori pleh MC cantik celebrity Novita Anggie yang juga memiliki putri pra remaja ini kemudian mengundang Elizabeth Santosa M.Psi, Psi. ACC., atau Miss Lizzy untuk membincangkannya dari sudut pandang psikologi. Miss Lizzy menekankan pentingnya hubungan ibu dan anak kaena akan sangat mempengaruhi psikologis anak di masa depannya. Model hubungan Ibu dan anak beragam. Ada yang sangat dekat karena sering bersama, ada yang sering bertengkar, ada yang menghidari konflik. Namun bagaimanapun bentuk hubungan keduanya sangat penting untung menjaga bonding.

Ibu harus memulai memperbaiki bonding ibu - anak perempuan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan kita sebagai ibu yang harus memulai. Beberapa hal di antaranya adalah dengan memulai adanya interaksi, berkomunikasi, memiliki ekspektasi yang realistis, menjadi pendengar yang aktif, melihat dari sudut pandang anak, memperbaiki kesalahan yang terjadi dan banyak lagi.

Memulai obrolan tentang menstruasi atau #menstrutalk harus dilakukan sejak dini. Perbincangan ini bisa dimulai sejak anak menginjak usia 8 tahun dan harus dilakukan secara kontinyu. Menunggu hingga ia mendapat menstruasi pertamanya atau di usia 11-12 tahun terbilang terlambat.

Sebelum memulai #menstrutalk kita sebagai ibu harus menguasai beberapa hal dan be well prepared. Pengetahuan yang harus kita kuasasi seputar menstruasi seperti dari aspek fisik (biologis), aspek emosi (hormonal), aspek relasional (meningkatnya pemaparan), aspek sosial (dunia yang terus berkembang), dan aspek spiritual (pertahankan koneksi). Miss Lizzy juga menyebutkan bahwa anak remaja dan pra remaja yang mulai menstruasi mudah mengalami mood swing. Mereka perlu diberi sentuhan secara fisik oleh orang tua terutama ibu, semacam shooting her back.



Anie Rachmayani dari Associate Marketing Director Consumer Health, PT Merck Tbk yang kemudian turut bergabung dalam diskusi. Ibu Anie menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional, Sangobion Femine Menstrupain mendukung peran penting Ibu Indonesia sebagai sumber informasi mengenai menstruasi bagi anak remajanya dnegan menggiatkan sesi #menstrutalk sebagai bagian dari rangkaian kampanye #menstruactive.

Sangobion Menstrupain juga mempersembahkan sebuah tools yang menjadi sarana edukasi dan komunikasi mengenai siklus menstruasi dan reproduksi dengan cara yang menarik dan menyenangkan, Menstrubracelet. Gelang berwarna yang dapat digunakan sebagai alat bantu edukasi dan kalendar siklus menstruasi rata-rata perempuan.

Oh iya peserta dan undangan gathering mendapat satu set start up kit berupa bead-bead (manik-manik) berwarna merah, putih, pink, dan hitam yang digunakan untuk menyusun #menstrubracelet. Kit ini terdiri dari 2 tali gelang polos, 20 manik-manik merah, 15 manik-manik hitam, 25 manik-manik putih, 30 manik-manik pink dan 2 strip sample Sangobion Menstrupain.

Lebih lanjut dr. Yoska Yasahardja, Medical Manager Consumer Health PT Merck Tbk menjelaskan cara kerja dari #Menstrubracelet. Masing-masing warna mewakili symbol-simbol siklus menstruasi. Manik-manik merah merupakan penanda periode menstruasi. Manik-manik pertamanya sangat penting karena merupakan penanda awal periode menstruasi. Manik-manik putih menandakan periode netral, dimana hormon berada dalam masa yang tenang. Nah manik-manik pink menandakan periode ovulasi yang merupakan masa subur dan peluang hamil yang besar pada periode ini. Terakhir manik-manik hitam yang menandakan periode Pre-Menstruation Syndrom (PMS).

Apa yang perlu diketahui oleh Ibu dan anak perempuan pra remaja dan remajanya dengan siklus menstruasi dan reproduksi seperti digambarkan dalam #menstrubracelet dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.


Dengan #menstrubracelet diharapkan ibu dan remaja purtinya rutin berbincang mengenai menstruasi dan reproduksi sehingga sesi #menstrutalk dilakukan tidak hanya sekali dua kali namun berlangsung terus secara kontinyu.

Selain #menstrubracelet, berdasarkan #menstruactive ditemukan ada setidaknya tiga solusi mengurangi ketidaknyamanan yang dialami saat mendapat menstruasi yakni dengan cara istirahat, terapi kompres hangat dan megonsumsi herbal. Hal senada disampaikan oleh dr Yoska yang juga membagi tips mengurangi ketidaknyamanan pada saat menstruasi yakni dengan:
  • Tetap teratur berolahraga
  • Relaksasi
  • Memperhatikan asupan makanan, terutama memperbanyak asupan zat besi
  • Istirahat cukup
  • Hindari cafein dan makanan yang mengandung garam
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin c yang akan membantu penyerapan zat besi
  • Konsumsi herbal seperti Sangobion Menstrupain 



Sangobion menstrupain mengandung kunyit, asam jawa, daun tapak liman, daun jambu, dan buah vitex. Kandungan alami herbal ini dipercaya mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman akibat menstruasi. Sangobion menstrupain bisa diminum sehari sekali. Dua hari sebelum menstruasi atau masa PMS dan selama menstruasi. 


Oh iya, saya kadang merasa khawatir rasa sakit tak tertahankan (sampai pingsan) saat menstruasi saat saya masih gadis/belum menikah juga dialami anak-anak perempuan saya. Namun dr Yoska memastikan bahwa rasa nyeri menstruasi tidak diturunkan secara genetik dan salah satu cara menguranginya dengan pola makan yang sehat yakni konsumsi banyak sayuran segar dan mengurangi stress. Miss Lizzy juga menambahkan untuk merubah mindset dan melakukan relaksasi menghadapi rasa nyeri tersebut.

Nah Mommies sudah siap yaa untuk memulai #menstrutalk dengan pra remaja dan remaja kita? Yuuk jangan sampai terlambat :)

16 comments

  1. Dulu waktu aku gadis, kl nyeri memstruasi, dibikinin air kunyit sama Ibu. Eh, anakku skrg gak ada yg mau kl dibikinin air kunyit gitu. Maunya yg praktis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaa, akupun dulu andalannya kunyit asam. sekarang juga suka pesan khusus sm teman yg biasa bikin

      Delete
    2. eh aku juga sama makte...sekarang kadang beli kunyit asem sm temen yg bikin, kudu order dulu sih. klo mau praktis untungnya sekarang ada pilihan kayak sangbion femine yaa

      Delete
  2. alhamdulillah kalo saya sakit banget ngga, tapi ga nyaman karena perut kembung, lemes, moody & merasa bau terus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ya ga smpt pingsan2 kayak aku mbaa

      Delete
  3. Nyeri banget pas hari pertama ma kedua, apalagi darah keluar banyak-banyaknya. :(

    ReplyDelete
  4. Kalau saya sih alhamdulillah biasa aja gak terlalu sakit paling pegel cuma sehari

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah enak ya mbaa....ga ada masalah serius

      Delete
  5. iya anak anak mulai persiapan nih... btw Ophie, emaknya posesif banget yaaak, pas foto
    anaknya dikekepin hahahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha daku memang posesif pada nyaa hihi

      Delete
  6. Aku dulu gak dikenalin dr sblm mens apa itu mens. Jd takut banget..xixixi... iya ya mak. Rasanya passi anak mau jd gadis udah mulai gedhe deg2an juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaah akupun begitu dulu, makanya serba gelap dan takut, untungnya sekarang sdh lbh well informed yaa

      Delete
  7. Nah aku ga pernah merasakan sakit kalo mau atau pas haid, biasa aja mak. Paling moody aja. Sama halnya deengan anakku, lempeng..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah tim lempeng nih teh nchie, alhamdulillah yaaa

      Delete
  8. Kalau nyeri sih jarang, Mbak. Tpai saya seirngnya sakit kepala banget menjelang dan hari pertama menstruasi.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.