Wednesday, August 3, 2016

Kapan Anak Perempuan Mulai Menstruasi?

Kapan Anak Perempuan Mulai Menstruasi? Kemarin pagi saya agak terkejut, saat hendak pamit berangkat tiba-tiba Ka Alinga menyampaikan sesuatu yang sejujurnya bukan topik yang biasa kami bicarakan. Saya agak kaget dan sedikit bingung menyikapinya. Karena apa? Karena ternyata pengetahuan saya terbatas sekali soal ini. Saya hanya tahu berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami sendiri.


"Bu, Si X kan udah mens bu" 
"Haa, apa kak?" Saya takut saya salah mendengar. 
"Iya bu, Si X temen sekelasku udah menstruasi" 

Waah agak kaget karena kakak menyebutnya dengan benar. Saya sudah menjelaskan pada anak-anak bahwa setiap bulan saat saya tidak bisa menemani mereka  sholat berjamaah, saya sedang haid atau mens. Awalnya saya hanya menjelaskannya sebagai Ibu sedang "berdarah", belakangan kemudian saya menyebutkan istilah yang lebih pas. 

"Ih Ibu mah enak gak sholat, aku juga mau bisa gak sholat kayak Ibu". 
"Nanti kalau sudah besar Ka Alinga dan Ka Zaha juga bakal dapat libur sholat saat mens " 
"Gitu ya bu...sakit gak bu?"
dan seterusnya.

Namun mendapati penjelasan Kakak Alinga yang bulan September nanti baru akan berulang tahun ke 9 rasanya saya agak kaget. Teman sekelasnya pasti sepantaran, 9 atau 10 tahun usianya. Seingat saya, dulu saya mendapat menstruasi pertama saat kelas 2 SMP, berarti 14 tahun. 

"Kok Kakak tahu X menstruasi?"  
"Iya, kan kemarin waktu sholat berjamaah dia gak sholat bu, terus aku nanya kenapa gak sholat? Trus katanya dia sedang menstruasi."
"Owh, teman kakak baru pertama kali menstruasi?" 
"Iya, kok bisa ya bu" 
"Hmm X badannya gemuk dan besar?" Saya pernah mendengar bahwa obesitas pada anak perempuan dapat menyebabkan menstruasinya datang lebih awal.

"Enggak bu, dia sama aja kok kayak aku" 
"Owh tapi dia pasti makannya banyak dan bergizi" jujur jawaban saya agak "ngasal". 
"Nanti kakak juga menstruasi, makannya yang banyak dan bergizi yaa.."

Ka Alinga terhitung kurus dan susah sekali makan. Sekalinya makan, sedikit pula, Duh!

Alih-alih asal jawab dan rasa penasaran yang menggelitik, saya kemudian mencari tahu berapa sih biasanya usia anak perempuan saat pertama kali menstruasi? Sebagai ibu yang berusaha menjadi baik, saya langsung cuss mencari informasi tentang hal ini. 

Saya rasa waktu terbaik untuk menjelaskannya pada Ka Alinga dan Ka Zaha adalah saat mereka belum mendapati menstruasi pertamanya. Karena menstruasi pertama bisa jadi pengalaman yang menyenangkan atau lebih tepatnya "exciting" namun bisa jadi membingungkan, menegangkan atau bahkan menakutkan bagi anak-anak perempuan. Berikut rangkuman dari hasil "pencarian" saya.

Ada baiknya saya mulai membahas dan membicarakan tentang menstruasi secara lebih dalam dengan anak-anak dari sekedar berdarah, libur sholat, dan sakit perut. Ternyata banyak perempuan yang memiliki kisah traumatis pada menstruasi pertamanya karena tidak cukupnya informasi yang mereka dapatkan tentang menstruasi. Takut, susah, cemas, bingung, panik, serta perasaan campur aduk. Lebih tepatnya tidak siap menghadapi menstruasi pertama mereka.

Orang umumnya takut melihat darah, sebab perdarahan biasanya dikaitkan dengan rasa sakit atau luka. Jadi, tidak heran jika kesan terhadap proses pendarahan ini menjadi agak menakutkan jika kita kurang mendapat penjelasan yang benar atau persiapan. Belum lagi pengaruh budaya, mitos, bahkan kekeliruan pemahaman.

Tugas orang tua, terutama Ibu menyiapkan mereka memasuki masa pubertasnya. Yup, menstruasi merupakan salah satu tanda pubertas. Masa puber adalah masa perubahan. Bagi anak perempuan, ciri yang khas selama proses pertumbuhan ini adalah ketika mereka untuk pertama kalinya mengalami siklus menstruasi, yang disebut menarche.

Pubertas pada anak perempuan bisa terjadi pada usia 8 - 13 tahun. Biasanya, haid pertama terjadi 2 – 2,5 tahun setelah payudara tumbuh atau kira-kira 4 hingga 6 bulan setelah rambut di kemaluan dan bulu ketiak tumbuh. Berbagai penelitian menunjukkan, median usia haid pertama sekitar 12 tahun. Haid pertama biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari dengan siklus berkisar antara 21 hari hingga 45 hari

Faktor yang menentukan cepat dan lambatnya anak perempuan mendapat menstruasi antara lain genetik, etnis, status gizi, gaya hidup, status ekonomi, kegiatan fisik, dan ketinggian daerah tempat tinggal.  Gizi yang baik ternyata benar merupakan salah satu faktor tetapi yang terpenting adalah adanya kematangan alat reprodusksi.

Pubertas dimungkinkan terjadi lebih cepat atau pubertas dini, yang salah satu penyebabnya kelebihan berat badan. Sebaliknya ada juga anak yang mengalami menstruasi pertama yang lebih lambat. Salah satu penyebabnya adalah stress.

Bagaimana Cara Membicarakannya?
"Nanti Kakak juga akan mengalami sesuatu yang sangat normal yang dialami semua anak perempuan, termasuk X. Kakak sudah tahu belum apa itu haid atau menstruasi?
Anak-anak harus diberikan penjelasan bahwa perdarahan selama menstruasi adalah proses normal yang dialami oleh semua anak perempuan yang sehat. Sebelumnya alangkah baiknya kita menjelaskan tentang alat reproduksi wanita dan fungsi-fungsi dasarnya. Jadi tampaknya percakapan bisa dimulai dari masalah perubahan fisik.

Perkembangan payudara biasanya merupakan tanda pertama bahwa seorang gadis telah memasuki pubertas. Kemudian biasanya diikuti dengan pertumbuhan beberapa rambut kemaluan. Pada saat anak-anak berusia antara delapan hingga sepuluh tahun, mungkin sekali tubuhnya sudah mulai matang secara seksual akibat lonjakan hormon-hormon. Tinggi dan berat badan mereka biasanya bertambah dengan cepat setelah haid pertamanya.

Kita juga perlu mencari tahu apa saja yang sudah mereka ketahui tentang menstruasi atau haid. Naah kita bisa mengoreksi pemahaman mereka yang masih keliru. Menstruasi adalah proses fisik yang tidak terjadi sekali namun berlangsung seumur hidup yang tentunya akan sangat beragam pengalaman yang terjadi. Mereka memang akan belajar secara bertahap.

Beberapa hal mendasar yang perlu kita pastikan bahwa mereka punya pemahaman yang pas misalnya proses menstruasi, gejala pre-menstrual syndrom atau PMS, penggunaan pembalut, dan cara membersihkan diri dari menstruasi. 

Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi merupakan kondisi yang dialami semua wanita yang normal. Sangat mungkin mereka akan mengalami gejala PMS yang akan membuat mereka tidak nyaman secara fisik maupun psikis. Kita perlu memberi mereka informasi tentang pencegahan atau penanganannya agar PMS tidak mengganggu kegiatan mereka. 

Kita harus juga menjelaskan bagaimana cara menggunakan pembalut, pembalut apa yang nyaman untuk dipilih, dan kemungkinan buruk adanya infeksi bakteri yang disebut Toxic Shock Syndrome (TSS), jika tidak diganti secara rutin dan teratur. Jika perlu kita bisa melakukan praktik dan sedikit latihan agar mereka bisa merasa lebih nyaman dan mengurangi ketegangan menggunakan benda asing ini.

Yang tidak kalah penting, memberikan pemahaman bagaimana menjaga kebersihan tubuh. Mandi secara rutin seperti biasa, dengan tidak memberi sabun pada vagina, atau gunakan pembersih khusus organ kewanitaan. Jika menggunakan sabun cukup bagian luar vagina dan rambut kemaluan yang dibersihkan. Untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan, sangat disarankan untuk mengganti pembalut secara teratur setidaknya 4 x sehari sesuai dengan banyaknya darah atau lakukan setiap selesai buang air kecil.

Oh iya jangan sampai lupa juga, untuk yang muslim tentu kita juga harus menjelaskan tentang kewajiban dan larangan saat mereka menstruasi atau haid. Selama periode menstruasi mereka tidak dibebani kewajiban sholat dan berpuasa tentunya. Untuk sholat tidak ada penggantiannya, tapi untuk puasa harus diganti di lain hari. Selain itu tidak menyentuh mushaf Al Qurán (meski ini masih debatable pemaknaannya yaa di kalangan ulama fiqh), lalu ajarkan bagaimana mandi besar atau mandi wajib setelah selesai masa menstruasi. Cara mandi wajibnya adalah membaca bismillah dan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar. Lalu bersihkan organ kewanitaan. Setelah itu ambil air wudhu. Baru mandi dengan membasuh seluruh bagian tubuh termasuk kepala hingga bersih. Setelah mandi besar ini, mereka baru boleh kembali melakukan sholat.


Naah..gimana? sudah ada gambaran kan apa yang akan kita bicarakan dengan gadis kecil kita tentang menstruasi. Sukses ya moms!

53 comments:

  1. berhubung saya punya anak perempuan yg msh berusia 6 tahun, saya pun harus menyiapkan diri jika anak saya kelak mendapatkan menstruasi pertamanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba...jangan keduluan sm menstruasi pertamanya..ancang2 n bertahap aja sih belajar n jelasinnya

      Delete
  2. Saya dulu mens umur 10 tahun mba, dan waktu itu udah paham banget ttg mens soalnya aku.ngaji bareng kakak2 smp n sma, jadi udah tau apa itu menstruasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bs jg dpt pemahamanny dr pergaulan atau temen2.
      Tp sbg ortu kita tetap perlu memastikan jg sih ya mba apakah pemahaman adh tepat atau blm

      Delete
  3. Iya ya mba... perlu banget memberi pengertian pada anak2 sebelum tiba waktunya. Duh meski azizah masih kecil, membayangkan hal2 besar yang akan dia hadapi nanti jadi harus makin belajar banyak.. belajar sama ahli dan yg sudah berpengalamab kayak mba ophie..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah aku ya gak ahli mb...
      Lg belajar juga niiih
      Siap2 buat dip krucils cwekku

      Delete
  4. Sekedar sharing Mba Ophi, dulu saya mens kelas 3 SMP itu pun dibawa dulu ke obgyn karena belum ada tanda-tanda mens sementara teman saya yang lain udah pada mens. Setelah itu dikasih obat baru mens dan nggak mens setahun setelahnya. Ibu saya termasuk yang cuek sama persoalan menstruasi ini. Kesininya, mens jadi nggak teratur parah jadi berpengaruh ke kesehatan reproduksi. Jadi emang ibu yang punya anak gadis harus benar-benar perhatian sama mens anak dan siklusnya buat meminimalisir hal-hal yang nggak diinginkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih sharing pengalamannya mba...
      Noted deh buat aju yg bentar kg siap2 bakal mendamipingi anak2 di menstruasi pertama mrk

      Delete
  5. saya dulu mens pertama kalo nggak sala kelas 6 SD :|
    tulisannya bagus mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. 12 tahun berarti ya mba...
      Sedeng lah yaa

      Delete
  6. Saya gak begitu repot waktu anak perempuan saya mengalami menstruasi. karena sahabatnya dapet duluan. Jadi pengetahuan tentang menstruasi banyak di dapat dari sahabatnya, saya hanya menambahkan cara mandi besarnya aja, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah enak juga ya mbak , biasanya jd lebih pede dianya...tp tetep harus dipastiin yg dia dapet dr temennya sdh pas atau blom yaa...

      Delete
  7. Jadi inget dulu ada tmn pas kelas 6 SD udah mens, aku liatnya jijik hahaha, maklum gak paham, kukira mens itu sakit gtu :P . Abisnya saat itu jarang anak SD mens. Aku sendiri baru mens usia kelas 2 SMP kyknya hihihi.

    Aku punya anak cewek jg, mesti siap2 dikasi pengertian jg neh. TFS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebagian memang sakit sih mba..aku termasuk yg sakit klo mens..smp sekarang. makanya penting buat mengedukasi smua anak perempuan yaa

      Delete
  8. Hihi. Jadi terbayang kalau kelak Hasna sudah besar :)

    Itu memang tugas ibu ya Mba buat jelasin, jd kudu punya ilmu. Makasih Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba...paling tidak anak2 gak merasa sendiri saat mendapati mens pertamanya

      Delete
  9. saya dulu SMP kelas tiga Kak, kayake telat banget ya aahaha
    saya dapet haid saat mulai suka sama anak cowok. Hihihi
    makasih sharingnya Kak, saya juga kebayang gimana harus ngejelasinnya nanti

    ReplyDelete
  10. Meski anak saya masih kelas 1 sd saya uda mau menyiapkan sejak dini ttg ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah well prepared banget nih mba Ruli

      Delete
  11. Saya sesikit-sedikit sudah mulai memberi pengetahuan kepada anak tentang haid meskipun baru usia 7 tahun. Takutnya seperti saya dulu pas haid pertama malu dan nggak mau mengakui sedang haid. Bahkan melakukan kebohongan karena haid pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah itu dia mba...bisa jaid karena dulu gak punya pemahaman yang cukup tentang haid yaa

      Delete
  12. Saya sesikit-sedikit sudah mulai memberi pengetahuan kepada anak tentang haid meskipun baru usia 7 tahun. Takutnya seperti saya dulu pas haid pertama malu dan nggak mau mengakui sedang haid. Bahkan melakukan kebohongan karena haid pertama.

    ReplyDelete
  13. Sudah ngobrol paaaanjang dg Mbak Raniah soal ini. Tadinya mau aku tunda wampai dia kelas 4, eh ternyata pas jam istirahat dia bareng-baren temennya baca buku agama/semacam kitab gitu di bagian haid. Ya akhirnya aku menjelaskan ulang, khawatir kalau ada penjelasan kurang pas di buku yg dibacanya. Deg-degan juga sih kalau nanti masanya tiba. Aaaakkkk.... aku makin tuaaa. Ha..ha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...makin tua dan dia makin besar ya mba...
      toss ah kita menua bersama #eh

      Delete
  14. Wah..terimakasih infonya mba, ak punya anak perempuan juga usia segitu, hrua mulai waspada ya hehe maksudnya udah harus lebih HTI hati berbicara ya ketika anak memasuki usia pubertas

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mba...yg penting dia paham dan dia tahu harus bagaimana menghadapinya. spy dia juga nyaman

      Delete
  15. Wah..terimakasih infonya mba, ak punya anak perempuan juga usia segitu, hrua mulai waspada ya hehe maksudnya udah harus lebih HTI hati berbicara ya ketika anak memasuki usia pubertas

    ReplyDelete
  16. Waduh mbak deg2an aku menanti masa2 ini apalagi setahun ni nafsu makan nasia lg besar bgt bahkan susah distop skr aja udah 32kg lo mbak n hg aku takutin klo mens nya datang awal padahal bawaannya nasia masih kaya anak2 bgt.
    makasih sharingnya mbak kayanya aku harus mulai ngobrol banyak deh soal mens ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. gizi dan obesitas memang jd salah satu faktor say, tapi tetap sih kematangan reproduksi yg jadi faktor utama

      Delete
  17. Masalah kewanitaan yg memang lbh tepat dibahas & dipandu oleh ibu agar anak perempuan ga merasa canggung.
    Makasih sharing-nya, mbak. ^^

    ReplyDelete
  18. artikel yang bermanfaat Mbak
    anak saya cewek masih kecil, tpi bisa preapare terutama istri :)
    salam sehat dan semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip...makasih mas. salam sehat dan semangat juga

      Delete
  19. Aku jadi deg-degan nih Mak baca ini. Anak perempuan aku masih 5 tahun sih.. Anak-anak sekarang lebih cepet ya haidnya.. Semoga aku siap deh nanti ngasitau Luna.. Makasi infonya ya mak Ophi.. Bermanfaat sekali nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi deg2an yaa...gak nyangka anak-anak segera tumbuh jadi remaja hihi

      Delete
  20. Anak ceweknya masih 8 tahun nih. Meski sudah tahu sekilas ttg haid tp blm dijelaskan detil sih. Rasanya masih lamaa aja, padahal anak sekarang cepet yaa balighnya. Udah hrs siap2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap2 aja mba..jangan smp keduluan sama kecepatan proses tumbuh kembangnya

      Delete
  21. artikelnya bermanfaat banget mba . saya juga sudah mempersiapkannya.

    ReplyDelete
  22. wah aku baru tau mba kalau gaya hidup, status ekonomi, dan ketinggian daerah tempat tinggal menentukan cepat lambatnya anak perempuan mendapatkan menstruasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. penelitian ilmiah menunjukkan demikian mba..tp make sense sih

      Delete
  23. Aku termasuk yang telat mens, Phi. Umur 15 tahun (1 SMA) baru dapet. Kalau diperhatikan posturku yang mungil kayaknya relevan sama soal gizi itu hehehe. Jaman aku kecil dulu sama adikku yang bungsu gizinya beda banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bisa jadi sih aku juga 14 tahun kok..dan duluu kuyussss susah makan

      Delete
  24. jd inget pas dulu aku mens pertamakali... kaget, takut, kls 4 sd pula... tapi anehnya itu cuma 1x doang mbak.... dan bulan2 berikutnya ga kluar lg.. br kembali rutin pas 1 smp.. bisa gitu juga yaa.... makanya anakku ntr mau aku ksh tau yg jls, supaya ga kaget dan takut kyk aku dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah ada memang yg seperti itu. setelah menstruasi pertama lalu stop dan baru datang lagi bbrp tahun kemudian. ini harus disampaikan juga ke anak2 nih

      Delete
  25. Wah.bermanfaat bgt ini buat saya. Siap2 menghadapi masa2 puber anak ABG.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah klo bermanfaat mba..makasih sdh mampir

      Delete
  26. Wah.bermanfaat bgt ini buat saya. Siap2 menghadapi masa2 puber anak ABG.

    ReplyDelete
  27. Saya dulu pertama kali menstruasi pas sudah SMP. Pas SMP sudah sering lihat iklan pembalut di TV & suka ada sales pembalut dtg kasi sampel ke sekolah-sekolah. Tapi apa karena anak sekarang lebih tinggi2 ya? Jadi banyak yang sudah mens kelas 5-6 SD. Dulu teman saya baru 1 orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba...gizi, gaya hidup, dan tumbuh kembang mrk mungkin yaa yg bikin lebih cepat dr generasi kita

      Delete
  28. catat dulu mbaaa...si Obi masih imut tapi sudah sering bertanya macam-macam juga :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.
Comment teman-teman akan segera muncul setelah dimoderasi yaa.