Tak akan Senyap tentang Gaza dan Palestina, Janji ya!

Satu bulan lebih hiatus tidak produktif sama sekali di Blog. Beberapa kali buka dashborad, lalu menuliskan beberapa kalimat, tapi ditutup tanpa selesai. Beberapa kali membuka draft yang berderet, satu dua paragraf bertambah namun tak sampai selesai. Hari ini sambil berkejaran dengan sebuah tugas RUU baru, ku malah ingin menyelesaikan semua kalimat dalam postingan kali ini. Bismillah sekali duduk selesai ya Phi! Karena sudah sekian lama ingin menyusunnya dalam kata, namun belum juga kuasa. Sedikit tentang Rasa, Gaza, dan Palestina.

Semoga Sahabat semua belum lupa. Sudah lewat dari 200 hari sejak 7 Oktober 2023 lalu. Kita tentu tahu bahwa semua bukan bermula dari 7 Oktober 2023, sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Sejak peristiwa kelam Naqba di 1948? Ternyata bukan, bahkan bisa ditarik mundur lagi hingga ke 1917. Hmm bisa jadi bahkan sebelumnya. Kita bisa mencari kebenaran dan fakta sejarahnya di mana-mana saat ini. Namun kepiluan yang makin mendera itu memang berawal dari 7 Oktober kemarin.

Akhirnya aku menuliskannya juga hari ini. Bukan hendak menceritakan ulang berbagai kepedihan yang bisa kita lihat secara live dan tanpa sensor dari kekejian, kekejaman, kebrutalan, tindakan yang sangat tidak manusiawi dari Laknatullah Israel terhadap saudara-suudara kita di Palestina. Cukup follow berbagai akun media sosial terpercaya dari para jurnalists -citizen journalists- yang setiap hari mengunggah dan meng-update kondisi di Gaza dan Palestina secera rutin. 

Meski hati remuk redam, antara luar biasa sedih, malu, marah, sakit, namun ku memutuskan tidak berhenti mengupdate diri terkait informasi-informasi langsung seputar Gaza dan Palestina tersebut.  Meski kadang pilu dan sakit sekali di ulu hati, tak jarang air mata meleleh atau dada bergetar, tubuh turut berguncang menyaksikan kepedihan mereka. Ku coba menguatkan diri tetap mengakses informasi-informasi tersebut dan membaginya lewat story-ku. Memberi sepatah dua kata penyemangat dan do'a di kolom komentar. Tentu setidaknya menekan tombol love.

Ngapain sih Phi?

Karena mungkin sekecil itu upaya yang masih bisa kulakukan. Mengingatkan diri dan lingkungan sekitarku, bahwa Gaza dan Palestina hingga hari ini masih berdarah-darah, tidak hanya fisik dan infatruktur yang hancur lebur, puluhan ribu syuhada, puluhan ribu korban yang masih hidup dalam kondisi meregang nyawa di rumah sakit atau pengungsian yang jauh dari kata aman dan fasilitas yang sama sekali tak memadai, puluhan ribu anak, perempuan, laki-laki yang berjuang mempertahankan hidup di tengah kondisi yang hancur berantakan. 

Bukan sesuatu yang indah untuk diingat-ingat. Namun please diriku, jangan abai apalagi sampai melupakan bahwa semua peristiwa itu nyata meski berjarak ribuan kilometer dari tempatmu berjejak hari ini. Semua nyata adanya dan apakah kita mencoba tuk mulai lupa. Pliss jangan ya diriku :( 

Ku perlu terus mengingatkan diri bahwa Gaza dan Palestina dan orang-orang yang Allah pilih di sana, masih ada. Karenanya jangan putus dari berdoa untuk mereka. Selalu hadirkan mereka dalam do'a-doa. Dengan membagi peristiwa day by day kondisi mereka ke sosial media, semoga ada jiwa lain yang juga terketuk dan mau menyisipkan doa-doa juga untuk Gaza dan Palestina.

Ya Allah, the Most Merciful, we pray for those who are oppressed and suffering in this world. Ya Allah protect our innocent men, women, and children in Palestine. Grant them strength, patience, and relief from their hardships. May justice prevail, and may their pain be eased

 

Malu dan hancur sih hati ini, ketika merasa tak berdaya dan tak bisa melakukan apapun atas semua pembantaian yang demikian menggila di depan layar media dan tersaji di ujung jari. Maka dengan selemah-lemahnya iman, ku dedikasikan sosial mediaku, untuk selalu mengingatkan diri bahwa tidak melakukan apa-apa, bukanlah pilihan. Lakukan apapun untuk membantu mereka, insyaAllah doa-doa tulus itu akan mempercepat dan menyegerakan pertolongan Allah kepada mereka di Gaza dan Palestina.

Ku tak terlalu berharap apa yang ku share akan menggugah banyak orang lain yang melihatnya, nothing to loose. Alhamdulillah jika ada yang tergugah, jika malah ada bersikap sebaliknya pun tak apa-apa. Edukasi ini adalah untuk jiwaku dan anak-anakku, keluarga kecilku. Karena yang kelak akan Allah pertanyakan dan kita dimintakan pertanggungjawaban adalah apa yang kita lakukan dan apa yang keluarga kita (terutama anak-anak kita) lakukan. 

Ku tak mau, aku dan anak-anakku senyap dari apa yang terjadi hingga detik ini di Palestina. In addtion to  keep them in our prayer, I also keep sharing the updated info concerning Gaza and Palestine. InsyaAllah I will keep doing it.  Jika ada kelebihan rezeki, sungguh berarti membantu secara meteril juga. Jangan lupa selipkan doa agar bantuan itu bisa benar-benar sampai dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita di sana.

Selain doa dan edukasi diri dan anak-anak, beberapa hal sederhana yang bisa kulakukan sebagai wujud support terhadap kondisi Gaza ya sesederhana menjaga diri untuk tidak membantu Israel dan konco-konconya dengan melakukan boikot!, boycott, -dipelesetin jadi buy-cut! biar gak di-cut hehe.

Why is it called a boycott?

To boycott means to stop buying or using the goods or services of a certain company or country as a protest; the noun boycott is the protest itself. This noun comes from the name of Charles C. Boycott, an English land agent in 19th-century Ireland who refused to reduce rents for his tenant farmers. ~ vocabulary.com 


Aku sudah pada tahap tidak lagi ingin mendebatkan kenapa harus boikot? Ini adalah personal choise, apapun pilihanmu silahkan ya. Yang pasti, aku dan keluarga kecilku sudah bersepakat (tanpa paksaan) untuk memilih jalan ini. Lebih pada sebagai bentuk pernyataan sikap, where I stand. I stand for humanity, peace, and justice!

Ribet dung? Hmm gak juga yaa. Kan berproses juga kita, misalnya untuk kebutuhan harian yang ternyata terafiliasi zionist memang kita sudah punya stock cukup lama ya sudah kita habiskan dulu. Nah untuk setiap pembelian kami setelahnya kami sudah mulai berhati-hati dan aware. Untuk produk-produk fashion seperti sepatu, baju, atau tas yang memang sudha terlanjur kita miliki dan ternyata afiliasi zionist ya tetap kami pakai kok. Mau gak mau sampe gak bisa dipakai dung. Nah kalau ada kebutuhan beli baru ya pastinya hindari produk-produk mereka. 

Alhamdulillah edukasi seputar berbagai jenis produk baik makanan/minuman, kebutuhan harian, hingga fashion sudah banyak dishare di berbagai media sosial. Bahkan ada aplikasi yang bisa membantu kita untuk mengecek, seperti aplikasi No Thanks!

Gerakan buy cut ini juga bukan buat lelucon, ikut-ikutan (walaupun boleh aja ikut yang baik-baik kan ya?), apalagi biar kelihatan keren. Apa sih? Prinsipku, sekecil yang bisa kita lakukan, kita lakukan untuk membantu saudara kita dan menghentikan kezhaliman. 

Alhamdulillah ketika awal-awal menyampaikan soal isu Gaza dan Palestina sampai ke soal buy cut ini, anak-anak bisa menerima dan support juga. Bahkan seperti halnya saat awal-awal kami edukasi terkait halal food ke anak-anak, mereka juga adalah pengawas dan pengingat yang terbaik. Jadi saat kami hendak makan/jajan atau membeli produk-produk tertentu, mereka yang selalu mengingatkan. Ibu ini kan produknya zionist, coba dicek dulu dan seterusnya.

Kalau sudah begini aku gak merasa sendiri, ternyata anak-anaku juga berdiri di sisi ya sama dan mereka alhamdulillah sudah punya pemahaman dan empati juga soal Palestina. Mengapa penting untuk selalu me-remind semua itu? Kadang aku merasa sendiri dan asing, honestly. Kok lingkungan kerjaku tak satupun yang dengan concern membicarakan ini? tak ada suara terdengar membincangkan Palestina dengan serius. Mengapa circle sosial mediaku juga lebih banyak yang senyap dengan kasus Palestina? kenapa jarangs ekali isu Palestina dibahas di whatsapp grup keluarga besarku? Hmm bahkan di whatsapp grup lainnya di mana aku adalah silent reader/member di sana? 

Apakah aku sendirian? Hmm tapi bukan kah we have to be dare to stand alone for the right? Well atau jangan-jangan...? Nah iya, kita tak perlu bersedih lalu ikut-ikutan senyap juga sih. Pun kita baiknya berbaik sangka, mereka yang mungkin tampak tak pernah atau enggan membincangkannya secara aktif, bisa jadi rajin berdonasi untuk Palestina. Hmm atau mereka tidak speak up di dunia nyata atau dunia maya, tapi speak up langsung kepada Pemilik Kehidupan di setiap berdoa dan sholatnya. Who knows. 

Yang pasti, meski media mainstream senyap terhadap semua fakta-fakta Palestina, ternyata dunia tidaks enyap kok. Iya, seluruh dunia sekarang tahu bagaimana fakta sesungguhnya tentang zionism dan tindakan keji mereka terhadap warga Palestina. Dunia tahu, bahwa puluhan ribu orang terdata meningggal, puluhan ribu lainnya terkubur di bawah reruntuhan Gaza dan Palestina tanpa dapat terakses, puluhan ribu Ibu dan anak-anak menjadi syahid. Ratusan ribu hingga jutaan lainnya hidup dalam kondisi yang amat sangat memprihatinkan. Kejahatan perang, terorism, dan pembunuhan masal ini tercatat di hati semua orang di dunia meski media mainstream tidak pernah mengungkapnya. 

Mungkin negara-negara Arab yang mayoritas muslim dan kaya raya tampak acuh dan tak melakukan apapun atas apa yang dihadapi saudaranya di Palestina, namun masih ada negara arab yang tidak kaya bahkan menghadapi masalah ekonomi dan keamanan yang berat namun memiliki kebesaran hati dan harga diri turut melakukan tindakan heroik menghadapi zionist dan konco-konconya. Semoga selain Yaman akan ada negara-negara tetangga Palestina yang berani menghadapi tirani zionist dan koleganya. 

Mungkin petinggi-petinggi dan pejabat negara di berbagai belahan dunia belum banyak yang ikut "menyatakan sikap" terhadap kondisi Palestina, namun masyarakat dan akar rumput tidak bodoh, tidak tuli, dan peka terhadap kejahatan luar biasa yang dipertontonkan zionist Israel dengan terbuka dan terang-terangan. Masyarakat muda dan kalangan terpelajar di berbagai belahan dunia menyatakan protes dan sikap atas berbagai kebijakan negaranya yang pro atas tindakan kejahatan Israel. 



Bukan berhenti pada protes tindakan boikot juga dilakukan oleh banyak warga dunia di belahan lain yang merasa concern dengan isu kejahatan Israel di Palestina. Mereka juga aktif melakukan advokasi kepada masyarakat luas untuk aware terhadap isu kemanusiaan tersebut dan mengajak melakukan dukungan secara nyata antara lain dengan boycott.

Belakangan menjadi semakin massive gerakan protes kalangan muda terpelajar di berbagai kampus di Amerika yang sayangnya disikapi dengan cara yang serupa dilakukan para tentara opressan Israel terhadap rakyat sipil Palestina. Negara yang kabarnya mengagungkan "freedom of speech", negara yang mengaku sebagai negara paling demokratis, negara yang kabarnya menjunjung tinggi hak asasi manusia, - bahkan tidak bisa menunjukkannya pada para pemuda terpelajar yang menyatakan sikap moral mereka terhadap kebijakan negara yang justru mendukung aksi-aksi yang menghancurkan demokrasi dan HAM.

Tidak phi, dunia tidak senyap. Masih banyak dan akan semakin banyak suara Palestina yang berkumandang di seluruh jagat raya.  Semoga Allah ampunkan kita karena keterbatasan kita dalam melakukan aksi nyata. Semoga Allah segerakan pertolongannya bagi Palestina.  HasbunaAllah wa ni'mal wakiil. Jauh di lubuk hatipun, aku percaya mereka orang-orang terpilih. Mereka orang-orang yang kuat. Mereka adalah pemilik jiwa-jiwa yang indah.

Ah masih panjang kalimat yang ingin dituliskan, tapi sungguh entah kenapa ku sering kehilangan kata-kata untuk mengekpresikan semua tentang Palestina. Ku hanya bisa terus berkata pada diri sendiri, Jangan pernah menjadi senyap, tetaplah ada dan ramaikan dunia bahwa ada Palestina di sana. Bangsa kita pernah ada dalam posisi yang sama sebelum akhirnya memerdekakan diri di tahun 1945 dulu, jadi paham kan kenapa kita tidak bisa biasa-biasa saja dan tidak bersikap atas peristiwa Palestina?

Allahu'alam... keep Palestine in our dhu'a. 


2 comments

  1. aku tetap setia menjalankan boycott, karena ternyata masih banyak produk lokal yang lebih enak dan terjangkau :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.