Thursday, February 15, 2018

Padu Padan Busana Pria Bertinggi Badan 165 cm



Fashion untuk pria dengan tinggi 165cm? Karena untuk laki-laki tinggi badan 165 cm tidak bisa dikategorikan tinggi meskipun tidak juga bisa dikatakan pendek, maka memilihkan fashion untuk pria di kisaran tinggi badan tersebut menjadi sedikit tricky dan perlu hati-hati. Alih-alih membantunya terkesan lebih tinggi, jatuhnya malah sebaliknya. Hmm yang tidak kalah penting juga paduan dengan sepatunya, iya, sepatu kerja pria juga menjadi unsur penting dalam pada pada busana pria.


Naah kebetulam ayah Trio Krucils tingginya hanya 165 cm. Beda satu cm saja dari saya. Jadi rasanya saya terhitung tinggi sebagai perempuan dan suami masuk kategori sedang-sedang saja. Saya memakai sepatu hak 5 cm saja, sesesuami bisa terlihat lebih pendek. Apalagi kalau dia pake sepatu flat tanpa sol.

Sebetulnya saya bukan pengagum pria stylish. Laki-laki yang berpakaian pantas dan sederhana, buat saya lebih elegan ketimbang yang terlalu fashionable. Asal gak memilih jenis pakaian atau motif yang membuat badan mereka terlihat lebih padat dan pendek, lelaki dengan tinggi badan di kisaran tersebut biasanya terhitung aman dari sisi fashion asalkan berat badannya juga seimbang. Beda kasusnya kalau berat badannya berlebih.

Ayah Trio type cowok yang cuek urusan baju dan perlengkapan fashion. Saya juga gak terlalu rewel. Biasanya pertimbangan utamanya dalam memilih fashion adalah selera dan kenyamanan. Naah masalahnya terkadang seleranya ini suka agak nyeleneh. Boleh setuju boleh tidak untuk hal kepantasan, perempuan lebih detail yaa. Dulu dia suka banget pake kaos dengan kerah bulat dan tinggi. Naah kan dia jadi kelihatan semakin pendek tuuh. "Aku suka," gitu alasannya. Yaa, suka sih suka, tapi kan jadi terlihat makin pendek. Apalagi kalau lagi jalan bareng dan saya pakai sepatu dengan hak (meski cuma 3 cm), makinlah beliau tenggelam.

Ini juga salah satu resiko suami-isteri satu kantor. Saat si dia salah kostum, lalu kena bully teman-teman, si dia cueka ajah. Yang geregetan saya deh.
"Duuh gimana sih Nyonya, Tuan kok bisa saltum gitu. Gak dipilihin bajunya?"
"Kamu tuh yang pilih bajunya Phi, kok Bla bla bla..."

Naah kan. Biasanya kalau masih dalam batas wajar saya ikut-ikutan cuek. Tapi saat masukan atau kritikan orang lain itu ada benarnya, tentu saya menjadikah hal tersebut sebagai catatan untuk memperbaiki gaya busananya. Thanks God, sudah memasuki tahun kedua kantor kami memakai seragam di hari Senin dan Kamis. Jadi PR saya agak berkurang urusan padu padan busana Ayah Trio.

Ada beberapa hal yang saya terapkan saat memberi rekomendasi soal padu padan busana Ayah Trio Krucils. Semacam list Do & Don't dalam gaya berbusananya pria dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi. List ini merupakan acuan umum saja, untuk detailnya saya pun tidak terlalu ambil pusing. Pertimbangan utama selain kenyamanan adalah kepantasan.

Pemilihan Warna dan Motif


Looks simple, but significant. Urusan warna busana tidak hanya berpengaruh pada penampilan wanita lho. Pemilihan warna juga penting diperhatikan oleh para pria. Apalagi untuk si tinggi badan 160an cm. Pilihan warna tertentu akan menunjang penampilan terlihat lebih tinggi sebaliknya salah pilih wanra bikin makin pendek deh.

Ayah Krucils pernah membeli sendiri kemeja lengan pendek dengan warna hijau toska dan putih motif abstrak. Sudah terlanjur dibelinya tanpa cerita pada saya. Saya sudah kasih tahu bahwa warna dan motif ini kurang cocok buat dia. Apalagi saat dia mau pakai ke kantor.
"Duh gak salah ya, pake kantor baju itu." 
"Emang kenapa? Ini kan kemeja, cocok kan buat ke kantor?"
"Hmm warna dan motifnya itu lhoo..."
Eh tapi dianya kekeuh mau pake. Ya sudahlah... Yang penting sudah diingatkan.

Naah benarkan saat baru membuka pintu ruangan dan masuk. Langsung dapat komentar. Waah cerah sekali, mau kemana, bla-bla-bla.

Baju itu hanya dipakai satu kali ke kantor. Selanjutnya tersimpan manis di lemari. Sesekali saat pergi berlibur atau suasana santai kadang saya sarankan dia pakai sih. Tapi tampaknya dia sudah tersugesti bahwa dia salah pilih warna dan motif.

Lagi pula warna cerah menambah  kesan badan kita makin bervolume. Jadi cenderung membuat badan terlihat lebih berisi dan pendek. Sementara warna-warna netral semacam earth tone justru lebih aman selain itu juga memberi kesan badan menjadi lebih tinggi. Banyak mengolekasi warna hitam, coklat, dan navy rasanya pilihan yang paling aman. Beberapa kemeja warna biru tua lembut atau merah marun juga cukup membantu

Naah agar tidak terlihat pendek penting juga untuk memakai atasan dan bawahan yang senada. Tabrak warna kurang cocok untuk si tubuh kurang tinggi karena akan makin menonjolkan tubuh yang pendek.


Memilihkan baju yang polos tanpa motif sebetulnya paling aman. Jika hendak memilihkan yang bermotif, maka motif paling aman memilih motif stripe vertikal kecil-kecil. Udah deh cakep. Jangan pilih motih yang stripe horizontal atau motif gingham atau kotak-kotak yang besar. Hmm kotak-kotak kecil dengan variasi warna yang tidak terlalu banyak juga masih bisa menolong sih.

Naah untuk batik dan sejenisnya, ada baiknya juga tidak memilih motif batik yang terlalu besar-besar dan warna yang didominasi warna cerah. Untuk batik bisa dengan warna dasar gelap dipadukan motif yang ukurannya kecil-kecil meskipun dengan warna cerah masih bisa memperindah penampilannya.

Ukuran yang Pas


Hmm baru saja kejadian weekend  kemarin. Ka Al dan Ka Zaha kompak mengomentari kostum MC pada acara Tasyakuran Khitanan teman mereka. Sang MC tersebut bertubuh tidak terlalu tinggi. Badannya tidak terlalu gemuk sebetulnya. Pilihan kemeja lengan panjang warna pink lembut dan celana hitam sebetulnya masih bisa ditoleransi namun ukuran baju dan celannya yang tampak ketat, ---hmm sangat ketat malah- membuat sang MC terlihat agak aneh.

"Ibu itu kok MCnya aneh banget ya bu, bajunya kekecilan apa gimana sih bu. Sampai kayak susah bernafas..."

Hmm apa ya bahasanya, saya bilang sih "mecetet", halah. Iya perutnya jadi terlihat buncit dengan kemeja yang sangat ketat di mana kancing-kancing terlihat seperti mau lepas. Celana ketatnya juga membuat dia terlihat makin pendek alih-alih memberi kesan tinggi.

Well, jadi memang harus pas. Tidak kesempitan tapi juga tidak kebesaran. Baju yang kebesaran apa lagi yang terlihat longgar juga cenderung membuat si pria 160an cm ini tampak tenggelam. Jadi model baju yang cocok buat mereka selain ukuran yang pas adalah model slim fit yang jatuhnya pas di badan.

Saat menggunakan jas, sebaiknya juga dipastikan agar tidak terlalu panjang hingga menutupi bokong. Usahakan panjangnya jatuh pas di atas bokong. Apalagi si Ayah yang bokongnya terhitung besar. Bisa terlihat seperti lemper nanti hehehe. Piss Ayah :)

Hal serupa berlaku dengan celana. Pilih celana yang pas dan jangan terlalu tinggi apalagi di atas pinggang, pakai celana sedikit di atas pinggul. jahitan celana juga sebaiknya jatuh tepat di atas sepatu. Jangan sampai kepanjangan, apalagi kemudian dilipat bagian bawahnya. Iya, ini bikin dia terlihat makin pendek.

Hindari Pakaian Berbahan Tebal 


Untungnya kami berada di negara tropis. Kebutuhan untuk mengenakan pakaian penahan dingin yang tebal seperti sweater dan jacket hanya pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu. Klo yang ini si Ayah juga sepakat, baju berbahan tebal membuat dia terlihat lebih gemuk dan akhirnya memberi kesan lebih pendek.

Saat harus bepergian di negara empat musim, jacket yang dipilihnya adalah jacket yang lebih tipis dengan bahan yang kuat menahan dingin. Sweater serupa jacket dengan hoodie hanya sekali-sekali saja digunakan saat benar-benar dibutuhkan.


Sepatu bersol tebal


Naah pemilihan alas kaki terutama sepatu juga agak tricky nih. Mencari dan memilihkan sepatu buat ayahnya Krucils bisa makan waktu lama. Beneran lebih lama dari pada mencari sepatu buat saya. Bukan hanya soal gaya. Sepatu juga sangat mempengaruhi kenyamanan berbusana. Saat salah memilih model sepatu berpengaruh juga pada kepantasan penampilan, yang ujungnya bisa membuatnya tidak nyaman.

Dari sekian banyak model sepatu kerja pria, akhirnya kami sepakat memilihkan sepatu yang beralas atau bersol tebal, setidaknya 1 -3 cm. Lalu bentuknya jangan terlalu lancip karena tampak jomplang dengan tinggi badannya atau malah ujung sepatu berbentu kotak dan bulat. Model panjang namun tidak terlalu runcing akan membantunya terlihat lebih tinggi. Model sepatu boots atau semi boots juga bisa jadi pilihan karena menunjang penampilannya.

Gimana dengan Ayahnya anak-anak Moms? Kalau badanya terhitung tinggi jauh lebih aman ya memadu-padankan busananya. Jangan lupa perhatikan juga untuk sepatu kerja pria yang pantas dipadankan dengan busananya ya. Untuk yang senasib dengan saya, mudah-mudah bermanfaatnya sharing saya untuk tips dan trick busana pria dengan badan yang tidak terlalu tinggi.


4 comments :

  1. Suka dukanya ngantor bareng pasangan, salah satunya pas tiba seragam yang salah ya. Kok bisa to, MBak? hehehee. Baju kerja suami, dia pilih sendiri, tapi sebelumnya dia bilang dulu, mau beli warna ini warna itu. Alhamdulillah do far, warna pilihan dia sesuai dengan yang saya sarankan dan dia suka. Cuma kadang yang saya komentari bahannya. Banyak sekali bahan kemeja pria ya, dan itu juga akan memberikan kesan pada penampilan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha gitu deh mbaa...suka kekeuh kadang dianya.
      aku kadang bahan malah etrserah dia asalkan bukan yang tebal aja lebih ke pilihan motif, warna n model mba klo aku

      Delete
  2. hmmm....catet nih....kalau aku dan pasangan aku yang pendek mbak ^^...dia 170

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini.

Back to Top