Luar Biasa Keutamaan 12 Perkara ini, Namun Sayang Kita Sering Tak Peduli Padahal Kita Sudah Tahu.




Mom of Trio sedang scrolling di Reels IG dan menemukan postingan Reels yang sungguh bermanfaat dan mengingatkan diri betapa kita kadang menyepelekan hal-hal yang bernilai dan kita sudah tahu dengan berbagai alasan yang kita sendiri kadang tidak tahu kenapa, sekedar enggan. Catatan ini terasa penting untuk menjadi renungan dan ingatan sekaligus penyemangat kita untuk kembali menata diri agar tidak menjadi golongan yang merugi karena keengganan. Bismillah Yuuk kita kupas satu persatu!

Keutamaan Sholat Berjamaah


Kita tahu sholat secara berjamaah itu adalah sunnah, dengan keutamaan 27 derajat lebih berbandng sholat sendirian. Tetapi ruginya kita masih tidak mampu untuk berjamaah di Masjid atau Musholla. Dalam kasus saya kadang merasa segan dan enggan mengajak rekan lain untuk sholat secara berjamaah ketika sedang sama-sama ada di Musholla. Dengan alasan apapun, entah segan karena khawatir yang diajak tak berkenan, tidak enak dianggap sok, atau sekedar malas mengajak saja. Sayang seribu kali sayang. 


Menegakkan dan membiasakan sholat berjamaah di rumah juga punya tantangan tersendiri terutama dengan anak-anak. MasyaAllah kalau bisa selalu ditegakkan sholat berjamaah alangkah indahnya rumahku. Tantangan sholat berjamaah justru datang ketika anak-anak makin bertumbuh. Pada jam-jam tertentu menjelang waktu sholat yang dimungkinkan berjamaah sholat mereka tengah sibuk atau baru saja istirahat. 

Lain waktu karena yang perempuan sudah mendapat haid, jadi sering tidak bisa ikut bergabung sholat berjamaah bergantian. Terasa sekali saat Ibu sedang libur sholat karena haid, semangat sholat berjamaah kadang mengendur. Apalagi kalau Ayah memilih sholat berjamaah di Musholla. 

Challenging selalu ada, namun kita harus menguatkan diri untuk mengatasinya. Selalu menjaga ritme semangat berjamaah harus menjadi agenda harian di rumah. Semoga Allah membersamai.



Kalimat Tasbih yang Ringan dengan Fadhilah Besar dan Timbangan yang Berat.


Kita mengetahui, bahwa ucapan "Subhaanallaahi wa bihamdihi" sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun sebanyak buih di lautan. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun. Hiks sayang seribu sayang :(

Coba simak hadits berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ‏.‏ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ‏"‏‏.‏

(Sahih al-Bukhari 6405, Book 80, Hadith 100)

Hadist senada dan menguatkan terkait kalimat tasbih "Subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahi al 'adzhiim". Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ


“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu SUBHANALLAHI WA BIHAMDIH, SUBHANALLAHIL ‘AZHIM (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694)

MasyaAllah hakikatnya melafalkan dan meresapinya dengan hati kalimat-kalimat tasbih ini bisa kita lakukan dalam helaan nafas di setiap kegiatan kita sehari-hari. Semenjak diingatkan oleh hadits-hadits tersebut, saat sedang tidak melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi khusus, kita bisa mengisinya dengan berdzikir dengan kalimat tasbih tersebut. 


Saat tengah berdiri di Commuter Line, sedang duduk di belakang jok motor ojek, sedang menunggu antrian dokter, kasir, atau sejenisnya. Ketimbang bengong, masyaAllah bisa banget kita ganti dengan dzikir kalimat tasbih yang fadhilahnya luar biasa dan timbangannya berat ini,

Dalam do'a kita bisa mintakan agar Allah ingatkan kita untuk mengisi helaan nafas kiat dengan kalimat tasbih yang ringan di lisan berat di timbangan ini. InsyaAllah, Allah mengingatkan kita dan menggerakkan hati, fikir, dan lisan kita untuk melakukannya.

Keutamaan Sholat Dhuha

Kita tahu bahwa pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 sedekah. Allah juga janjikan kecukupan di ujung siang bagi mereka yang mendirikan sholat dhuha di pagi hari. Kitapun tahu bahwa dua belas rakaat Dhuha akan diganjar dengan dibangunkan istana di Syurga Allah. Hari berganti hari, apakah  kita melakukan sholat Dhuha dengan konsisten? dua rakaat, empat, enam atau bahkan dua belas rakaat? Kita tidak peduli? Duh betapa merugi.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Hadis Anas radhiallahu’anhu

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. 

Puasa Sunnah Karena Allah

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah bahkan satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tetapi sayang, kita tidak mau menahan lapar dan menahan hawa nafsu. Padahal amalan puasa merupakan amalan yang mendapatkan tempat khusus di mata Allah selain mengundang banyak limpahan keutamaan dan keberkahan.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)

Dalam riwayat lain dikatakan,

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى

“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tetapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun minggu ini. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Membantu Membangun Masjid Diganjar Rumah di Syurga

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid kerana Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di syurga. Tetapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa Rupiah.  Bahkan semisal kita hanya menyumbang satu batu bata sekalipun termasuk pada kelompok yang akan diganjar Allah dengan rumah di syurgaNya. 

Baca juga: Hidayah dan Dhalalah

MasyaAllah, menyisihkan beberapa rupiah seikhlash dan semampu kita untuk pembangunan masjid ternyata sedemikian besar nilainya di mata Allah sehingga balasannya pun tidak kaleng. Ya Allah, tidakkah tergerak hati kita untuk membantu karena Allah saja. Yuk bisa yuk!

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung. Sesederhana dan sekecil itu bantuan kita tetap tinggi nilainya di mata Allah.


Membantu Single Mom dan Anak Yatimnya Laksana Jihad di Jalan Allah

Tahukah kita bahwa siapa yang membantu ibu tunggal dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang solat sepanjang malam tanpa tidur. Tetapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun anak yatim.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ – وَأَحْسِبُهُ قَالَ ، يَشُكُّ الْقَعْنَبِىُّ – كَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ ، وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Al-Qa’nabi–yaitu gurunya Imam Bukhari dan Muslim–berkata, aku sangka itu seperti orang yang shalat malam yang tidak pernah merasakan lelah, dan yang berpuasa yang tidak pernah berhenti berpuasa.” (HR. Bukhari, no. 5353 dan Muslim, no. 2982)

Dari Ummu Said binti Murrah Al-Fihri, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ -شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى أَوِ الَّتِيْ يَلِيْ الإِبْهَامُ

“Kedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 133, hadits ini sahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 800).

Baca: Menggapai Keridhoan dan Keberkahan

Keutamaan Membaca Al Qur'an

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan di lipatgandakan sepuluh kali. Tetapi sayang, kita kadang tak sempat meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadwal harian kita. Padahal jika kita tahu nilai kebaikannya maka, membaca Al Qur'an harus menjadi rutinitas harian. Kita sengaja luangkan waktu untuk itu, bukan jika kita sempat.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala:

{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Haji Mabrur, Pahalanya Syurga

Kita mengetahui bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali syurga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tetapi sayang, tidak semua dari kita yang sebenarnya mampu melaksanakannya bersemangat untuk melaksanakannya. Padahal banyak orang yang berkeinginan menjadi tamu Allah dan berhaji namun belum mendapatkan panggilan dan belum memiliki mampu melaksanakannya terutama dari sisi finansial dan kesempatan.

Baca Juga: Melangitkan Sebuah Rindu untuk Jadi Tamu di RumahMu

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan terkait pahala atau balasan bagi jamaah haji yang mendapatkan predikat mabrur.

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari)

Ibadah haji berfungsi sebagai penghapus dosa,sehingga seakan seperti keluar dari rahim ibu, bersih tanpa dosa. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

 “Barangsiapa yang berhaji tanpa berbuat rafats (segala syahwat lelaki kepada perempuan) dan kefasikan (maksiat), maka akan kembali dalam keadaan sebagaimana dia dilahirkan ibunya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Muliakan Hambanya yang Konsisten Sholat Malam

Kita mengetahui bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak solat malam, dan bahawasanya Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah meremehkan solat malam ditengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tetapi sayang kita terlalu meremehkan solat malam. Entah dengan alasan malas, enggan, waktu yang sempit, apapun akan ada alasan yang bisa dibuat. Seandainya kita telah tahu bagaimana kemuliaan dan keutamaan sholat malam, apakah kita tetap akan tidak peduli. Semoga Allah berikan hidayah dan bersamai kita untuk berusaha melaksanakannya.



Di dalam banyak ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan kepada Nabi-Nya yang mulia untuk melakukan shalat malam.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ

“Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu….” [Al-Israa’/17: 79]

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” [Al-Insaan/76: 25-26].

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat.” [Qaaf/50: 40].

Keutamaan sholat malam sendiri Allah tegaskan dalam firmanNya:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Israa’/17: 79]


Kiamat Pasti Datang

Kita mengetahui bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu. Astaghfirullah, semoga Allah mudahkan hidayah untuk kita dan dibersamainya kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kepastian tersebut.

يَسْـَٔلُكَ ٱلنَّاسُ عَنِ ٱلسَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Artinya: "Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah'. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya." (QS Al Ahzab Ayat 63)

Kematian adalah Nasihat Terbaik

Kita menjadi saksi dari orang-orang yang meninggal mendahului kita. Amat disayangkan, kita masih hanyut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya.

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الْمَوْت

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at-Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]

Nabi—shallā’Llāhu `alaihi wa sallam—pernah ditanya, “Siapakah yang paling cerdik dari kalangan kaum mukminin?” Beliau menjawab, أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولئِكَ الْأَكْيَاسُ

“Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk setelah kematian. Mereka itulah orang-orang yang cerdik.” [Shahīh at-Targhīb wa’t Tarhīb III/164/3335.]

Ulama Salaf berkata,

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا

“Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat.” [Lihat Shifah ash-Shafwah vol. I, hal. 639; al-`Āqibah fī Dzikri’l Maut, hal. 43; dan al-Ihyā’, vol. IV, hal. 450. Adapun hadits Nabi s.a.w. dengan lafal dimaksud, maka tidak valid.]


Allahu'alam. Semoga kita dimampukan untuk bisa melaksanakan 12 perkara yang sangat jelas nilai keutamaanya tersebut. Semoga di sisa usia kita, tidaklah kita tetap dan terus merugi dengan ketidakpedulian pada demikian jelas kebaikan, kemudahan, dan keutamaan yang Allah tawarkan kepada kita. 

Bismillah yuk bisa yuk!

Hakikatnya masih banyak pintu-pintu keutamaan yang Allah tawarkan bahkan di luar 12 perkara ini, semacam sholat sunnat rawatib dan amalan-amalan lainnya. Semoga kita bisa mencoba istiqomah untuk mencapai ridho Allah berbagai pintu keutamaan tersebut. Amiin


Sumber: 

  • Imam Muda Azlan dari IG @ulamaku2022
  • https://sunnah.com/bukhari:6405
  • https://rumaysho.com/20392-kumpulan-amalan-ringan-23-kalimat-ringan-subhanallahi-wa-bihamdih-subhana
  • https://konsultasisyariah.com/8758-rakaat-shalat-dhuha.html
  • https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html
  • https://rumaysho.com/857-ganjaran-bagi-yang-gemar-puasa-sunnah.html
  • https://muslim.or.id/23380-keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html
  • https://rumaysho.com/11599-keutamaan-membangun-masjid-walau-hanya-memberi-satu-bata.html
  • https://rumaysho.com/22404-berbuat-baik-pada-anak-yatim-janda-tetangga-serta-nafkah-keluarga-termasuk-amalan-mutaaddi.html
  • https://muslim.or.id/8669-keutamaan-membaca-al-quran.html
  • https://muslim.or.id/10296-haji-mabrur-2-sekali-ucapan-talbiyah-janjinya-surga.html
  • https://almanhaj.or.id/3499-keutamaan-shalat-malam-dan-anjurannya.html

2 comments

  1. Banyak banget ternyata 12 perkara yang perlu dilakukan dan memiliki keutamaan, termasuk shalat Dhuha yang sering dilupakan. Perlu memulai ibadah-ibadah ini sekarang, bermanfaat banget. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. Aku sedang membiasakan lagi utk sholat malam mba. Kadang bisa, kadang ga. Kuncinya ada di jam BRP aku tidur svnrnya. Kalo terlalu malam, jelas susah utk solat malam. Tapi kalo tidur lebih cepet, bangunpun jadi mudah. Aku lagi membiasakan diri utk konsisten.

    12 amalan di atas sebenernya ga susah utk dilakuin kec mungkin haji yaaa. Jdwal nunggunya ga kuat 😅.tapi memang banyak yg masih tidak mengamalkan . Pelan2 aku mau LBH konsisten utk melakukan itu. Apalagi skr aku di rumah aja, seharusnya punya banyak waktu utk LBH banyak ibadah

    ReplyDelete

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.