Kimono Show di Nishijin Textile Center Kyoto Jepang




[Beberapa jam sebelumnya]

Mobil kami meninggalkan kawasan Miyama, wilayah pegunungan dengan rumah kuno Jepang yang saat winter atau seharusnya pada hari tersebut masih  diselimuti salju tebal. Ini merupakan salah satu tujuan yang paling membuat saya excited. Qadarullah hari itu cuaca di sekitar Miyami sudah cerah padahal dua hari sebelumnya di mana kami dijadwalkan ke sini kabarnya salju tebal masih melingkupi Miyama.

Rasa penasaran bagi yang memang ingin menikmati salju sedikit terhibur dengan adanya beberapa spot salju di sepanjang jalan. Saya pribadi sudah pernah beberapa kali menikmati salju di pegunungan di Victoria Australia beberapa tahun sebelumnya. Namun sensasi menikmati salju tebal di kawasan pegunungan Miyama dengan rumah-rumah tradisionalnya yang khas merupakan impian tersendiri. Diam-diam saya berharap suatu waktu bisa kembali dan menikmatinya bersama keluarga. Aminin yaa :)

Udara dingin Miyama membuat perut lebih cepat merasa lapar. Sesampainya di Kyoto kami mampir ke sebuah restoran ramen halal yang ternyata dikelola oleh orang Yogya. Nanti saya ceritakan di postingan khusus insyaAllah. Alhamdulillah hangatnya ramen membuat semangat menjelajah Kyoto kembali menyala. Kyoto menghadirkan nuansa yang berbeda dengan Osaka di mana kami menghabiskan waktu beberapa hari sebelumnya. Sebagian teman-teman melaksanakan sholat di rumah milik pemilik restauran yang terletak di depan restauran. 

Setelah lunch kami dijawdalkan akan segera meluncur ke Nishijin Textile Center untuk menyaksikan Kimono Show. Salah satu yang juga membuat saya excited tentang Jepang adalah Kimono. Baju tradisional Jepang yang pertama kali saya kenali dari tokoh Oshin. Siapa yang satu angkatan dengan saya? penonton setia Oshin di TVRI. Hmm saya jadi berpikir, jangan-jangan semua tentang Jepang sesungguhnya hal yang membuat saya selalu excited. Pliss atuh laah...kayaknya sih begitu.

Baca Juga: Mengajukan Visa Jepang dengan Paspor Biasa, hanya 5 hari

Back to Kyoto


Gedung Nishijin Textile Center dari luar tampak sangat biasa. Hmm apakah tidak salah? Segera kami memasuki gedung. Di lantai dasar tampak banyak display barang kerajinan Jepang dari bahan-bahan kayu dan sejenisnya. Salah satu sisi merupakan tempat display beragam kue tradisional Jepang yang sumpah bikin kita "mouth watering" baca ngiler.

Di satu sisi, kue-kue ini bentuknya super cantik dan menggoda hingga rasanya sayang jika harus dikunyah dan ditelan. Di satu sisi variasi kue-kue yang beragam macam dengan bentuk yang hampir semuanya mungil-mungil ini dipastikan memiliki cita rasa yang khas Jepang. Tentu mengundang rasa penasaran.

Yang membuat makin penasaran adalah bagaimana membuat aneka ragam kue tradisional yang cantik-cantik tersebut. Saya yakin butuh tidak hanya keahlian memasak namun juga rasa seni dan ketelitian yang tinggi. Selain cantik juga sangat detail. Luar biasa sabar yang membuatnya. Tidak kalah menarik, kemasan atau packaging dari kue-kue tersebut juga sangat cantik dan ekslusive. Mereka sukses membuat pengunjung penasaran.

Naik ke lantai berikutnya. Di lantai ini merupakan display beragam produk dari textile atau kain. Mulai dari yang tradisional sampai yang modern. Di satu sisi dipajang juga alat-alat tenun kimono dan beragam produk tekstile yang diproduksi secara manual atau ahnd made. Selain tampak unik, detail, halus, harganya juga mahal. Hmm sepadan dengan proses pembuatannya tampaknya.

Pada bagian kimono-kimono, dipajang juga kimono yang tampak cantik, halus, elegan, dan mewah. Namun jangan bersedih kita juga bisa memilih dengan harga-harga yang lebih miring di rak yang lainnya. Bahkan ada kimono second/used/preloved  yang dijamin masih sangat bagus dan sulit dibedakan dengan yang baru. Pada sisi kiri banyak dipajang produk tekstile yang lebih kekinian dan beragam mulai dari kaos-kaos, dompet, tas tangan, dan berbagai accesories dengan ciri khas Jepang.

Untuk beberapa display barang kita dilarang menyentuh. Jadi perhatikan tandanya yaa :)

Baca Juga: 7 fakta tentang Jepang yang membuat saya surprise


Nah untuk Kimono Show, berada di lantai 3. Di lantai ini pada ruangan yang berbeda terdapat ruang yang merupakan museum yang menggambarkan sejarah textile di Jepang dan tentu saja perkembangan dunia pertekstilan.

Untuk Kimono Show memang sudah ada jadwal tersendiri. Jangan telat karena selain datang terlambat tidak seru kita juga bisa-bisa tidak medapat duduk saat menyaksikan show.

Sebelum para peragawati memeragakan busana. Panggung terlebih dahulu menampilkan putaran film dokumenter sejarah Kimono. Tampak peristiwa masa lalu bagaimana orang-orang Jepang pada masanya mengenakan Kimono. Tentu saja kita bisa membandingkannya dengan Kimono sekarang yang kemudian diperagakan oleh model cantik Jepang.

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba..

Wanita-wanita cantik yang juga didandani dengan make up khas Jepang baik pada riasan wajah maupun rambut tampak berjalan anggun, pelan, lembut, dan memancarkan aura "pemalu". Diringi musik khas Jepang, mereka berjalan dan menunjukkan betapa Kimono merupakan busana yang kaya makna dengan penampilan yang sangat elegan dan khas. Kimono dilengkapi dengan penggunaan sendal dan kaus kai yang juga khas. Semacam sendal jepit bakiak dengan tinggi 3-5 cm dan kaos kaki warna putih.

Berikut adalah photo-photo Kimono yang diperagakan dalam show tersebut yang berhasil saya tangkap dengan kamera Nikon J5 saya. Enjoy :)















Untuk mengetahui alamat, rute, jadwal, dan informasi lebih lengkap tentang Nishijin Textile Center, silahkan di klik saja ya.



Oh iya, saya dan teman-teman juga berkesempatan menggunakan Kimono serta Yukata, dan tentu saja berphoto mengabadikannya. Kami berjalan menuju sebuah taman dengan sakuera yang baru saja bermekaran dengan menggunakan baju tradisional Jepang tersebut. Keduanya merupakan pakaian tradisional khas Jepang. Apa beda keduanya? Tunggu tulisan saya tentang Jepang berikutnya yaa.



1 comment

  1. Asyik bgt bisa traveling ke jepAng. Pengen deh pake kimono jepang pernah sekali nyoba tapi bukan kimono namanya yukata. Gak beda jauh sih menurut saya. Liat modelnya jd nostalgia sama drama oshin yg legendaris

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.