Wednesday, January 17, 2018

The Growing Me: Menyiapkan si Pra Remaja Putri Memasuki Masa Pubertas

The Growing Me: Girls Talk on Reproductive System, Pubertas Changes, Menstrual Cycle, PMS, Personal Hygine, and Relatiionship. Wah rupanya minggu ini adalah minggu untuk Ka Alinga. Setelah sebelumnya menemani saya di acara #menstrutalk obrolan awal tentang menstruasi antara Ibu dan anak.



Esoknya saya yang menemani Ka Alinga di acara #girlstalk yang membincangkan tentang teens health seputar sistem reproduksi, perubahan akibat pubertas, siklus menstruasi, pre menstrual syndrome, kebersihan pribadi, dan hubungan.





Saya sejujurnya agak amazed juga bahwa anak ini sudah mulai memasuki masa pra remajanya dan segera meninggalkan dunia kanak-kanaknya. Kondisi yang sering membuat saya terkaget-kaget. Pra remaja dan remaja ternyata makhluk yang sangat spesial. Sebagai genarasi zaman now, generasi milenal, maka tantangan untuk mendampinginya menjadi semakin challenging.

Membincangkan masalah sistem reproduksi pada anak-anak masih dianggap hal yang tabu. Saya sendiri meski menilai hal tersebut sangat penting tapi lebih sering mencari jalan aman dengan menghindar jika anak-anak mulai bertanya-tanya tentang hal tersebut. Mendadak roaming gitu deh hahaha. Lalu kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan. Kabuur! Naah padahal hal ini harus segera dimulai sejak dini bahkan semenjak anak menginjak usia 8 tahun.

Banyak orang tua yang memilih tidak membincangkannya sama sekali dan menyerahkan kepada anak untuk mencari tahu dengan cara mereka sendiri atau berharap sekolah yang melakukan hal tersebut. Kondisi ini tentu berbahaya mengingat tantangan era milenial dan akses anak terhadap informasi yang makin terbuka lebar.



Makanya saat Mba Fiona Esmeralda, Dokter blogger yang mendalami masalah teens health mengundang untuk hadir di #girlstalk yang membincangkan tentang berbagai hal seputar pertumbuhan dan perkembangan perempuan masuk ke usia pra remaja dan remaja. Acara ini memang merupakan sesi edukasi yang dikemas khusus untuk para gadis kecil yang mulai memasuki masa pra remaja. Pesertanya para pra remaja dan remaja putri, sebagian dari mereka didampingi para Ibu. Jadi memang benar-benar, forumnya para perempuan.

Ka Alinga yang belajar, saya ikutan belajar.

Naah pada sesi tersebut yang digunakan ternyata bahasa medis atau bahasa yang seharusnya sehingga Ka Alinga yang lebih sering saya ajak bicara soal reproduksi dengan bahasa "ala kami". Saya baru belakangan mengenalkan vagina sebagai nama alat kelamin perempuan. Saya jujur tercerahkan kalau kita memang sedari awal sebaiknya mengenalkan istilah-istilah medis yang seharusnya pada anak-anak kita. Selain agar tidak terjadi missunderstanding, hal ini juga menghindari kekacauan dan kerancuan pikir anak-anak kita.

Organ reproduksi perempuan

Organ reproduksi perempuan ada 3 macam. (mudah-mudahan saya gak salah menyebutkannya nih hahaha)

  • Genitalia Interna  : organ reproduksi yang berada di bagian dalam organ tubuh seperti  uterus, ovarium, tuba fallopi, servik, dan vagina bagian dalam
  • Genitalia Externa organ reproduksi yang berada di bagian luar organ tubuh seperti vagina bagian luar, klitoris, labia mayor, labia minora, anus, dan vulva
  • Payudara: payudara secara anatomi terdiri dari dinding dada, jaringan tisu, otot, nipple, lobules, lobe, dan ducts. Maafkeun saya gak catat nih bahasa Indonesianya, sebagian saya juga masih blank.

Selanjutnya terkait dengan pubertas. Pubertas dapat ditandai dengan perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik untuk pra remaja perempuan antara lain:

1. Tumbuhnya bulu-bulu halus pada bagian tubuh tertentu seperti bagian ketiak dan alat kemaluan (rambut pubis);
2. Tumbuhnya payudara yang dimulai pada waktu yang berbeda-beda pada setiap perempuan dan dimulai sejak sebelum menstruasi pertama;
2. Menstruasi; dan
3. Tumbuh atau bertambahnya tinggi badan.

Serta perubahan fisik lainnya seperti tumbuhnya jerawat, ketombe, bau badan, dan kulit berminyak

Nah ada cara menghitung tinggi badan si pra remaja nih, pertama ukur tinggi ayah kemudian kurangi 13 cm lalu tambahkan dengan tinggi badan ibu, kemudian hasilnya dibagi dua. Hasil perhitungan dapat ditambah atau dikurang 8,5 cm untuk mewakili percemtil dari 3-97dari perkiraan tinggi orang dewasa.

Oh iya pertumbuhan pada setiap orang berbeda-beda dan beragam, jadi gak bisa juga digeneralisir ya. Jadi pastikan kita sebagai orang tua juga bisa memberikan penjelasan pada pra remaja kita soal perbedaan tersebut. Kalau ternyata belum tampak adanya perubahan yang dimaksudnya, gak usah terlalu khawatir. Tetap bersabar, tetap beraktivitas, tetap berprestasi, jangan lupa bersyukur dan berbahagia. Naah perbanyak dan rajinlah berolahraga dan mengasup makanan berkalsium tinggi.

Saya yang termasuk agak khawatir sebetulnya karena duo krucils perempuan saya yang mulai memasuki pre-teen terhitung anak-anak dengan postur badan yang mungil. Mudah-mudahan tidak ada masalah khusus. Selain tampaknya ada faktor genetik dari orang tua suami, saya memang concern dengan pola makan anak-anak yang dalam pandangan saya tidak sebanyak teman-teman sebayanya. Porsi makan mereka termasuk yang minimalis meski kelengkapan unsur gizi insyaAllah tidak menjadi masalah karena saya termasuk sangat memperhatikan hal ini.

Tumbuhlah dan nikmati setiap tahapan usiamu nak :)

Pubertas baru dapat dikatakan terlambat jika pada usia 13 tahun belum ada sama sekali perubahan awal pubertas seperti dijelaskan sebelumnya atau pra remaja baru mendapat menstruasi pertama pada usia 15,5 - 16 tahun. Pada kasus-kasus keterlambatan seperti ini alangkah baiknya kita sebagai orangtua mencari bantuan dari ahlinya atau dari dokter dengan mulai berkonsultasi dan memeriksakan si pra remaja.

Menstruasi 


Nah untuk siklus menstruasi secara umum terdiri dari 28 hari di mana periode mestruasi umumnya adalahs ekitar 5 hari. Pra remaja perlu mengetahui beberapa gejala umum yang muncul menjelang menstruasi yang umumnya disebut sebagai Pre-Menstrual Syndrome (PMS). Naah beberapa Gejala PMS yang umumnya muncul adalah:

 Jerawat
 Kembung
 Nyeri punggung
 Nyeri payudara
 Sakit kepala
 Konstipasi
 Diare
 Nafsu makan meningkat
 Depresi atau merasa sedih
 Sensitif
 Cemas



Beberapa Tips untuk mengurangi gejala PMS yang bisa diterapkan termasuk pada para pra remaja kita antara lain:

  • Berolah raga setidaknya 2,5 jam per minggu. Olah raga dapat mengurangi ketegangan, nyeri, dan keluhan PMS lainnya.
  • Makanlah makanan sehat terutama kaya kalsium, rendah lemak, gandum utuh, protein, sayur dan buah.
  • Batasi kafein, alkohol, coklat, dan garam, dan berhenti merokok.
  • Gunakan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Gunakan bra yang lebih nyaman seperti sports bra, ketika payudara terasa sensitif.
  • Cobalah teknik relaksasi seperti teknik pernapasan, yoga, atau pijat.
  • Aturlah waktu lebih baik agar dapat beristirahat dan tidur yang cukup.
  • Berceritalah pada teman dan keluarga untuk dapat
  • memperoleh dukungan.
Yang juga perlu diketahui oleh pra remaja kita tentang menstruasi pertama. Perdarahan menstruasi pertama kali biasanya tidak banyak dan mungkin hanya berupa noda merah kecoklatan di celana dalam mereka. Yang perlu dipersiapkan dari first period hack adalah:

  • Bawalah selalu pembalut di dalam tas atau tinggalkan dalam lokermu sebagai persiapan dan persediaan.
  • Siapkan cadangan celana dalam untuk mengganti.
  • Simpanlah tisu basah dan kering untuk membersihkan dan mengeringkan area kemaluan sebelum memakai pembalut. 

Nah berikutnya tentang menstrual hygiene nih. Salah satu persiapan yang sangat penting diketahui oleh para pra remaja putri kita tentang menstruasi dan kebersihannya.

  1. Ganti secara teratur: Ganti pembalut setiap 4-6 jam sekali walau belum penuh
  2. Tetap bersih dan kering: Mandi dan mengganti celana dalam secara teratur

Dua hal tadi tujuannya agar mereka terhindar dari infeksi dan iritasi. 

Selain itu pastikan juga bahwa vagina kita selalu dalam kondisi bersih. Tiga langkah sederhana menjaga kebersihan vagina adalah dengan membersihkannya dengan air dan sabun, kemudian bilas dengan air bersih, lalu keringkan.

Keputihan


Masih seputar hygiene dari kewanitaan. Yang juga penting untuk diketahui pra remaja putri kita dalah soal keputihan. Ada beberapa jenis/bentuk dengan gejala dan penyebab yang berbeda terkait keputihan. 


  • Putih: Normal di awal dan akhir siklus. Tanpa rasa gatal. Jika gatal mungkin adalah infeksi jamur.
  • Bening dan lentur: Normal saat pertengahan siklus.
  • Bening dan berair: Normal dapat terjadi kapan saja terutama setelah olahraga atau kelelahan.
  • Kuning atau Hijau: INFEKSI. Terutama bila menggumpal dan berbau.
  • Kecoklatan: Dapat terjadi setelah menstruasi dan seringkali merupakan sisa darah menstruasi.


Secara umum penyebab keputihan bisa disebabkan oleh infeksi dan/atau karena kurang menjaga higiene

Lalu bagaimana mencegahnya?

  • Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur juga bagian vagina dengan air dan sabun secukupnya.
  • Biasakan membersihkan dari arah vagina ke anus (front to back) untuk mencegah bakteri pada daerah anus berpindah ke vagina. Kalian harus praktikan dan coba beberapa kali sampai akhirnya yakin dan nyaman sudah melakukan proses ini dengan baik ya girls :)
  • Keringkan area vagina dengan baik sebelum mengenakan celana dalam.
  • Pilihlah celana dalam bahan katun dan tidak terlalu ketat untuk mencegah iritasi. Jangan menggunakan celana panjang yang terlalu ketat.
  • Gantilah celana dalam setidaknya setiap sehabis mandi atau lebih sering jika banyak beraktivitas.
  • Penggunaan alas celana dalam atau pantyliner hanyalah bersifat membantu dan harus tetap diganti secara berkala agar area vagina tetap kering dan bersih.
  • Pilih celana dalam atau pantyliner yang non scented atau tanpa parfum.

Naah saatnya bicara tentang pads atau pembalut nih. 

 Pilih pembalut yang berbahan nyaman dan tidak menyebabkan iritasi. Jangan memilih
pembalut dengan parfum.
 Gunakan pembalut dengan sayap untuk memastikan pembalut tidak bergeser di celana dalam.
 Pilih model wide and long atau night type untuk digunakan saat tidur.
 Ganti pembalut secara teratur (maksimum 6 jam dan gantilah walau masih tidak terlalu penuh).
 Saat mengganti pembalut, bersihkan area vagina terlebih dahulu dengan air atau tissue basah dan
keringkan dengan baik sebelum memakai pembalut yang baru.
 Buang pembalut bekas dengan baik (pastikan membawa pembalut pengganti, tissue, dan
pembungkus jika hendak mengganti pembalut di luar rumah).

Girls jangan lupa catatlah tanggal awal dan akhir menstruasi. Selain itu jika ada perdarahan yang
tidak normal atau rasa nyeri yang menyertai. Kenapa penting supaya kita tahu pada kondisi apa ada sesuatu yang tidak normal atau tidak biasa dan kita perlu berkonsultasi pada ahli atau dokter. 

Perhatikan siklus menstruasi berdasarkan tanggal awal dan akhir menstruasi pada setiap bulannya. Siklus: 21-90 hari (average 28 hari), Jika hitungannya janggal tidak perlu ragu untuk bertanya pada dokter. Misalnya siklus menstruasi kita terlampau panjang atau sebaliknya. Saat kita mengalami nyeri hebat saat menstruasi hingga tidak dapat beraktivitas atau terjadi perdarahan hebat (harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam), atau perdarahan di tengah siklus juga merupakan kondisi emergency yang membutuhkan bantuan dokter. 

Menstruasi pada remaja dapat tidak teratur hingga 2 tahun pertama setelah pertama kali menstruasi. Jadi tidak perlu khawatir jika mereka mengalami ketidakteraturan setidaknya hingga 2 tahun pertama sejak menstruasi. Ini banyak terjadi dan kadang menimbulkan kebingungan. 

"Bu temanku kan beberapa bulan lalu dapet tuh, trus libur sholat naah kok bulan-bulan belakangan ini dia gak ada libur sholat. Emang bisa dapetnya gak tiap bulan? Kalau Ibu kan dapetnya tiap bulan. Setiap bulan ibu ada libur sholat."

Naah pertanyaan lanjutan ini sangat terkait dengan kegiatan reproduksi. Hmm  boleh dijawab seperlunya dulu mungkin yaa. Untuk detailnya kita perlu sesi khusus membincangkannya dengan si kecil,

Dr Fiona juga menyarankan membincangkan soal kesehatan reproduksi dengan pra remaja putri kita secara personal anak per anak. Meskipun misalnya usia mereka berdekatan seperti Ka Alinga dan Ka Zaha, kita kadang harus membedakan momen dan materi yang disampaikan untuk mereka berdua. Membincangkannya secara personal juga memungkinkan mereka lebih terbuka bercerita.

Padat sekali pelajaran minggu ini tentang teen health yaa. 

Selain soal kesehatan, materi lainnya yang merupakan bonus dari acara tersebut adalah tentang relationship di antara para pra remaja. Kita harus memastikan kepada mereka bahwa hubungan dengan teman-teman mereka harus dalam suatu hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat artinya parapihak yang trelibat haruslah dalam kondisi yang positive misalnya bahagia, respect, honest, dan seterusnya. 

Sebaliknya jika mereka berada pada kondisi tertekan, tidak bahagia, merasa dipermalukan, merasa dicurangi dan hal-hal negative lainnya maka harus dilihat kembali hubungan antar mereka. Jangan sampai anak-anak menjadi korban dari suatu relationship yang tidak sehat. Mereka juga perlu diperkenalkan dengan bentuk-bentuk relationship yang bertentangan dengan norma moral dan agama seperti LGBT.

Last but not least tentang manajemen stress. Harus diakui bahwa kondisi pra remaja sangat rentan dengan stress.

Macam-macam Stres
  • Eustres
  • Distres

Mengapa Remaja Mudah Stres?


• Tekanan kegiatan akademik, pertemanan, dan hubungan keluarga
• Banyak pengalaman baru yang berbeda dengan masa kanak-kanak
• Belum tahu cara yang tepat menangani dan mengelola tekanan

Apa yang bisa dilakukan?

Mengenali pikiran stress; bagaimana situasi stress, pikiran stress, emosi stress, perilaku stress, dan konsekuensi stress. 

Lalu saat sudah kita kenali yuuk coba beberapa hal ini:

• Laugh more.
• Belajar rileks dengan teknik pernapasan
• Mendengarkan musik
• Get some sun
• Mindfulness
• Eat heathily

Strategy yang bisa dilakukan bahkan untuk kita para dewasa sekalipun saat menghadapi kondisi yang stressfull adalah dengan 
  • Compare yourself only to yourself
  • Believe that this too shall pass
  • Express yourself: write a diary, talk to friends or family, draw.
  • Take responsibility
  • Count your blessings

To sum up: stay Healthy and be Happy gals 💖💖💖

Tulisan ini merupakan bagian dari #KEBloggingCollab untuk kelompok Butet Manurung, dengan post trigger berjudul LGBT dan Kondisi Remaja Kita yang ditulis oleh Fiona Esmeralda, seorang dokter, penggiat kesehatan remaja dan ibu dari tiga anak perempuan pemilik blog www.askfionamd.com.


7 comments :

  1. Inget ini jadi inget pas pra remaja dulu aku disuruh pake bra aja shock, hahaha.. Susah ya Mbak memang menjelaskan pada gadis kecil yang tiba-tiba tumbuh menjadi gadis remaja. Duuh aku pun punya anak cewek nih.

    ReplyDelete
  2. Noted...anak sy seusia ka Alinga siap2 masuk usia remaja

    ReplyDelete
  3. Wah saya menyesal gak bisa hadir Sabtu kemarin
    Padahal temanya bener-bener menarik
    Tapi untung mbak Ophi menuliskan reportasenya secara lengkap
    Makasi mbak. Saya banyak belajar disini.

    ReplyDelete
  4. Anak saya juga masuk usia remaja dan sering bertanya2 ttg reproduksi. Dan itulah saat yg tepat utk memberikan informasi seputar kesehatan reproduksi

    ReplyDelete
  5. Bagi anak perempuan, informasi soal pubertas ini memang sangat penting. Dan saya memilih untuk menyampaikan langsung kepada anak dibandingkan anak memilih mencari informasi yang tak tepat :)

    ReplyDelete
  6. Punya anak perempuan juga, bakalan mengahadapi masa-masa pubertas nih. Mengenalkan anak dengan nama yang sebenarnya / istilah medisnya, buat saya agak aneh, tapi sebetulnya anak kan belum mengerti apa-apa ya, sebaiknya memang diumumkan untuk menggunakan istilah medis. Mau nyoba mengenalkan ke Fira nich...kalau saat ini, sebatas bagian ini, ini, ini tidak boleh dipegang orang ya.

    ReplyDelete
  7. Lengkap banget mbaak sharingnya. Aku jadi belajar juga. Makasih ya mbk. Izin bookmark. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top