Sunday, January 28, 2018

Unexpected Journey to Labengki Islands (Miniatur Raja Ampat)




Salah satu perjalanan yang tak saya duga bisa saya tempuh di tahun 2017 lalu adalah mengunjungi Labengki. Pulau yang didaulat sebagai Raja Ampat Mini. Pulau Labengki masuk dalam wilayah administratif Provinsi Sulawesi Tenggara. Beneran gak nyangka karena saya gak menduga kalau tahun lalu bakal ada tugas ke Kendari. Naah kebetulan satu tim sama kembaran saya beda generasi yang juga si itchy feet macam saya, Dek Laksmi - plus kami sama-sama suka berpetualang ke alam ketimbang wisata lainnya.

"Mbak, kita nanti ke Labengki yaa. Itu lhoo yang ngehits gegara Marischka Prudence."

Hmm yang mana yaa, semua gara-gara Marischka Prudence emang jadi hits, tapi Labengki. Sebentar yaa, saya kemudian ceki-ceki ke IGnya Traveler Syantik itu.


"Wiih harus sewa kapal dan kayaknya mihil deh..."

Hmm langsung menghitung sisa uang harian yang sudah harus juga dikurangi pengeluaran ini dan itu.

"Nanti aku atur deh mba, supaya kita patungannya gak banyak-banyak."

Oke deh, paling tidak free pesawatnya laah ya sampai ke Kendari.

"Oke Fix, hari terkahir sebelum kita balik ke Jakarta, cuss Labengki dulu yaa. Gak pake nginep, kan mau ngirit. One day trip ajaa"

"Atur aja deh."

Yang tua nurut ajaaah

Dan akhirnya kami berlima siap menikmati keindahan syurgawi ala Raja Ampat dengan bersiap sejak pagi hari. Rupanya Dek Laksmi sudah berkoordinasi dengan salah satu travel yang menyediakan paket ke Pulau Labengki. Hanya saja paket kami memang berbeda. Biasanya paket wisata ke Labengki memang selalu ada acara menginap mulai dari yang 2D1N. Nah kalau jenisnya ada yang hemat sampai yang super lux *baca mihil hehehe.

Berbeda, karena paket kami hanya one day trip saja. Meski sebetulnya sayang kalau dihitung-hitung karena biaya sewa kapalnya tetap dihitung sama atau kalau dikurangi juga hanya selisih sedikit. Demikian pula jika kita beramai-ramai maka biaya jatuhnya lebih hemat karena untuk kapal bisa memuat 15-20 orang sedangkan kami hanya berlima. Hmm yo wis rapopo.

Naah sekarang saya mau cerita rutenya yaa. Jadi Pulau Labengki merupakan pulau yang terletak di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (konut) 30 mil dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai pulau labengki bisa menggunakan speedboat dengan waktu tempuh ±1,5 jam – 2 jam. Naah yang kayak gini bakalan jatohnya mahal yaa. Trus gimana rute kami kemarin?



Kami kemudian menyewa mobil plus supir dan sekaligus sebagai guide yang bakal menemani kami hingga ke Labengki. Dari Kendari kami berangkat pagi hari menempuh perjalanan sekitar 3 jam menuju daerah Konawe Utara. Jalanan cukup challenging karena banyak rute yang masih tengah dalam pembangunan dan pembukaan kawasan. Jadi kami melewati hutan dan kawasan yang tampaknya baru dibuka untuk tambang. Banyak rute yang masih berupa jalan tanah dan benar-benar baru dibuka. Mungkin kalau jalanan sudah mulus dan bagus, waktu tempuh bisa dipangkas hingga 2 jam saja.

Orang yang kami lihat sepanjang jalan juga selain orang lokal, tampak pekerja-pekerja tambang dari China, Jepang, dan Bule-bule. Mas guidenya bilang kita harus kembali ke Kendari sebelum malam karena memang pada beberapa rute perjalanannya tidak berani dia jamin aman. Wuiiih ngeri juga yaa. Iyalah hutan belantara gitu lhoo :D

Pulau Labengki sendiri merupakan kawasan konservasi, Taman Wisata Alam Lasolo dikelola oleh BKSDA Sultra dan  Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Gugusan pulau di Pulau Labengki terdiri dari pulau Labengki kecil dan pulau Labengki besar yang disekitarnya terdapat pulau-pulau kecil nan indah dengan struktur batuan cars meyerupai Raja Ampat yang di tumbuhi ribuan anggrek-anggrek liar.

Pulau Labengki sangat menawan karena banyak spot yang sangat alami dan cantik mulai dari pantai pasir putih yang tersebar di setiap sudut pulau. Air laut yang jernih biru kehijauan dan hamparan karang warna warni dengan biota-biotanya yang memiliki keindahan bawah laut dengan banyak terdapat berbagai jenis hewan langka, karang-karang besar serta biota-biota  lain yang khas dan masih sangat natural merupakan potensi wisata yang harus dijaga dan dilestarikan agar terus indah.

Pulau yang berada di kawasan luar daratan Kabupaten Konawe utara ini terbagi menjadi 2, ada Pulau Labengki besar (tak berpenghuni) dan Pulau Labengki kecil (ditinggali suku Bajo), Desa Labengki Kec Lasolo Kab. Konawe Utara.

Start From Konawe Utara

Sampai di daerah Konawe Utara, based on google map kami memarkirkan mobil di dekat pantai yang tampak seperti dermaga yang tidak permanen dan tidak resmi. Hanya tampak ada dua kapal yang tengah bersandar. Sisanya sepi, tak ada manusia, kecuali kami berenam.

Hmm apa kita tidak salah? Hmm untung masih ada sinyal jadi bisa memastikan kalau tempat yang menyerupai dermaga ini masih ada di google map hahaha.

Dermaga nan sepii

Driver sekaligus guide kami tampak berkoordinasi dengan seseorang melalui mobile phonenya. Tak lama kemudian ada dua orang datang mengendarai motor bebek. Owwh ini rupanya tim yang akan menemani kami menyeberang hingga ke Labengki.

Kapalnya cukup besar jika dibandingkan dengan muatannya, kami yang hanya berlima. Saya, Laksmi aka Dani, Teja, Ucup dan Mei. Well bertujuh dengan Bang Guide dan supir kapalnya. Kabarnya kapal ini bisa memuat 15-20 orang. Okeh, mari kita gogoleran di Kapal. Rapatkan jacket supaya gak masuk angin.


Baca Juga: Sisi Lain Pulau Nusa Kambangan

Touch Down Labengki Kecil


Setelah melewati pemandangan laut dan pulau-pulau yang melenakan mata. Sekitar satu jam kemudian kami menepikan kapal di pantai berpasir putih dengan air yang demikian bening dengan latar belakang rumah-rumah kayu nelayan. Touch down, Pulau Labengki Kecil.

Touch Down Labengki Kecil

Suasana terasa panas dan terik, namun angin pantai menyapa dengan ramahnya. Turun ke dermaga kayu yang menghubungkan hingga ke bibir pantai. Anak-anak kecil berkulit legam memandangi kami sambil tersenyum sepanjang jalan dari pantai menyusuri perumahan nelayan. Hingga kami sampai di salah satu rumah. Kami disambut oleh Ibu, Bapak, dan Nenek pemilik rumah. Rupanya rumah ini (dan rumah-rumah lain) merupakan rumah yang biasa dijadikan tempat menginap para backpecker atau pelancong hemat seperti kami.

Menyusuri Kampung Nelayan

Teh hangat menyambut kami. Lalu nasi bungkus yang memang pas dengan waktu makan siang. Kami kemudian berganti kostum terutama yang siap-siap berenang, snorkeling dan bermain air. Sebelumnya kami menjamak sholat karena bisa dipastikan kami akan pulang kembali ke rumah ini petang. Tidak lupa, pipis yaa. karena air tawar agak sulit di sekitar sini. Jadi hemat-hemat air :)

Selepas sholat untuk menghemat waktu kami yang memang sangat singkat kami langsung cuss.

Swimming Pool Cave

Sebelum Tour Laut kami diajak nyemplung dan mencoba berenang di dalam air tawar nan dingin dan sejuk yang terjebak dalam gua batu. Duuh apa sih bahasa saya menjelaskannya. Di depan goanya sih tertulis Goa Kolam Renang, Swimming Pool Cave. Naah untuk bisa mencapai "kolam renang", kita harus turun melalui sebuah lubang yang sempit hanya seukuran badan. Hati-hati ya karena bebatuan di sekelilingnya cukup banyak yang tajam.

Turun sekitar dua meter melalui anak tangga yang dibuat seadanya tampak air bening yang tawar di dalam goa. Weww, daku gak jago berenang tapi pingin juga sampai ke ujung gua dan berphoto. Narsis mah wajib yaa. Panjang "kolam renang tersebut," rasanya sekitar 7-8 meter saja. Kedalamannya juga tidak rata mengikuti bentukan bebatuan di bawahnya. Paling dalam sekitar 5 meter lah.
eksis dulu di goa kolam renang. pics belong to Laksmi

"Ihh aku mau sampe sana tapi bantuin yaaak."  emak-emak manjaah Hmm meski agak ngeri sampai juga di bagian ujung yang pemandangannya eksotis dan unik. Bayangin aja kolam renang dalam goa batu yang bentuknya alami dengan atap dan dinding stalaktit. Oke jangan lama-lama karena kita harus segera ke Labengki Besar dan melihat yang lebih waaah!

Ayook kita lanjut.

Babang guide mengajak kami kembali ke pandai dan dermaga kayu di mana kapal kami berlabuh.

Laut biru, langit biru, pasir putih, ombak nan tenang, matahari dan terik, angin yang semilir. What a vitamin sea... love it.

Labengki Besar, Full of Love



Kapal kembali melaju. Sebetulnya waktu perjalanan ke sini sebelum kami sudah ditunjukkan dari kejauhan Pulau Labengki Besar yang akan kami datangi. Dari jauh tampak resort-resort di atas bukit-bukit batu yang dikelilingi hijau pepohonan dan hamparan air laut yang biru kehijauan. Yess we will be there soon.




Tidak lama akhirnya kami sampai. Hmm rasanya sih tidak sampai setengah jam.

Kita tidak hendak ke resort atau villa nan cantik itu karena kita kan pelancong hemat jadi kami hanya akan diajak ke spot-spot kece yang biasa jadi tempat favorit pengunjung berphoto. Kapal melambat lalu merapat ke daratan yang sama sekali tak serupa dermaga. Kapal kemudian ditambatkan dengan mengikat talinya ke sebatang pohon yang cantik dan anggun menyulurkan batangnya ke arah laut. kami kemudian melompot turun mengikuti jalan setapak naik ke atas bukit.



Ups kita tidak ke kiri yaa (arah ke villa), tapi ke arah kanan atas terus. 'to Kimaboe Lagoon, Teluk Cinta View" demikian tulisan di papan petunjukknya. Baiklah agak berkelok di jalan setapak yang sempit kanan bebatuan dan pepohonan kiri tebing mengarah ke laut. Konsentrasi yaa.



Waah ternyata pemandangan yang disebut sebagai the view point ini memang super waah. Luar biasa. MasyaAllah... ciptaanNya tak diragukan keindahannya.

A post shared by OPhi Ziadah (@ophiziadah) on


Kamboe Lagoon: Teluk Cinta View


Dari Kamboe Lagoon ini memang kita bisa mndapat dua view sekaligus. View kepulauan yang tersusun cantik menyerupai raja ampat di satu sisi dan view teluk cinta di sisi lain. Kenapa di namai teluk cinta? karena jika di lihat dari kejauhan. Teluk yang membentuk pinggiran pantai di pulau tersebut terlihat seperti bentuk jantung hari atau love. Again MasyaAllah cantik sekali. Teluk cinta dipeluk oleh air laut yang biru kehijauan bening dan damai. Indah banget.

teluk cinta view


Puas berphoto kami diajak seger turun untuk menuju destinasi berikutnya.

Pantai Pasir Panjang


Kami kemudian dibawa ke sebuah pantai berpasir putih dengan gugusan pohon kelapa yang berbaris rapih. Pantai Pasir Panjang demikian namanya. Ada apa di sini. Well di pantainya memang hanya tampak pasir putih dan gugusan pohon kelapa yang membuat saya mupeng pingin makan air kelapa mudanya yang sayangnya hanya khayalan. Pantai ini sepi seperti tak berpenghuni. Entahlah jika musim libur mungkin ada pedagang kelapa muda? rasanya tidak ada tanda-tanda peradaban kecuali plang penanda bahwa kawasan tersebut masih masuk bagian dari kawasan Wisata Alam Teluk Lalosso.

Pantai Pasir Panjang

Lalu mengapa berhenti di sini? waah rupanya keindahan panorama Ciptaan Yang Kuasa tersimpan di bawah air laut.

Sayangnya tidak disediakan pelampung di kapal yang mengantarkan kami. Hanya ada kacamata plus masker snorkeling serta kaki katak. Saya yang tidak jago berenang gak berani dung renang jauh kalau gak pake pelampung. Hikss Jadi hanya dua orang saja dari kami yang kemudian snorkeling dan berenang hingga ke tengah menikmati indahnya biota laut yang masih sangat natural.



pemandangan bawah laut. pics belong to Laksmi


Saya yang hanya turun ke air di dekat kapalpun bisa menyaksikan cantiknya karang-karang dan ikan-ikan yang berseliweran, Bahkan dari atas kapal kita tetap bisa mengintip dan menyaksikan indahnya alam bawah laut. Karang-karang yang luar biasa cantik, warnanya tidak hanya putih dan hijau tapi tampak juga yang biru, ungu bahkan pink. Super duper cantik dan masih natural dan terjaga. Apalagi yang bisa menikmatinya hingga jauh ke tengah dan ke bagian yang lebih dalam. wiiih


Haiii kalian yang akan datang ke sini, jaga yaa jangan sampai jadi rusak. Nikmati saja tapi jangan sampai kau rusak yaa.

Segera sebelum matahari menepi kami kembali ke Labengki kecil. Mandi dengan air yang terbatas dan segera kembali menuju Konawe Utara. Hmm apa boleh buat sampai ke dermaga tak bertuan itu, Adzan maghrib sudah lewat berkumandang. Ada kejadian di mana mobil kami ternyata ambless dan agak sulit naik sehingga cukup lama dan butuh bantuan banyak orang hingga akhirnya bisa naik ke jalan setapak.

its time to go home. pic belong to Laksmi


Secepatnya kami naik dan sesegara mungkin berusaha melewati jalan-jalan yang di tengah belantara menuju jalanan yang sudah ramai penduduk. Melupakan rasa lapar yang mulai mengganggu, alhamdulillah sampai di warung makan terdekat. Thanks God, perut sudah terisi hingga kami kembali ke Kendari. Saya memutuskan langsung ke hotel, selain istirahat juga harus berkemas untuk pulang besok pagi. Yang muda-muda menikmati durian di pinggir jalan sepanjang pantai di Kota Kendari.

What an unexpected unforgettable short journey to Labengki island.



24 comments :

  1. Asik sekali perjalananya mba. Walau akses ke sana agak berlik2 tapi pemandangannya benar benar luar biasa ya mba :)

    ReplyDelete
  2. Betul nih pesannya Mbak, kalau datang ke tempat bagus boleh menikmati tapi jangan dirusak :D

    ReplyDelete
  3. Bagus banget pantainya, apalagi tepatnya sepi gitu ya. Tapi kalau nggak bareng-bareng serem kalau ke pantai ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaiya mba kudu rombongan, ngeri sendiri maah

      Delete
  4. Baru ngerti nih ada Hamengku Island ... eksotis juga nih

    ReplyDelete
  5. Mupeng ih lihat pemandangannya. Aku baru tau sih klo ada miniaturnya raja ampat. Kudet yah hahaha. Jd penasaran deh. Kepoin ah, cari2 info wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Pernahbaca Labengki di posnya alm. Mas Cumi.
    Benaran, ini Raja Ampat Mini.
    Semoga bisa ke sini.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  7. Huaaahh, wiken lalu aku baru nonton MTMA edisi Labenki.. Bagus banget ya Mba Ophi.. Memang mirip Raja Ampat.. View Teluk Cinta bikin mupeng banget pingin ke sana.. :D

    ReplyDelete
  8. Aaaaa aku mupeng berat
    Mudik berikutnya harus bener2 disempetin nih ke Labengki
    Cantik banget ya viewnya

    ReplyDelete
  9. Cantik banget pemandangannya
    Keren foto-fotonya
    Yang berenang di dalam gua itu kayaknya asyik banget yah...

    ReplyDelete
  10. ahhh keren bangettt.., mudah2an bisa main2 ke sana juga kapan2 :)

    ReplyDelete
  11. ah sungguh jalan kabur dari rutinitas pikuk kota .. so peaceful.. kapan ya bs ke sana? :D

    ReplyDelete
  12. Kayaknya saya kalau berenang di goa gitu antara deg-degan tapi seneng :D

    ReplyDelete
  13. cantiiiik mba...aku pengen punya kesempatan ke sini

    ReplyDelete
  14. waa...saya aja lahir dan besar di kendari malah belum pernah ke labengki.hihii.abis tenarnya rada telat.nanti setelah sy merantau di negri orang baru populer ini.mudah2an lingkungan labengki tetap terjaga...dan makasih udah memperkenalkan labengki dan kendari mba :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top