Thursday, February 15, 2018

Inspirasi Hijrah Teteh Khadija Peggy Melati Sukma (Blogger Muslimah Meet Up)



What a saturday!

Pamitan sama anak-anak as usual susah-susah gampang. Hmm pilih bahasa yang adem, santai, dan gak bikin mereka heboh kalau Sabtu besok pagi-pagi Ibu bakalan ikutan Blogger Muslimah Meet Up.


Akhirnya izin keluar. Selepas menjalankan kewajiban, baca masak dan siapin sarapan, bismillah cuss kita naik commuter aja ya. Saya berangkat krucils lagi sibuk leyeh-leyeh dan sarapan plus blom mandi. Yang penting nanti udah pada cantik dan ganteng ya kalau jemput Ibu. Bye see you... love.

Alhamdulillah sampai ke lokasi tepat waktu.

Blogger Muslimah Meet Up kali ini bertema "Muslimah Berdaya dan Menginspirasi" dengan mendatangkan Inspirator Hijarh Teteh Khadija aka Peggy Melati Sukma.

Setelah dibuka, acara dimulai dengan "warming up" sambil menunggu the most wanted guest hehehe. Meskipun semua adalah member Blogger Muslimah namun belum semuanya saling kenal. Ada yang baru pertama kali ikut event Blogger Muslimah, ada yang memang belum kenal di dunia nyata pun di dunia maya. ada yang sudah kenal di dunia maya tapi belum pernah bersua di dunia nyata.

Kenalannya jadi makin seru karena Ka Echa (ciyee kakak, adek laah klo saya mah seharusnya manggilnya) bikin game buat acara kenalan ini. Setiap orang mengenalkan namanya dan nama orang yang sudah berkenalan sebelumnya. Seru hahaha, smoga jadi makin mengenal dan menghapal nama satu sama lain yaa.

Program Blogger Muslimah


Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Founder Blogger Muslimah, Uni Novia Syahidah Rais. Selain sekilas mengulas kembali profil Blogger Muslimah juga dijelaskan tentang program-program yang sedang dijalankan pada tahun ini. Ada apa saja kegiatannya?

Setidaknya ada 6 kegiatan yang menjadi program Blogger Muslimah tahun ini yakni: Pertama  "Meet Up" semacam kopi darat yang dalam acara tersebut dihadirkan sosok-sosok muslimah yang menginspirasi atau belajar bersama dengan topik untuk mengembangkan kemampuan muslimah dengan mengundang narasumber tertentu.

Kalau kali ini mengundang Teteh Khadija Peggy Melati Sukma, next time diagendakan bisa mengundang Teh Melly Goeslow. Waw... semoga bisa terlaksana yaa.

Program kedua Eduvisit. Pada program ini member Blogger Muslimah diajak untuk mengunjungi lembaga atau tempat untuk belajar baik tentang kepenulisan seperti ke penerbit atau ke rumah produksi dari entrepreneur muslimah yang juga pernah dilaksanakan sebelumnya. Program ketiga , Kepribadian Muslimah yang fokus bagaimana mengembangkan kepribadian muslimah. program ini dilakukan secara online di website Blogger Muslimah dan digawangi oleh Mba Ratih Sophie Aziziah.

Selanjutnya yang keempat, program online juga yakni Posting Tematik di mana member Blogger Muslimah ditantang untuk menulis di blognya masing-masing sesuai tema yang telah ditentukan. Koordinator Postem dipegang oleh Mba Arina Mabruroh, CMIIW.

Program kelima terkait dengan kepenulisan yang dilakukan secara interaktif di group dan di website. Terakhir yang keenam, Muslimah Trip. Yaay let have fun outing! Trip ini selain untuk melatih fisik, tentu saja akan ada banyak hal yang bisa menjadi pelajaran dan inspirasi dalam proses men-tadabburi alam ciptaan Allah.

Sambutan selanjutnya dari tuan rumah nih. Proxsis Consultants, sebuah perusahaan konsultan manajemen terpercaya dan berpengalaman dalam membantu perusahaan nasional dan multinasional dalam mengembangkan perusahaan mereka melalui berbagai training. Dari pihak IT Learning Center Proxsis, sambutan diwakili Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari. Direktur Proxsis IT. Beliau tampak senang dengan berlanjutnya jalinan silaturahim Blogger Muslimah dan Proxsis. 

Ini memang kali kedua acara Blogger Muslimah dilakukan di tempat ini. Selain menyampaikan penghargaan atas kerjasama yang sudah berjalan baik. Ibu Veny juga mempersilahkan jika ada dari komunitas lain yang juga ingin memanfaatkan co-working space Proxsis yang cozy ini sebagai tempat berkegiatan.  Waah info yang sangat berharga dan menarik nih untuk aktifis komunitas. Yups Sabtu dan Minggu, tempat ini bisa jadi tempat ajang belajar dan sharing yang free. Alhamdulillah semoga amal baik pihak Bu Veny mendapat balasan kebaikan dari Allah yaa. Amiin.



Untuk lebih jauh mengenal Proxsis cuss gih ke https://www.instagram.com/itlearningcenter.id/ atau lebih lengkap lagi ke https://www.itlearningcenter.id/.


Acara kemudian diseling dengan game-game untuk meriangkan suasana hingga akhirnya, tamu yang ditunggu tiba.

Teteh Khadija atau Peggy Melati Sukma

Jujur saya belum tahu kalau Peggy Melati Sukma atau yang saat ini memiliki nama hijrah Teteh Khadija sudah mengenakan niqab. Terlebih di banner acara masih dipasang photo beliau yang lama. Makanya saat berpapasan dengannya saat saya hendak ke kamar kecil saya blom yakin beliau adalah Peggy.

Setelah saya perhatikan matanya saya baru yakin. Apalagi sesaat kemudian ketika acara dimulai, suaranya yang sangat khas langsung saya kenali. Pusiiiiiiing! hahaha yang sezaman sama saya dan suka nonton sinetron Gerhana yang booming pada masanya tentu juga gak bakal lupa dengan sosok artis yang kenes satu ini.

Berbaju biru kotak-kotak warna coklat dibalut hijab panjang atau khimar warna coklat muda dan niqab warna colat tua yang dihiasi renda bunga-bunga kecil. Cantik deh! jadi pingin pake juga hehehe.




Mengingat waktu, Teteh Khadija kemudian segera memulai sesi sharingnya. Sebelumnya Uni Novia yang berperan sebagai moderator menyampaikan profil Teteh Khadija aka Peggy Melati Sukma. Teteh Khadija dalam beberapa tahun terakhir disebut sebagai Inspirator Hijrah dan sudah banyak menginspirasi umat dengan kisah hijrahnya.

Sebelum berhijrah, lebih dari 20 tahun sosok ini dikenal sebagai selebriti multitalenta di dunia hiburan Indonesia, pebisnis wanita, dan aktif dalam gerakan sosial baik melalui yayasan milik pribadi atau bersama pemerintah dengan menyandang tugas sebagai duta di berbagai bidang. Tak hanya itu Peggy juga banyak mendapat penghargaan dan bekerja dengan berbagai lembaga internasional seperti PBB, World Bank, KTT ASEAN, dan linnya. Soal pendidikan formal juga tidak diragukan, lulus dengan cumlaude pada jenjang S-1 dan S-2. S-1 Komunikasi Massa - Universitas Indonesia, dan S-2 Hukum Bisnis - Universitas Djuanda Bertauhid.

Dibalik sosoknya yang dulu terkenal kenes itu, saya pribadi memang menduga sejak awal bahwa beliau adalah sosok yang smart. Ini kali pertama bersua langsung dan mendengarkan kisahnya. Pilihan bahasa yang digunakan selain jauh lebih "religuis" juga sangat kental menunjukkan ia sosok yang smart. Well smart women, I love them. Especially smart Muslimahs, I do admire them!

Saat ini, insyaAllah atas izin Allah beliau memasuki masa tahun ke 4 hirjahnya. Tepatnya November 2017 lalu merupakan tahun keempat dan saat itulah Ia kembali memutuskan berhijrah dengan menggunakan niqab. Iyes, Hijrah bukanlah pencapaian, bukan titik akhir namun sebuah proses dalam perjalanan. Proses memperbaiki diri yang seharusnya tidak kunjung usai.

Dari fokus pada karir dan kesuksesan duniawi, Teh Khadija sudah berhijrah dan menjadi aktivis dakwah dan kemanusiaan di dalam maupun luar Indonesia. Teh Khadija juga sudah menghasilkan beberapa buku yang inspiratif seperti My Life My Hijab, Kujemput Engkau di Sepertiga Malam, dan Kun Fayakun Menembus Palestina.

 4 Fase Kehidupan Teteh Khadija dan Ibrah yang bisa Kita Ambil


Again Teh Khadija menegaskan, Hijrahnya bukan one minute moment tapi proses perjalanan. It is a journey.

Fase 1 sejak lahir sampai usia 13 tahun.

Dalam fase ini, kehidupan Teh Khadija terhitung normal. layaknya anak yang lahir dari keluarga bersahaja. Peggy kecil banyak ditempa seputar "how to survive in life". Orang tua termasuk yang sudah menanamkan akidah dan agama sejak kecil. Ibunya  yang menanamkan bahwa Allah tempat bergantung. Dalam hal ini Teh Khadija menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini dan pembiasaan syariat diamalkan sejak dini. Karena dalam perjalanan hidupnya kelak hal ini ternyata sangat berpengaruh pada prosesnya kembali menemukan hidayah dan jalan Allah.

Penting untuk mendekatkan anak-anak terutama di usia emasnya dengan Al Quran. Qadar Allah, ada baik ada buruk semuanya ujian. Saat kita bersandar pada Allah dan kembali pada Al Qur'an sesungguhnya semua solusi bisa kita temukan karena Al Quran adalah pedoman hidup yang sesuai untuk segala zaman.

Fase 2. Remaja dan puncak karir.

Laksana bintang yang bersinar. Usia 14, Tetah masuk dunia entertainment, usia 15 mulai bekerja secara professional. Qadarullah semua dimudahkan Allah. Jalan karirnya demikian mudah (yang ternyata merupakan ujian), sehingga kemudia ia mulai fokus ke urusan dunia. Hati sebagai sumbu diri yang harusnya dijaga dengan nilai-nilai ilahiah mulai goyang dan tergerus dengan nilai-nilai duniawi. Pada usia 19 tahun karir mulai meledak. Sinetron gerhana merupakan puncak cemerlangnya kebintangan Teh Khadiha. Makin jauh hidupnya dari Allah, makin jauh hatinya dari Allah.

Hati harus terus meningat Allah untuk terjaga kebaikan hati. Hati merupakan inti yang utama dari diri kita. Kondisi iman yang naik turun bukan sebab tapi akibat. Melakukan ketertiban ketaatan pada Allah untuk menjaga naiknya iman. Hidup ini kuncinya Zikrullah. Kita ini punya bonding khusus secara personal dengan Allah. Dan kita gak boleh lepaskan/hilangkan bonding itu, baik saat diuji dengan kebaikan maupun kesulitan. Serahkan hidup dan hati kita sama Allah.

Rumusnya Allah, wajib bagi Allah menjaga orang yang beriman. Sehingga kita harus jaga iman kita saat terpeleset dengan bertaubat.

Teteh menyebutkan beberapa referensi seperti Q.S. Hud :15-16, Q.S al A’la:168, Q.S. Al An'am:144, dan Q.S At Taubah:24

Apabila kita sudah semakin terikat dengan dunia, maka Allah akan datang dalam bentuk peringatan. Peringatan tidak langsung dalanm bentuk azab tapi akan diberikan peringatan dengan cara yang lain dulu (baik berupa kesenangan maupun kesusahan). Jika datang ayat atau peringatan tersebut tapi kita masih bebal lalu akan didatangkan ujian berupa kesenangan-kesenangan dan kemudahan (istidraj). Dibuka pintu-pintu kesenangan sebagai bentuk peringatan sampai kita merasa terikat dengan kesenangan itu baru kemudian sekonyong-konyong Allah murka dan Allah azab kita hingga kita putus asa.

Jika sudah diberi ujian susah dan senang hingga keputusasaan tapi tetap tidak mau kembali maka Allah biarkan. Allah sayang sama kita sudah diajak kembali dengan berbagai cara tak mau kembali. Lalu dibiarkannya kita sesuai pilihan kita. Allah biarkan kita. Saat hati sudah ditutup dari kebaikan dan hidayah, siapa yang bisa buka? (Kecuali Allah).

Hidup ini bukan untuk mencapai sesuatu tapi untuk menerima ketentuan Allah.

Selama 8 tahun dalam masa keemasan karir dan kehidupan duniawi Teteh  tidak pernah membaca al-Quran lagi.


Fase 3. Transisi.

Ketika Teteh sampai pada satu titik di mana muncul kesadaran untuk kembali pada Allah. Teteh kemudian  merecall kembali apa yang pernah ditanamkan dulu pada masa kecilnya. Nilai-nilai akidah dan tahuhid yang pernah ditanamkan di usia dini. Dalam 1 tahun Allah kembalikan bacaan al-Quran teteh dan mulailah proses menuju perubahan.

Hidup ini bukan apa yang kita mau tetapi apa yang Allah mau atas kita. Ketika kita melarutkan atas apa yang Allah maui dan kehendaki. Kelak Allah yang akan jaminkan rezeki kita bahkan dari tempat yang tidak kita duga.

Usaha kita dalam hidup adalah memperbaiki bonding dengan Allah. Semua datangnya dari Allah, atas apa yang terjadi dalam diri, kita serahkan saja pada Allah.


Fase 4. Hijrah

A post shared by OPhi Ziadah (@ophiziadah) on



Semua dalam hidup adalah ujian. Kita hidup untuk diuji (dengan kesulitan dan kesenangan), we have to prepare. Pada fase inilah Teteh mulai membenahi diri dan selalu melakukan proses perbaikan diri dengan meningkatkan berbagai amalan untuk makin mengeratkan bonding dengan Allah SWT.

Sepanjang sharing inspiratifnya. Beberapa kali Teh Khadija menegaskan tentang arti hirjah bagi dirinya. Menurutnya hijrah bukan pencapaian. Hijrah adalah proses dalam sebuah perjalanan. proses kelahiran hingga kehidupan setelah kematian, sesungguhnya adalah hijrah. Hijrah artinya "pindah". ada yang ditinggal ada yang dituju. Yang ditinggal larangannya Allah, lalu menuju perintah Allah. Ketika kita hijrah dari suatu kondisi kepada kondisi baru yang lebih baik maka tidak bisa hanya berhenti sampai disitu. Harus ada proses yang berlanjut atau berkesinambungan untuk menjadi lebih baik lagi, lagi, dan lagi di mata Allah.

Dalam hidup ini tugas kita adalah membaca, "iqra", lalu mendengarkan dan lalu taat. Karena makna penciptaan kita adalah untuk beribadah. Ketika kita diberi pemahaman lebih atau lebih dipahamkan karena kita ikhtiar untuk mendapatkan pemahaman tersebut maka sesungguhnya Allah sudah titipkan kita kepada malaikat untuk menjaga kita,  tetapi tidak akan Allah ubah jika kita tidak ikhtiarkan untuk berubah menuju sesuatu yang lebih baik dan lebih baik. Allah mau kita ikhtiarkan. Tugas kita hanya ikhtiar, berusaha, karena Allah yang akan lakukan untuk kita.

Apa yang bisa dilakukan menuju ketaatan. Yang pertama dengan membereskan aplikasi dari  syahadat  sebagai akad kita dengan Yang Maha Mencipta. Kemudian membereskan sholat baik secara kualitas dan kuantitas. Kekhusyukan dan tuma'ninahnya sholat, lalu melengkapinya dengan sholat-sholat sunnah mulai dari rawatib hingga sholat sunnah lainnya.

Hidup kita sebagai hamba Allah ditegakkan dengan sholat. Sholat sunnah hakikatnya sepanjang waktu kecuali waktu yang diharamkan yakni sesudah ashar hingga terbenam matahari dan sesudah terbit hingga lewat sepenggalah bayangan. Selain waktu yang terlarang tersebut hakikatnya kita boleh sholat dan lakukan sebanyak-banyaknya. Semua solusi hidup hakikatnya akan terselesaikan penegakan sholat, sholat adalah do'a dan do'a hakikatnya merupakan usaha.


Hidup itu satu paket dengan syaitan sehingga kita harus menguatkan diri agar tidak mengikuti kemauan syaitan tapi menuju jalan keridhoan Allah.

Shaum, atau puasa juga kemudian ditingkatkan baik secara kuantitas (memperbanyak yang sunnah selain yang wajib) dan secara kualitas.

Hijrah dan menjalankan perintah Allah sebetulnya kita baru saja mengajukan proposal karena Allah yang menggenapkan dengan memperbaiki diri kita terus di hadapan Allah. Hidup kita isinya adalah proposal. Permohonan kepada pemilik hidup dan kehidupan. Keep in making the proposal, and then apply our best performance based on the proposal, Be the best in front of Allah. Semoga Allah jaga kita

Segala sesuatu ditentukan dari niatnya, karenanya kita harus selalu memperbaiki niat kita. Termasuk dalam berdakwah atau mengajak kebaikan. Bicaralah yang baik atau diam. Kekuatan lain yang juga tidak kalah penting adalah do'a. Doa adalah keutamaan, jalur khusus untuk menembus Allah. Doa juga merupakan bentuk ikhtiar. Ikhtiar itu paket doa + perencanaan + aplikasi perencanaan dengan bersandar kepada Allah dan menjaga hati.


Manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang bergerak, ikhtiar. Berserah kepada Allah juga merupakan bentuk ikhtiar. Selain itu lakukan ibadah khusus dan benar-benar minta sama Allah ketika kita ‘mentok’. Semakin Allah berikan ‘yang baik-baik’ bagi kita jangan naikkan gaya hidup kita, tetapi naikkan manfaat dari kebaikan tersebut kepada orang lain. Intinya selama hidup kita maksimalkan ikhtiar and be professional in front Allah. 

Kuncinya adalah iman, hijrah, jihad, sabar, dan tawakkal.  Just do your best and let Allah do the rest of it. Kalau kita urus urusan Allah, Allah akan urus kita. Luruskan niat, perbaiki terus kualitas kita di hadapan Allah, be professional in front of Allah, yakin sama Allah.

Setidaknya demikianlah rangkuman dari sharing inspirasi hijrah Teteh Khadija. 

Dalam diskusi dan tanya jawab ditambahkan juga mengenai pemilihan nama Khadija sebagai nama Hijrahnya. Selain merupakan nama yang diberikan oleh beberapa orang gurunya, nama dan sosok ini juga merupakan sosok yang sangat inspiratif secara personal bagi Teteh. Siapa yang tak kenal Ummu Khadija RA, simbol cinta Rasul kekasih kita. Sosok perempuan kuat yang penuh cinta di masa-masa sulit Baginda Rasul. Sosok yang memberikan rasul 6 orang keturunan dalam usia yang tak lagi muda. Sosok business woman yang sukses dan justru memilih Rasul dan membersamainya dalam jalan dakwah meski jalan terjal menghadang. Sosok social entrepreneur yang pada masanya menguasai 2/3 kekayaan dunia di tangannya lalu mengembalikannya untuk masyarakat sekitar.  

Teteh Khadija juga menceritakan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang belakangan digawanginya. Teteh Khadija sudah menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan, di 22 negara seluruh dunia, seperti Palestina, Suriah, benua Afrika, berbagai negara Eropa, juga Amerika Serikat. Teteh memiliki kesan tersendiri dengan Palestina. Di Palestina  ia membangun sekolah untuk anak-anak cacat korban perang dan kekerasan, pabrik kecil untuk produksi pakaian yang dikelola oleh janda-janda syuhada, klinik yg memberi bantuan kaki tangan palsu untuk korban-korbam kebrutalan zionis Israel, dan program lainnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut dinaungi dalam sebuah gerakan Urban Syiar Project yakni gerakan Islam yang bekerja di Indonesia dan berbagai belahan dunia melalui misi dakwah, sosial dan kemanusiaan.

Untuk kawasan Indonesia, programnya antara lain membumikan Al Qur'an, yang terdiri dari gerakan ajakan berhijtah, membebaskan muslimah dari buta huruf Al Qur'an  yangdalam 3 tahun ini memberi manfaat kepada lebih dari 10.000 muslimah, bekerjasama dengann Corps Dai Dompet Dhuafa. Kemudian pembiayaan pembangunan rumah belajar Al Qur'an. yaitu 99 Rumah Belajar AlQur'an Asmaul Husna Untuk Anak Indonesia, yang dalam 2 tahun sudah membangun 6 Rumah Qur'an di beberapa wilayah Indonesia.

Alhamdulillah It Wrapped.

Blogger Muslimah Meet Up kali ini luar biasa berisi, alhamdulillah tidak lain karena para pendukung terselenggaranya acara yang insyaAllah sangat bermanfaat ini.

Selesai sharing kami diberi break time untuk sholat Zhuhur dan lanjut dengan menikmati potluck yang dibawa oleh masing-masing peserta serta menikmati empuk dan lembutnya spong cake Ah Mah. Naah kalau ngomongin sponge cake saya suka kebayang makannya pess, tapi jadi seret. Yang kemarin saya coba itu beda banget lhoo. 

Rasanya lembut tapi juga gak kopong banget, tetep padet meski lembut. Trus gak berasa jadi seret makannya. Tastenya juga asik banget, gak enek atau malah kadang suka nemu yang malah jatohnya plain. Rasa Ah Mah Egg Sponge Cakenya tuh mewah banget. Tekstur yang lembut dengan rasa yang pas, gurih dan gak enek, lumer di mulut. Kalau nyobain yang Cheese cake, rasa cheese maknyoss banget deh.

Ah Mah ini memang punya beberapa varian, selain Cheese cake, ada yang original cake, Rocky Chocolato, dan Singapore Pandan. Eh belum saya infoin ya kalau Ah Mah ini No.1 Best Selling Egg Sponge Cake di Singapur, Malaysia, Thailand, dan China. Sebagai international brand, saat ini Ah mah sudah membuka 13 store di Indonesia, segera hadir juga di 5 kota besar di Indonesia. Sementara ini Ah Mah bisa didapatkan di Kelapa gading (seberang MKG 3) dan di Emporium Mall Lt. LG No.6.

Ah Mah merupakan traditional homemade egg sponge cake yang sangat disukai karena fresh langsung dari oven.  Pastinya  Ah Mah ini dibuat dengan bahan-bahan lokal sehingga aman dan halal untuk dikonsumsi. Nah uniknya Ah mah ini bisa disajikan saat masih panas maupun dingin, cocok disajikan dengan teh atau coffee. Hmm makin seru tuh kumpul sama keluarga atau sama orang-orang terkasih dengan Ah Mah sebagai cemilannya.




Kalau mau lihat profiknya bisa di websitenya: 
atau http://ahmah.co.id/
IGnya: https://www.instagram.com/ahmahcakeindonesia/

Oh iya semua peserta juga mendapat goodie bag yang salah satunya dalah hijab cantik dan elegan beserta bros mewah dari Hijab Alsa. Brand Hijab Alsa yang syar'i asli dari Indonesia yang menyediakan berbagai model desain yang simple, kekinian, dan elegan. Pas banget untuk menemani aktivitas harian para muslimah. Kami kemarin mendapatkan hijab dua sisi. Iya jadi bolak balik warnanya berbeda jadi dipakai di dua sisi. Bahannya kelihatan banget berkualitas dan tebal. Alhamdulillah warna pas lagi, bisa dipakai buat ngantor nih, cocok sama seragam kantor warnanya.




Bisa cek informasinya di www.rumahhijabalsa.com ya atau di IG https://www.instagram.com/rumah_hijabalsa/ atau https://www.instagram.com/hijabalsakatalog/

Selain itu acara ini juga di support oleh produsen busana syar’i untuk laki-laki dan perempuan dengan kualitas premium, Shalira Syar'i.  Produknya mengutamakan kualitas bahan, kesesuaian dengan syariat serta model yang detail.

Supaya gak penasaran bisa dilihat koleksinya di IG: https://www.instagram.com/shalirasyar.i/


Sampai ketemu lagi di Blogger Muslimah Meet Up berikutnya, insyaAllah :)

4 comments :

  1. Sosok musmilah yang sangat menginspirasi ya mbak. Banyak oengakampe hidupnya yang bisa menjadi pelajaran berharga buat kita semua

    ReplyDelete
  2. Mbak..foto Ahmah cake nya bikin gagal fokus saya hahaha

    Alhamdulillah bisa dapat banyak inspirasi dan ilmu dari Teh Khadija. Semoga kita semua bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi :)

    ReplyDelete
  3. Thanks for sharing, mbak ophi. Semoga bisa menginsprasi kita semua.

    ReplyDelete
  4. Teh Khadija betul2 menginspirasi. Smg ilmunya bermanfaat. Amin

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top